Harus diakui saya cukup kaget saat malam ini menonton sebuah film animasi yang bagi saya cukup baru. Sebuah film animasi buatan Thailand diputar di salah satu stasiun televisi malam ini. Karena judul dan pembukaannya yang menarik, saya meneruskan diri untuk menontonnya. Ada sesuatu yang menarik di sini – begitu pikir saya.
Judul film itu ditulis “Khan Ktway 2”, saya tidak tahu mengapa stasiun televisi menulis itu. Karena dari penulusuran saya, judul aslinya adalah “Khan Kluay 2”, atau dikenal juga dengan “Khan Kway 2”. Film ini adalah lanjutan film animasi “Khan Kluay” yang sebelumnya sudah dirilis pada tahun 2006.
Ternyata film ini masih cukup baru, karena di negeri asalnya sendiri dikatakan dirilis tahun lalu, sekitar akhir Maret 2009. Film animasi ini berkisah tentang kehidupan gajah di negeri Siam (Thai) pada era Kerajaan Ayutthaya. Di Film pertamanya diceritakan bahwa gajah kecil ini kabur dari ibunya dan berakhir menjadi gajah tempur pribadi milik Raja Naresuan. Konon kisah ini berdasarkan “Chao Praya Prab Hongsawadee” oleh Ariya Jinttapanichkarn.

Walau belum sehalus efek yang dihasilkan film-film animasi seperti Finding Nemo, Wall-E atau Up besutan Studio Pixar, namun setidaknya tidak akan kalah dengan film-film animasi lainnya, seperti Monster vs. Alien, dan film dengan karakteristik animasi sejenisnya. Saya kaget jika Thailand bisa menghasilkan film animasi sebaik ini, efek grafis 3D-nya, suara latarnya, musik latarnya, jalan cerita, dan pewatakan yang sangat menawan. Menonton Khan Kluay II seperti, sedang menyaksikan dongeng yang hidup.
Di film ini dikisahkan ketika Khan Kluay ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Penghancur Hongsawadee (Lord Defender Againts Hongsawadee) – merupakan gelar tertinggi gajah tempur di kerajaan Ayutthaya dan sekaligus gajah tempur pribadi sang raja.
Karena Kerajaan Ayutthaya terus menerus diserang oleh Hongsa, maka Khan Kluay sangat sibuk dengan peperangan di sana-sini, termasuk melatih gajah-gajah tempur kerajaan (pasukannya sendiri) seni beladiri Muay Thai. Anda bisa tersenyum geli melihat animasi gajah-gajah yang belajar memukul dan menendang ala beladiri khas Thai itu (oh…, mungkin mereka tidak memukul, namun hanya menendang saja).
Chaba Kaew – gajah yang menjadi pasangan hidup Khan Kluay merasa ia semakin tidak mendapat perhatian, karena Khan Kluay terlalu sibuk dengan urusan kerajaan, hingga pertengkaran membuat Chaba Kaew memilih pergi ke kampung halamannya untuk membesarkan anaknya yang akan segera lahir.
Khan Kluay tidak mampu mencegah karena sebagai gajah kerajaan ia tidak bisa meninggalkan tugasnya menjaga kerjaan dari ancaman musuh. Sementara ibu Khan Kluay – Sang Da berjanji akan menemani dan menjaga Chaba Kaew selama berada di kampung halaman sehingga Khan Kluay tidak perlu khawatir selama menjalankan tugas negara.
Sekitar dua tahun tidak banyak kabar dari kampung halamannya, sampai tiba-tiba pamannya – Chitlit, terbang padanya (percayalah pamannya ternyata merpati kecil yang lucu) membawa kabar buruk bahwa kampung halamannya diserang oleh tentara Hongsawadee, dan ibunya terbunuh ketika mencoba menyelamatkan keluarganya, serta ia tidak tahu di mana istri dan kedua anak kembarnya berada.

Khan Kluay sangat terpukul. Diam-diam ia mengambil keputusan yang berat, ia pergi dari kerajaannya – meninggalkan kewajibannya dengan risiko dihukum mati, untuk pergi menyelamatkan keluargannya.
Sementara di sisi Kerajaan Hongsawadee, di mana penyihir kerajaan – Onsa sedang membangun rencana dan menyiapkan senjata mematikan rahasia mematikan guna menghancurkan Kerajaan Ayutthaya selamanya.
Dapatkah Khan Kluay menemukan dan menolong keluarganya, akankah Kerajaan Ayutthaya hancur di tangan musuh? Dan intrik tersembunyi apa yang masih ada di film animasi ini? Yah, bagi yang belum menonton, silakan menonton filmnya, karena sangat sayang untuk dilewatkan.
Anda akan menyaksikan bagaimana kehidupan gajah dengan tradisi kebijaksanaan kuno negeri Siam, bersama dengan sentuhan modern animasi yang indah. Tidak kalah beraneka gajah warna-warni yang kocak dan energik akan sangat menghibur, dan ketegangan jalan cerita yang tentu juga tidak kalah membuat serunya film animasi ini. Anda akan melihat animasi pertempuran yang sungguh apik, mengingatkan saya ketika menonton legenda rakyat yang juga diangkat ke dalam dua dimensi – Mulan oleh Walt Disney.
Saya rasa tidak akan menyesal bisa menontonnya bersama keluarga. Karena film ini akan saya masukkan dalam daftar rekomendasi saya.
Gambar-gambar di atas bersumber di “Review: Khan Kluay II”.

Tinggalkan Balasan ke Andre Batalkan balasan