A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Untuk pengunjung blog sekalian, saya mohon maaf karena dalam dua hari ini sistem komentar di blog ini agak kacau. Saya sedang mencoba pengaya “intense debate comment” dari Automatic untuk blog ini, maksud saya karena berhubung jadwal saya yang semakin pada saya bisa melakukan moderasi dan pembalasan komentar blog via surel jika sembari menggunakan perangkat bergerak.

Namun tampaknya ID comment tidak memberikan solusi yang baik. Beberapa komentar menghilang, beberapa yang harusnya diblok justru lolos untuk moderasi, jumlah spam dan positif palsu menjadi di luar kontrol. Ah…, sepertinya satu-satu produk automatic yang bagus hanya mesin blog wordpress.

Kini saya sudah mengembalikan sistem kolom komentar sebagaimana aslinya. Ha ha…, padahal enak juga kalau bisa balas komentar via surel, jadinya tidak perlu masuk ke dahsboard wordpress atau pun halaman blog. Tapi saya tidak tahan dengan kekacauan dan beberapa bugs yang ada pada pengaya ini.

Automatic seharusnya lebih serius mengelola sistem komentar intense debate jika ingin bersaing, apalagi dengan rival beratnya Disqus yang kini sudah merambah hingga ke Apple Inc. Saya sudah memberikan masukkan saya dalam beberapa masalah yang saya temukan di plugin ini, tapi tampaknya tidak semua direspons dengan baik. Yah, itu sih terserah pihak sananya.

Sekarang sistem komentar saya kembalikan ke bentuk lama, semoga gangguan tidak terjadi lagi. Beberapa bagian komentar yang sedikit banyak rusak akibat pengaya intense debate ini saya akan biarkan begitu saja dulu, setidaknya bisa mengingatkan saya di masa depan jika ingin menggunakan pengaya ini kembali.

Since I got it back to normal, you may stop protesting me now

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

11 tanggapan

  1. wahyu Avatar
    wahyu

    saya juga kena spam seperti itu. gimana pak langkah-langkahnya mengembalikan?

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Wah, saya agak lupa, kalau Intense Debate sekarang menerapkan sistem baru, mungkin petunjuknya ada di situs resmi mereka. Sudah lama tidak menyentuh sistem komentar yang satu ini.

      Suka

  2. - H - Avatar
    – H –

    Nggak suka diprotes ya mas? 😀

    iya saya bingung neh kemarin, tapi sebenernya saya suka sih bentuk komentar seperti itu mas. Unik.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Pak Huang,

      Bukan ga suka diprotes, saya hanya tidak suka kalau orang lain kerepotan karena ulah saya 😀 – apalagi saya juga jadi ikut repot.

      Kalau suka coba saja digunakan Pak, tapi sayang wordpress.com belum bisa menggunakannya. Tapi dengan membeli domain dan melakukan hosting di wordpress.com fitur itu bisa digunakan dengan sekitar US$ 30 per tahunnya 😀 – atau pakai blog di blogger.com.

      Tapi yang sekarang juga sudah cukup keren kan 🙂

      Suka

  3. aldy Avatar
    aldy

    Anggap saja sebagai pembelajaran seperti yang bli Dani katakan.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Pak Aldy,

      Ha ha…, ya saya ngikuti nasihat senior sambil mengompori agar borang komentar daniiswara.net dibuka lagi 😀

      Suka

  4. suzan Avatar
    suzan

    gak apa – apa , sudah saya maafkan koq hihihih 😀

    Suka

  5. imadewira Avatar

    kebetulan beberapa hari ini saya jarang kesini, jadi ndak ngeh

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Bli Wira,

      Ha ha, Pak Dosen yang baru jadi pengasuh pasti sibuk terus 😀 – gimana kabar si kecil Bli?

      Suka

  6. dani Avatar
    dani

    Yang klasik masih usable kok. 😛 Tapi kalau tidak ada yang mencoba, ngga seru rasanya. Pihak pengembang juga punya alasan tersendiri. Belum pula menyasar unsur aksesibilitas. Baru sekadar usable. Hanya untuk kebanyakan pengguna normal. Sementara masih mengabaikan para difabel. 😦

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Bli Dani,

      Untuk fungsi mendasar yang diperlukan semua komentar, saya rasa memang comment.php bawaan wordpress yang paling bagus 🙂

      He he, setidaknya ruang hosting sekarang jadi lebih lega lagi setelah beberapa bagian itu disingkirkan 😀

      Nanti kalau ada yang baru, coba lagi. Ya, kalau setidaknya bisa menemukan alasan mengapa harus dicoba dan mengapa tidak diteruskan 😉

      Suka

Tinggalkan komentar