A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

As you probably know, Manvahana is my official weblog. I do some changes recently, but nothing as a major change. It was created August this year (announced on “Manvahana Winter Project”), and develops slowly as its keeping it’s pace.

I put typominima as its theme, for artistic & aesthetic aspects. It gives a bright sensation over the pages & posts, I love seeing it on Manvahana. Better typography I think the best choice for my urge of art of writing, but obviously I am not an artist.

There are no much plugin such in Bhyllabus. I only use akismet for antispam, a kind of plugin to manage ads (I’m researching on this one), plugin to integrate with my Plurk account, and a plugin for caching my blog.

Surely, I still use Odiogo service for Manvahana. So you are not only able to read it, but also listening it just like listening your favourite radio station. It makes my blog take a longer time to load, but it still worthy I think, I mean, how many blog you can actually listen to them out there? Especially when you were to lazy to read them by yourself.

Powered with Google Feedburner, it gives flexibility to manage the feeds for its’ readers (like hell there were). Faster page loading, and personal aspect on readability will be a new inspiration here. But Manvahana never means to be mobile friendly, so you may have a hard time if accessing it from mobile/smart phone.

About the old Manvahana’s design, you can read a review about it here – by Dani Iswara.

So, how about you? Have you redesign your blog recently?

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
  • Air yang Merenggut Nyawa: Tujuh Strategi Global Mencegah Tenggelam dan Relevansinya bagi Indonesia
    Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Tidak perlu sampai begitunya, yang ini juga sudah pas Pak.

    Wah, sudah mulai pakai beta Chrome ya sekarang di Ubuntu :).

  2. Avatar Aldy

    Theme-nya gonta ganti mas, mungkin bisa minta bantuan sama php ninja, agar bisa ganti theme otomatis.

  3. Avatar Cahya

    Darin,

    Ha ha…, redesign surely can be addicting, so watch out everyone.

    But, why I can't find any comment form on your blog?

  4. Avatar Darin

    Yup, either do I.

    Recently, I'm on fire for being fascinated in redesigning my blog template. Lucky me, I found some great resources and that's good for my learning about coding.

    But for hours I realize..designing make me like junkies, it's addicted! 😀 I can't stop for just one minute to change color, layout and details. Being satisfied was a myth!

    Nah, as we know, blogger always in proggress 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca