Lega rasanya jika punya akses internet cepat jika banyak memiliki aktivitas di dunia maya yang lumayan bikin lompat ke berbagai halaman. Sayangnya, sebagaimana telah dikeluhkan sejak zaman dulu di negeri ini, maka infrakstruktur internetnya dapat dibilang ketinggalan – dan terserah masing-masing orang mau berargumentasi apapun tentang masalah ini.
Saya hanya tidak ingin terganggu dengan kecepatan akses yang tidak mumpuni ini. Dan memang saya juga tidak memiliki keinginan untuk mengganti ke kecepatan akses yang lebih tangguh – karena setangguh apapun layanan dari ISP saat ini, ya, masing-masing akan menemukan kelemahannya. Sehingga saya mengambil jalan tengah.
Saya lebih sering berselancar di dunia maya dengan menggunakan “mata tertutup” – alias mode “disable images”, salah satu cara untuk mempercepat akses ke sebuah website atau halaman di internet – termasuk blog. Jadi semua unsur gambar akan dipangkas dan dimatikan di peramban, sehingga yang tampak hanya unsur teks saja – alias tulisan saja.
Jadi mohon maaf, bagi teman-teman yang sudah cantik-cantik mendesain blognya, saya tidak bisa melihat desain itu, karena pada akhirnya saya juga hanya membaca teks saja. Bagi yang memasukkan banyak foto ke dalam tulisannya saya juga tidak bisa melihatnya, namun jika Anda menempatkan teks alternatif untuk gambar, mungkin saya masih tidak begitu kehilangan informsi tentang gambar atau foto yang dipajang di blog. Bagi yang meletakkan CAPTCHA sebagai sistem pengaman, ya mungkin saya belum berjodoh untuk ikut memberikan masukkan pada tulisan teman-teman.
Ah…, beginilah kehidupan fakir bandwidth, tapi saya bisa mengakses banyak halaman dengan lebih mudah. Walau pada akhirnya, saya juga tidak bisa membaca terlalu sering.

Tinggalkan Balasan ke iskandaria Batalkan balasan