A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pengguna jejaring sosial twitter dan plurk sudah pasti selalu mencari aplikasi klien yang sesuai untuk keperluannya. Karena keduanya adalah jenis microblogging, pemanfaatannya juga lebih umum dibandingkan sebuah blog standar seperti yang sedang Anda baca saat ini.

Sayangnya kita tidak membahas keunggulan antara kedua jejaring sosial ini, karena bagi saya, dua-duanya memiliki struktur pengembangan yang unik dan berbeda sama sekali. Timeline twitter yang sederhana misalnya membuat orang bisa dengan mudah menggunakannya, sementara timeline plurk memiliki keunikan tersendiri yang memberikan gairah dan analogi serta privasi yang terangkai dengan apik dalam setiap percakapan yang berlangsung di dalamnya. Di satu sisi twitter tidak benar-benar bisa menutup diri dari publik, sementara sangkar si plurk menutup ini dengan kerangka diskusi yang bisa ditahan di dalam privasi yang kuat.

Tidak seperti twitter, plurk tidak memiliki banyak klien, jika pun ada maka itu berbasis Adobe AIR yang sangat sederhana – tidak mungkin dibandingkan dengan klien twitter seperti TweetDeck ataupun Seesmic. Tapi karena klien berbasis AIR biasanya lumayan menyita sumber daya komputer, maka saya rasa layak mempertimbangkan klien yang berbasis peramban.

Pengguna Mozilla Firefox mungkin sudah pada familiar dengan aplikasi pengaya (plugin) seperti Yoono dan Echofon yang merupakan klien twitter terbanyak yang digunakan via peramban berbasis Gecko yang satu ini.

Bagaimana dengan pengguna Google Chrome? Apa pilihan klien untuk twitter dan plurk?

Saya sendiri untuk Twitter saya memilih menggunakan Chromed Bird, klien twitter yang dirancang.

Chromed Bird – sebagaimana pratampil di atas – tampak ringan dan sederhana, sebuah pengaya khusus untuk mesin Chromium dan merupakan peranti lunak terbuka, artinya Anda dapat ikut mengembangkannya jika berminat. Sangat mudah digunakan. Didesain untuk penggunaan akun tunggal (bukan banyak akun sekaligus), sehingga pas untuk keperluan personal.

Sementara pengguna plurk dapat menggunakan pengaya Plurkium, walau tidak tampil seapik Chromed Bird namun Plurkium memenuhi unsur kebergunaan, karena merupakan bentuk kecil dari aplikasi mobile plurk, jadi jika pernah menggunakan mobile plurk maka tampilannya tidak akan jauh berbeda, atau jika Anda pernah mencoba Plurkit atau Plurk AIR sebagaimana yang saya tulis pada “Plurk Client – OpenSUSE 11.2” maka ini pun tidak jauh berbeda. Berikut adalah pratampilnya.

Saya suka plurk dengan emotikonnya yang unik dan menarik, itu membuat micro-blogsphere lebih berwarna, walau tentunya beberapa klien twitter seperti Choqok memiliki kemampuan yang serupa, biasanya twitter tidak memiliki emotikon.

Jika tertarik silakan melihat di bagian koleksi pengaya Chromium.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Cahya Avatar

    Asop, ho ho…, memangnya perlu? 😀

    btw, kok Safari-nya belum dipasang versi yang baru?

    Suka

  2. Asop Avatar

    Saya bukan pengguna keduanya. 😀

    Suka

  3. Cahya Avatar

    @Bli Wira, waduh kalau sama yang ahli di bidang komputer dan netter, justru saya yang malah <abbr title="gagap teknologi">gaptek</abbr> nih Bli. Kan ilmunya rata-rata dari Bli Wira juga 🙂

    @Bidan Yuni, ya jadi kebiasaan mungkin ya, kalau menggunakan internet sedikit ada salah satu dari sekian banyak akun itu.

    @Julie, tergantung kebutuhan sih, saya perlu yang ringan dan personal, jadi saya pilih yang jadi satu dengan peramban saja, tapi tidak perlu membuka twitter di web juga.

    @Kika, orangnya penasaran ya, boleh dah dicoba semua, tapi pelan-pelan saja, nanti malah terpleset lho 😀

    Suka

  4. julie Avatar
    julie

    ow ow ow ternyata untuk membuka twitter pun ada macam2 engine ya cahya 😀

    Suka

  5. bidan yuni Avatar

    mungkin karena baru di dunia maya saya termasuk baru juga dalam menggunakan twitter..

    Suka

  6. imadewira Avatar

    thanks atas tulisannya bro, jadi lebih banyak tahu tentang twitter, maklum gaptek n katrok, hehehe

    Suka

  7. Cahya Avatar

    @Wahyu, ha ha…, karena pakai template gelap jadinya banyak yang tersesat. Biasa sih, kalau tidak terlalu sering bercengkerama dengan microblogging jadinya tidak penting juga tahu tentang beginian.

    @Jarwadi, gimana ya Pak, saya sendiri lebih suka di plurk, mungkin karena native-nya ada di sana 🙂

    Suka

  8. jarwadi Avatar

    saya lebih enjoy di twitter, ya karena suka saja, meski kadang saya juga masih buka buka plurk hehe

    Suka

  9. wahyu nurudin Avatar

    sori ya aku lupa templatemu. aku jadi lupa kalo ini punya cahya. aku nggak bergitu ngerti apa itu AIR, chromed, yoono dll. tapi baca sekilas aja deh. dimaafin kan?

    maf deh. komentarnya nggak ngilmu.

    Suka

  10. kikakirana Avatar
    kikakirana

    QK belum pernah coba plurk :mrgreen:
    tapi setelah baca postingannya maz cahya,,,
    sepertinya nggak ada salahnya di coba,,,
    biarpun nantinya nggak suka ya paling nggak sekedar tahu aja… 😛

    HIDUP!!! ^_^

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Cahya Batalkan balasan