Sejak tadi pagi berita di televisi berturut-turut menayangkan tentang dua ledakan yang terjadi di lingkungan Mega Kuningan – Jakarta Selatan. Pertama kali aku tersentak, tentu saat berita masih memunculkan ledakan yang pertama ~ aku masih menolak kemungkinan bom ~, namun ledakan berikutnya sudah semakin memastikan kemungkinan itu adalah sebuah bom.
Berita memuat kepanikan yang luar biasa di tempat kejadian. Korban-korban berjatuhan, baik yang luka-luka ringan atau pun meninggal dunia. Peristiwa ini menambah daftar panjang kejahatan teroris di negeri ini.
Presiden telah menyampaikan keprihatinnya, serta ajakan bersama-sama bagi negeri ini untuk tidak tunduk terhadap aksi-aksi macam ini. Sedangkan berbagai opini publik mulai bermunculan, mulai dari pengecaman tindakan seperti ini, duka-cita pada para korban, serta kekhawatiran akan efek jangka pendek maupun jangka panjang, serta praduga-praduga kausatif terjadinya tragedi ini.
Aku termenung sesaat, seakan negeri ini terdiam dalam hiruk-pikuk apa yang sedang terjadi di salah satu sudut geliat kehidupannya yang tersakiti. Untuk sebuah negeri yang teramat kaya akan sumber daya, mungkin kita akan menjadi rebutan akan berbagai kepentingan dari banyak pihak. Mungkin hal-hal serupa akan terjadi kembali ke depannya, setidaknya potensi ini akan selalu ada, karena ternyata di dunia ini ada orang yang bersedia melakukan apa saja, mengorbankan apa saja, dan tidak peduli apa pun untuk merealisasikan ambisinya. Namun menyadari ini bukan berarti bangsa ini harus tunduk dan terpaku. Ini menjadi suatu keprihatinan sebuah bangsa dan selayaknya sebuah bangsa bersuara satu untuk bersama-sama melewati dan memperbaiki kondisi ini. Walau setiap orang dan individu memiliki peran yang berbeda-beda, namun satu suara ini adalah yang bermakna bagi kita semua.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
3 tanggapan
Cahya
Negara kita sangat besar & juga sangat muda, terkadang pendewasaan datang dengan jalan yang sangat keras.Yang jelas kita semua tidak hendak berhenti di sini, karena generasi selanjutnya layak mendapatkan tanah hidup yang lebih baik dari pendahulunya.Recent blog:=- Bom JW Marriot & Ritz-Carlton, Indonesia Berduka Kembali
Hm…Menyedihkan… Selalu ada cobaan baruTrilyunan lagi diperlukan… hanya untuk hal hal yg seharusnya tidak perlu terjadi jika setiap orang mau mengendalikan ego dan mementingkan orang lainnya.
Hm…Setelah bangsa ini tertatih coba bangkit dari berbagai macam kasus, coba berbenah diri, berharap masa depan lebih cerah, ternyata… dari kasus penyakit, pimpinan yg gak bisa ngasih contoh baik, konflik merajalela, logika gak jalan, lebih percaya sihir dan putusan prematur, teroris dg suksesnya masuk. Ah.. gimana nasib anak cucuku kelak ya?
Tinggalkan Balasan