Pagi tadi aku dibonceng adikku pulang kampung dengan sepeda motornya. Saat baru saja melewati pasar Blahbatuh, ada sebuah sepeda motor yang menyalip dari lajur kanan, namun malang kejadian itu begitu cepat, kami tersenggol dan sepeda motor kami oleng…
Aku bisa merasakan dalam sekejap kaki kananku bereaksi menyentuh badan jalan dengan cepat sembari menahan badan motor yang oleng. Dalam kejadian yang cepat itu, aku bisa melihat ternyata kendaraan yang nyrempet motor kami membonceng karung yang cukup melintang di bagian belakangnya – saya tahu belakangan bahwa karung itulah yang menyenggol stang motor kami dan menyebabkan oleng yang nyaris jadi kecelakaan fatal.
Kurasa aku masih cukup beruntung karena hanya sandal yang putus dan luka lecet di lutut kanan bagian dalam.
Mungkin ini bisa jadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Pastikan pengendara mengerti perubahan dimensi dalam kendaraannya. Tolong jangan asal melaju sambil bawa banyak barang seakan-akan tidak membawa apa pun.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan