Kolam Renang Bukit Jati

Objek wisata dan rekreasi kolam renang rasanya sudah menjadi sesuatu yang wajib ada di sebuah wilayah/daerah. Renang mungkin masih termasuk olah raga yang murah dan terjangkau oleh masyarakat luas – tentunya sebelum menghitung juga area renang lain yang bisa dimanfaatkan.

Kolam renang Bukit Jati adalah kolam renang yang paling tua di kota Gianyar. Mungkin sudah ada sejak aku lahir dulu, dan percaya atau tidak, hampir tidak ada yang berubah di kolam renang ini sejak terakhir kali aku datang kemari 10 tahun yang lalu. Kecuali tampaknya beberapa fasilitas yang mulai menua dan rusak tanpa adanya tanda-tanda perbaikan yang berarti.

Semisal loker yang tua rusak tanpa kunci, kamar mandi yang berlumut tebal, ruang ganti yang juga tanpa kunci dan penuh corat-coret dengan aroma pesing di mana-mana. Rasanya kondisi 10 tahun yang lalu masih lebih bagus. Bahkan di hari minggu pagi, saat melompat ke kolam, kotoran yang mengendap keluar lagi ke permukaan, membuat mood berenang semakin tidak karuan.

Itulah mengapa saat kubaca di salah satu blog anggota dewan di DPRD Gianyar tentang rencana peningkatan tarif/restribusi masuk kolam renang bukit jati untuk menambah pemasukan pemda Gianyar, jujur aku kurang setuju. Tarif sekarang senilai Rp 6.000,- untuk dewasa sudah termasuk standar, bahkan di Yogyakarta, tarif pelajar senilai itu sudah mendapatkan kolam renang dengan fasilitas yang lebih baik.

Seharusnya kolam renang ditujukan bagi pengembangan kesehatan masyarakat melalui kegemaran berolah raga renang, dan kukira nilai tukar kesehatan masyarakat jauh lebih bernilai daripada pemasukkan tambahan bagi pemda. Membuat olah raga renang lebih atraktif dalam rangka menyehatkan masyarakat kukira adalah sebuah tantangan bagi pemberdayaan kesehatan masyarakat.

Hari ini berenangku agak tidak menyenangkan. Ha ha…, selain muntah karena pusing, bahkan aku napasku tidak cukup panjang untuk bisa berenang seperempat panjang kolam renang. Aku bahkan kehabisan napas saat berusaha menghabiskan lebar kolam renang. Ah…, itu menyedihkan.

Terkirim dari telepon Nokia E71 | http://www.legawa.com

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

Satu pendapat untuk “Kolam Renang Bukit Jati

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: