A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Menyulap blog menjadi sebuah halaman yang populer mungkin merupakan ‘godaan’ bagi banyak narablog, sesuatu yang membuat eksistensi nge-blog itu menjadi serasa nyata bukan sesamar dunia mayanya. Namun tidak semua narablog memiliki paradigma seperti itu.

Tentu saja bagi saya pribadi ini bukannya tanpa pertimbangan. Blog yang tidak populer is fun in other terms. Beberapa keuntungan blog yang tidak populer adalah…

Minim keluhan

Tidak ada yang sering mengeluh ini & itu, misal terlalu banyak artikel yang diterbitkan dalam sekali waktu-lah, atau sebaliknya blog terlalu jarang diperbarui. Bahkan sampai keluhan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Minim tanggapan

Tidak akan ada banyak tanggapan yang masuk, jadi artinya lebih banyak waktu pengelolaan blog untuk fokus pada konten yang benar-benar ingin kita tuangkan. Kecuali mau membiarkan saja tanggapan itu – pun demikian rasanya juga tidak masalah.

Minim anggaran

Sudah memiliki lebar pita bulanan bergiga-giga, tapi masih khawatir itu tidak cukup? Ya, jika blog tidak populer, maka semua itu tidak perlu dikhawatirkan. Kita bisa ngeblog dengan anggaran seadanya.

Minim godaan

Kalau sudah tidak populer mau digoda bagaimana lagi coba. Ingin memasang ‘ads’ (iklan) tapi tidak ada yang lihat, ya percuma saja. Bayangkan saja WordPress konon hanya menawarkan kerja sama pemasangan iklan pada domain gratisnya jika lalu lintas kunjungan harian mencapai angka minimal 50.000 kunjungan per harinya – kalau WordPress saja menerapkan angka kunjungan per hari yang baru bisa dicapai blog ini dalam jangka waktu 3 tahun lebih, buat apa memasang iklan jika begitu (tidak mau kalah standar ceritanya).

Minim ancaman

Blog yang populer biasanya cenderung – menurut analisis saya – jadi sasaran tangan usil peretas. Kalau blog tidak populer ya sudah, ada atau tidak ada di dunia maya, tidak akan ada yang cukup acuh. Bisa terus ngeblog dengan tenang.

Nah, apakah blog anda termasuk blog yang populer atau tidak?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Mas Ganda,

    Wah ini dia pemilik blog populer se-Indonesia, walau sering mati suri, tapi tak pernah sepi dari para antusistis yang berjunkung :).

    Mas Is,

    Nah, kalau masalah kategori, saya pakai perasaan saja. Menjadi populer atau tidak, itu bagian dari proses nge-blog, hanya saja saya suka membiarkan itu alami. Artinya tidak sengaja memopulerkan blog, juga tidak dengan sengaja menahan blog agar tidak populer. Biarkan saja mengalir.

    Mas Rismaka,

    Ha ha…, kalau situ sih sudah tidak terbantahkan lagi, jangankan blognya, gravatar-nya saja pernah saya lihat jadi salah satu ikon aplikasi di facebook :D.

    Bli Wira,

    Nah, setidaknya kan sudah mencoba jadi populer, yang penting sudah usaha, hi hi :D.

  2. Avatar Planet Orange

    Sama mas, saya juga beruntung punya blog yang tidak populer…hehehe masih untung aja ya mas…

  3. Avatar imadewira

    blog saya termasuk yg gagal populer, hehe

  4. Avatar rismaka
    rismaka

    Untung blog saya tidak populer 😛 Tapi herannya kok masih ada yang bilang kalau blog saya itu blog populer ya? Ini kan fitnah 😆

  5. Avatar Cahya

    Gadgetboi,

    Pingin menikmati hari-hari sepi pengunjung lagi, makanya saya juga membuat beberapa blog yang tenang dan damai serta privat :).

  6. Avatar Cahya

    Asop,

    Populer dari sisi mananya? Hi hi, but nothing more than feeling-lah, kalau dari kacamata relativitas ini masih kalah jauh sama blog yang saya rasa populer :D.

    Nah, usia kan tidak ada hubungannya saya popularitas, seperti di televisi ada istiliah idola cilik :).

  7. Avatar Vicky Laurentina

    Blog saya nampaknya blog populer, soalnya sudah mulai ada yang ngancem. 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca