A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bhyllabus baru saja mengenakan desain mobile minimalis yang didukung oleh arsitektur MobStac, salah penyedia konversi blog ke desain yang mendukung peremban ponsel seperti Symbian, iPhone, Android dan lain sebagainya.

Sekarang Bhyllabus dapat diakses dengan mudah & sederhana melalui subdomain m.catatan.legawa.com bagi pengguna ponsel. Huruf kecil “m” di depan menandakan bahwa itu adalah subdomain khusus mobile browser.

Keunggulan layanan ini adalah pemasangan yang mudah, dan penambahan record di CNAME juga sederhana. Mampu memisahkan akses ke blog kita dan menyimpan setelan versi mobile di server mereka (hanya saja pemilik domain pribadi bisa mengarahkan sesuai dengan CNAME record yang ada). Juga mendukung layanan Adsense dari Google, pas buat mereka yang gemar meraup dollar dari Internet. Karena pembacaan dari sinkronisasi sindikasi, maka bukaan halaman blog yang sudah dikonversi menjadi sangat ringan & cepat.

Kekurangan layanan ini juga ada, karena ia berbasis pasokan sindikasi/RSS, maka pengunjung versi mobile tidak bisa memberikan tanggapan, alias tidak tersedia borang tanggapan (comment box). Jadi halaman yang ada begitu statis untuk sekadar membaca saja, seperti tampilan koran daring. Namun di bagian bawah tulisan disediakan pranala menuju tulisan asli di domain blog asal, sehingga bisa diberikan tanggapan. Pun demikian sama artinya, jika blog kita tidak mendukung mobile browser maka akan memberatkan pengunjung.

Mobstac juga tampaknya tidak melakukan kompresi pada berkas multimedia, seperti gambar misalnya. Sehingga, gambar tetap tampil dengan ukuran aslinya secara default.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Mas Ganda,

    Kurang asyik? He he…, setidaknya borang komentar asli belum ditutup.

  2. Avatar ganda
    ganda

    Kurang mengasyikkan saja menurut saya kalau tidak bisa memberi komentar via mobile device. 😀

  3. Avatar Cahya

    TuSuda,

    Ya, sepertinya hanya membuat blog hanya untuk dibaca saja Dok :).

  4. Avatar Cahya

    Pak Jarwadi,

    Boleh, dari ponsel-pun boleh kok, jika ada masukkan, justru bisa membantu saya untuk lebih baik lagi.

    Bli Pande,

    Saya belum pernah mencoba pengaya tersebut, paling hanya Wapple yang sekarang cukup bagus menurut saya.

  5. Avatar panDe Baik

    Saya pribadi menggunakan plugins WP-PDA untuk mengakses halaman blog via mobile. hasilnya lumayan baik dan pengunjung tetap bisa meninggalkan komentar seperti mengakses blog dari pc…

  6. Avatar jarwadi

    asyiiiik, bisa nyaman kalau jalan jalan ke sini dari ponsel, waktu didepan pc saya sedang makin kurang 😀

  7. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Sesuai namanya, model ini bersifat statik, sayang sekali bila tidak bisa memberikan komentar langsung via HP. 🙂

  8. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    He he…, saya hanya pernah mencoba iPad sekali. Dan saya lihat itu bisa menjadi pengganti dunia mobile assistant computing yang lebih baik dari smart phone karena teksnya lebih mudah dibaca dan navigasinya lebih sederhana.

    Ya, harganya selangit. Itu sama sekali tidak cocok untuk negera berkembang seperti kita.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca