Kesrempet

Pagi tadi aku dibonceng adikku pulang kampung dengan sepeda motornya. Saat baru saja melewati pasar Blahbatuh, ada sebuah sepeda motor yang menyalip dari lajur kanan, namun malang kejadian itu begitu cepat, kami tersenggol dan sepeda motor kami oleng…

Aku bisa merasakan dalam sekejap kaki kananku bereaksi menyentuh badan jalan dengan cepat sembari menahan badan motor yang oleng. Dalam kejadian yang cepat itu, aku bisa melihat ternyata kendaraan yang nyrempet motor kami membonceng karung yang cukup melintang di bagian belakangnya – saya tahu belakangan bahwa karung itulah yang menyenggol stang motor kami dan menyebabkan oleng yang nyaris jadi kecelakaan fatal.

Kurasa aku masih cukup beruntung karena hanya sandal yang putus dan luka lecet di lutut kanan bagian dalam.

Mungkin ini bisa jadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Pastikan pengendara mengerti perubahan dimensi dalam kendaraannya. Tolong jangan asal melaju sambil bawa banyak barang seakan-akan tidak membawa apa pun.

Terkirim dari telepon Nokia E71 | http://www.legawa.com

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

%d blogger menyukai ini: