Nasi Bali Berbeda Rasa

Mungkin karena kokinya bukan orang Bali? Hmm…, saya rasa tidak demikian. Karena seharusnya dari manapun seorang koki tidak selayaknya memengaruhi kemampuan memasak. Tapi saya rasa memang disajikan berbeda saja.

Memasak menu Bali itu rumit, apalagi jika ingin menampilkan sebuah menu komplit. Banyak bahan yang diperlukan, dan biayanya tidaklah murah, karena itu biasanya hanya dimasak pada saat acara tertentu saja, dan tentunya sebagaimana masakan lain umumnya, hanya bertahan setengah hari.

Jika Anda punya rumah makan masakan Bali, jika tidak yakin pengunjung akan banyak – biasanya tidak berani menyediakan masakan dalam jumlah banyak. Ah, tapi itu sih memang sudah aturan baku pemilik rumah makan.

Jadinya untuk menampilkan agar tampak seperti nasi Bali, maka diperlukan sedikit pengubahan, sehingga jadinya malah seperti menu cepat saji. Dan tentu saja disesuaikan, karena menu sebenarnya bisa jadi sangat pedas, dan di sini dibuat lebih manis dan disesuaikan dengan cita rasa lokal.

Tertarik mencoba seporsi? Bisa datang langsung ke Angkringan Q yang tepat berada di sebelah Barat Hotel Aryuka, Perempatan Kentungan – Sleman.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

4 tanggapan untuk “Nasi Bali Berbeda Rasa

    1. Ha ha…, apakah di situ ada camilan? Kayanya di sana tidak bisa ke Utara deh, soalnya Pandega Satya itu arahnya serong Timur Laut – Barat Daya :D.

      Suka

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: