Tempat duduk sebuah bus malam kelas ekonomi terasa cukup nyaman bagiku yang memang sedari dulu tidak begitu menyukai perjalanan jauh. Dari Bali (terminal Ubung), hingga sampai di Yogyakarta (daerah Janti) diperlukan waktu rata-rata 16 – 18 jam perjalanan darat, termasuk sekitar 1 jam untuk makan malam dan istirahat.
Terminal memiliki kesibukannya tersendiri. Penumpang yang menunggu antrian atau keberangkatan, berjejal saling tumpang tindih. Tentu saja kita sudah tahu bahwa janganlah berharap terminal bus yang rapi dan bersih, seadanya adalah apa yang bisa kita temukan.
Di mana-mana asap rokok membumbung tinggi, dan aromanya begitu menyengat. Pedangang asong berkeliling dengan matanya yang jeli seakan benih-benih asa meliriknya jua dari kepala-kepala yang jenuh di dalam terminal.
Kadang sesekali melintas peminta-minta yang menggendong anaknya, usianya mungkin sekitar 30-40-an tahun. Pemandangan kontras yang jika melihat seorang nenek yang sudah membungkuk dengan usia di atas 70-an tahun rasanya, matanya yang tua berusaha mencari kaleng dan botol minuman bekas, ia memilih menjadi pemulung daripada peminta-minta mungkin.
Ah, rasanya, ini akan jadi perjalanan panjang.


Tinggalkan komentar