Objek wisata dan rekreasi kolam renang rasanya sudah menjadi sesuatu yang wajib ada di sebuah wilayah/daerah. Renang mungkin masih termasuk olah raga yang murah dan terjangkau oleh masyarakat luas – tentunya sebelum menghitung juga area renang lain yang bisa dimanfaatkan.
Kolam renang Bukit Jati adalah kolam renang yang paling tua di kota Gianyar. Mungkin sudah ada sejak aku lahir dulu, dan percaya atau tidak, hampir tidak ada yang berubah di kolam renang ini sejak terakhir kali aku datang kemari 10 tahun yang lalu. Kecuali tampaknya beberapa fasilitas yang mulai menua dan rusak tanpa adanya tanda-tanda perbaikan yang berarti.
Semisal loker yang tua rusak tanpa kunci, kamar mandi yang berlumut tebal, ruang ganti yang juga tanpa kunci dan penuh corat-coret dengan aroma pesing di mana-mana. Rasanya kondisi 10 tahun yang lalu masih lebih bagus. Bahkan di hari minggu pagi, saat melompat ke kolam, kotoran yang mengendap keluar lagi ke permukaan, membuat mood berenang semakin tidak karuan.
Itulah mengapa saat kubaca di salah satu blog anggota dewan di DPRD Gianyar tentang rencana peningkatan tarif/restribusi masuk kolam renang bukit jati untuk menambah pemasukan pemda Gianyar, jujur aku kurang setuju. Tarif sekarang senilai Rp 6.000,- untuk dewasa sudah termasuk standar, bahkan di Yogyakarta, tarif pelajar senilai itu sudah mendapatkan kolam renang dengan fasilitas yang lebih baik.
Seharusnya kolam renang ditujukan bagi pengembangan kesehatan masyarakat melalui kegemaran berolah raga renang, dan kukira nilai tukar kesehatan masyarakat jauh lebih bernilai daripada pemasukkan tambahan bagi pemda. Membuat olah raga renang lebih atraktif dalam rangka menyehatkan masyarakat kukira adalah sebuah tantangan bagi pemberdayaan kesehatan masyarakat.
Hari ini berenangku agak tidak menyenangkan. Ha ha…, selain muntah karena pusing, bahkan aku napasku tidak cukup panjang untuk bisa berenang seperempat panjang kolam renang. Aku bahkan kehabisan napas saat berusaha menghabiskan lebar kolam renang. Ah…, itu menyedihkan.
Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
[…] Bagi kami yang tumbuh dengan aroma sungai yang dipenuhi belukar hijau adalah kenangan yang luar biasa indah, bahkan hingga ke momen-momen di mana si anak terjatuh dan nyaris tenggelam karena lupa ternyata dia bisa berenang. Ah, ya tentu saja sungai adalah tempat belajar renang murah meriah secara autodidak bagi anak-anak. Walau sampai sekarang saya tidak bisa berenang dengan baik, setelah tragedi terakhir di bukit jati. […]
Tinggalkan Balasan