Les pèlerins au-dessus des nuages

Ada banyak hal yang berada di luar keterbatasanku, dan batasan inilah yang membuatku seorang manusia. Aku terjatuh, berdiri, berjalan, melangkah, tersandung, melompat, dan terjun segalanya ada dalam batasanku.

Sepertinya ada putaran rantai yang lebih besar yang tak dapat kupahami. Dan kutahu itu di luar batasanku. Kehidupan begitu rapuh, namun mengetahui itu membuat kita menghargainya. Apa pun itu, suatu saat akan runtuh, jika batasanku tak mampu lagi menyangga kehidupan ini, aku hanya tak ingin membenci ketidakberdayaanku akan kehidupan, karena dalam kebencian cinta itu akan mati dan pupus – kehidupan yang rapuh pun akan kehilangan maknanya.

Pun demikian, biarkanlah yang terjadi terjadi, tidak ada yang bisa kulakukan untuk memutar balik waktu, pun jika kubisa, itu tak akan mengubah apa-apa yang bermakna bagi sebentuk kehidupan.

Artikel Baru Terbit

  • Sandi Vitruvian · Bab 4: Catatan Vitruvian
    Sebuah film kaca setipis kulit bawang dibaca selapis demi selapis, dan tulisan di dalamnya ternyata memakai tanda yang Kaelen kenal sejak kecil. Di Catacomb Markets, seorang penjaga menjelaskan arti sebuah nama yang seharusnya sudah terkubur.
  • Ulasan Animasi: Persepolis karya Marjane Satrapi
    Animasi hitam-putih tentang masa kecil di Iran pascarevolusi ini membuat sejarah yang jauh terasa dekat. Ulasan tentang mengapa Persepolis (2007) penting, tanpa bocoran.
  • Jamu Kunyit dan Temulawak: Apa Kata Bukti Ilmiah?
    Jamu kunyit dan temulawak punya dasar bukti untuk nyeri sendi, tetapi tidak untuk semua klaim. Kenali dosis, mutu produk, dan risikonya sebelum rutin minum.
  • Penyakit Arteri Perifer: Ketika Betis Nyeri Saat Berjalan Ternyata Tanda Pembuluh Darah Menyempit
    Betis pegal atau kram saat berjalan, lalu reda ketika istirahat, bisa menandakan penyakit arteri perifer. Kenali gejala, cara diagnosis dengan ABI, dan pengobatan menurut pedoman ACC/AHA 2024 dan ESC 2024.
  • Siang di Atas Aspal
    Puisi untuk para pemuda yang melangkah ke jalan di Jakarta pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026: semangat yang membakar, doa yang menggetarkan, dan harapan yang membangkitkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar ladeva

    Pas baca tulisan ini kok mendadak ada suara Titiek Puspa di telingaku ya, “Yang terjadi terjadilah…yang kutahu Tuhan penyayang umatnya” hahaha 😀

    1. Avatar Cahya

      Wah, ternyata Deva penggemar Titiek 🙂

  2. Avatar kodokz

    “Nobody can’t go back and start a new beginning, but anyone can start
    today and make a new ending..”

    yang terjadi biar terjadilah, tapi kita harus tetap berusaha untuk memulai suatu yang baru dan tentunya untuk berhasil…
    *doh, ngomong apa toh aku ini*
    heee

    salam kenal 😆

  3. Avatar Yolis

    hmm… begitulah kehidupan… kadang merasa di atas, kadang juga kita harus merasakan berada di bawah… just keep the spirit yah ^^

    1. Avatar Cahya

      Makasih Yolis :).

Tinggalkan Balasan