Tenggorokan yang bandel

Sudah dari beberapa hari ini tenggorakanku meradang ringan dengan penuh suka citanya. Ndak tahu juga, rasanya sebelum tiba di Jogja mungkin. Aku sendiri malas minum obat – kalau tidak sampai pada poin tertentu yang memang kuanggap perlu.

Aku hanya minum banyak air, makan buah, dan berusaha sedikit bicara, alias cuap-cuap (tapi konsekuensinya aku malah jadi malah banyak menulis, sama embernya).

Nah, ndak apa-apa, sesekali sakit ringan menemai hidup adalah kenyamanan tersendiri. Padahal banyak kacang di kamar tapi ndak berani nyentuh, ah, mereka beruntung sekali, padahal biasanya sudah habis lumat dalam mulutku.

Hmm…, matahari pagi sudah terbit, mungkin sudah waktunya berjemur :).

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

%d blogger menyukai ini: