Akhir tahun adalah waktunya sedikit melihat tema-tema baru yang ada di seputar mesin WordPress, walau sebenarnya saya masih menyukai “The Erudite”, tapi saya ingin sedikit melihat kiri & kanan untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang baru.
Kali saya menemukan sebuah tema bernuansa klasik yang ingin saya coba, tentu saja masih beraroma tipografi yang kental. Seperti mencicipi kopi hangat sehabis hujan, saya ingin melihat apa yang bisa dilakukan tema yang baru ini.
Tema ini bernama “Typominima” yang menurut penciptanya mengandung maksud konsep typografi yang bertemu dengan konsep minimalis. Dirancang bagi penulis yang ingin menuangkan hobinya menulis tanpa terganggu banyak hal.
Masih dalam versi 1.0, yang bermakna bahwa tema ini masih baru saja dirilis, dan tampaknya belum ada di dalam daftar koleksi tema wordpress.org. Yang unik dalam tema ini adalah penggunaan “ cufon” – yaitu sistem penggantian fonta agar tampak lebih indah di mata.
Tema ini tentu saja masih dapat dimodifikasi sesuai dengan selera. Jika Anda suka menulis dalam halaman yang minimalis & indah, maka tema ini sesuai untuk Anda. Untuk beberapa waktu ke depan, tema ini akan tampil di Bhyllabus, silakan menyampaikan pendapat anda tentangnya.
Rambut rontok bisa berarti penipisan menahun akibat alopesia androgenetik, atau kerontokan sementara pascastres (telogen effluvium). Kenali bedanya, kapan perlu ke dokter, dan pilihan terapi yang didukung bukti.
Panduan dislipidemia terbaru ACC/AHA 2026 mengubah cara menilai risiko kolesterol tinggi: kalkulator PREVENT-ASCVD menggantikan alat lama yang terlalu melebih-lebihkan risiko, target LDL-C kembali diperketat, dan biomarker seperti Lp(a) serta apoB kini direkomendasikan. Artikel ini mengulas implikasinya, termasuk tantangan penerapannya dalam konteks layanan kesehatan Indonesia.
Edisi #1: usulan MSCI menurunkan status pasar Indonesia membuat IHSG anjlok 14,91% sepekan dan rupiah menembus Rp18.000, di tengah inflasi AS yang memanas dan Brent menyentuh US$110.
Ulin suka menghitung segalanya, termasuk untung dan rugi. Di malam bersalju, tujuh batu penunggu di pinggir jalan mengajarinya sesuatu yang tak bisa dihitung.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan