Menyulap blog menjadi sebuah halaman yang populer mungkin merupakan ‘godaan’ bagi banyak narablog, sesuatu yang membuat eksistensi nge-blog itu menjadi serasa nyata bukan sesamar dunia mayanya. Namun tidak semua narablog memiliki paradigma seperti itu.
Tentu saja bagi saya pribadi ini bukannya tanpa pertimbangan. Blog yang tidak populer is fun in other terms. Beberapa keuntungan blog yang tidak populer adalah…
Minim keluhan
Tidak ada yang sering mengeluh ini & itu, misal terlalu banyak artikel yang diterbitkan dalam sekali waktu-lah, atau sebaliknya blog terlalu jarang diperbarui. Bahkan sampai keluhan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Minim tanggapan
Tidak akan ada banyak tanggapan yang masuk, jadi artinya lebih banyak waktu pengelolaan blog untuk fokus pada konten yang benar-benar ingin kita tuangkan. Kecuali mau membiarkan saja tanggapan itu – pun demikian rasanya juga tidak masalah.
Minim anggaran
Sudah memiliki lebar pita bulanan bergiga-giga, tapi masih khawatir itu tidak cukup? Ya, jika blog tidak populer, maka semua itu tidak perlu dikhawatirkan. Kita bisa ngeblog dengan anggaran seadanya.
Minim godaan
Kalau sudah tidak populer mau digoda bagaimana lagi coba. Ingin memasang ‘ads’ (iklan) tapi tidak ada yang lihat, ya percuma saja. Bayangkan saja WordPress konon hanya menawarkan kerja sama pemasangan iklan pada domain gratisnya jika lalu lintas kunjungan harian mencapai angka minimal 50.000 kunjungan per harinya – kalau WordPress saja menerapkan angka kunjungan per hari yang baru bisa dicapai blog ini dalam jangka waktu 3 tahun lebih, buat apa memasang iklan jika begitu (tidak mau kalah standar ceritanya).
Minim ancaman
Blog yang populer biasanya cenderung – menurut analisis saya – jadi sasaran tangan usil peretas. Kalau blog tidak populer ya sudah, ada atau tidak ada di dunia maya, tidak akan ada yang cukup acuh. Bisa terus ngeblog dengan tenang.
Nah, apakah blog anda termasuk blog yang populer atau tidak?

Tinggalkan komentar