Saya baru saja membeli lisensi avast! antivirus profesional untuk jangka waktu penggunaan 3 tahun. Yah sudah lima tahun saya menggunakan edisi gratisnya (Home Edition), kini sedikit berkontribusi untuk versi profesionalnya. Apa bedanya? Mungkin secara bermakna tidak terlalu beda jika untuk menjaga keamanan saya rasa versi Home Edition sudah cukup, namun ini adalah kontribusi untuk perusahaan Alwil.
Secara mendetail bisa dilihat di situs resminya, antara detail versi profesional dan detail versi home. Gambar berikut mungkin dapat menjelaskannya secara singkat:
avast! Antivirus Home Edition:
avast! Antivirus Professional Edition:
Lihatlah yang berbeda pada versi Pro adalah penambahan Enhanced User Interface (tampilan antarmuka yang diperkaya), script blocker (menahan berbagai script berbahaya di internet), PUSH updates, dan command-line scanner.
Pertama untuk membelinya, saya menghubungi sistem penjualannya yang internasional (lihat bagaiaman menghubungi perusahaan Alwil sebagai pemroduksi avast! antivirus di halaman kontak Alwil). Kemudian saya diminta menghubungi langsung ke reseller resmi avast! di Indonesia, sehingga dapat mempermudah transaksi. Reseller resmi di Indonesia adalah PT Sistem Prima Infotek (Prima Partner Infotek). Melalui email, saya dijelaskan bagaimana proses pembelian lisensi. Setelah melalui transaksi dan beberapa administrasi, lisensi pun dikirimkan via email dalam sebuah berkas PDF terenskripsi. Berikut adalah contoh gambarnya.
Ya, untuk tiga tahun ke depan saya akan menggunakan versi pro dari antivirus versi terbaik AV-comparatives ini , setidaknya saat ini masih versi 4.8, dan pihak avast! telah menyampaikan pada saya langsung jika nanti edisi 5 terbit tidak lama lagi, maka upgrade tidak lagi dikenakan biaya apapun.
Setidaknya setelah versi 5 nanti keluar, saya masih (mungkin) akan punya kerjaan tambahan, karena tim penerjemah untuk avast sudah memberi respons positif mengizinkan saya ikut serta dalam proyek penerjemahan program ke bahasa lokal (bahasa Indonesia). Ada yang berminat ikut serta?
Tag Technorati: {grup-tag}avast antivirus,software keamanan,lisensi,pembelian lisensi,avast professional,avast free,avast home edition
Quote of the day: The best defense against the atom bomb is not to be there when it goes off. – Anonymous
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
7 tanggapan
latif
Saya mengapresiasi anda untuk membeli produk resmi.
Saya tertarik untuk menjadi reseller Avast, namun harganya masih mahal sekali. Harga reseller Karsperky cukup murah, apalagi avira.
Latif, karena targetnya berbeda, kalau Kaspersky kan menargetkan pengguna rumahan, jadi memang murah meriah, sedangkan avast untuk pengguna rumahan sudah disediakan produk versi gratis (lha lebih murah lagi kan) 🙂 – target produk berbayar avast! adalah para profesional yang bergerak dengan online market, ataupun korporasi yang memerlukan perlindungan memadai, sehingga penjualannya akan berbeda. Harga disesuaikan dengan target pasar dan kebutuhan konsumen kan, serta melihat kualitasnya, saya rasa harga yang ditawarkan saat ini cukup kompetitif.
oh ya, kalo saya pernah malah ada executable file di dalam keping cd dan perintah memformat, apa ada kontrol dari avast jika isinya exe berupa comand prompt..
Sure it is a virus? Koq bisa nyangkut di DVD :-DYa, nanti coba saya lihat. Sudah coba versi beta yang stabil? di forum avast!Recent blog:=- Plagiat Blog Yang Tidak Sehat?
ternyata ada virus di dvd yang lolos dari deteksi avast dengan vdf terbaru tapi terbaca oleh avira. saya lupa nama virusnya. nanti saya tanya temen dulu.Recent blog:=- Another Detail of University Web Guidelines
Tinggalkan Balasan