A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebenarnya saya sudah bertanya pada Bli Dani Iswara si pengguna ArchLinux (karena sama-sama pakai Gnome), apa dia menggunakan wvdial saat menghubungkan modemnya yang sejenis? Tapi malah dikatakan menggunakan Network Manager. Saya juga sempat menyeletuk tentang hal ini di blognya Mas Ganda Manurung.

Alhasil, saya justru malas lagi. Akhirnya saya pakai jalan pintas saja, saya buka jendela prefensi Network Manager yang ada di deskbar/workbar, di sana ada setelan untuk GSM connection. Lalu beberapa poin saya ubah, pertama nama koneksinya (sebenarnya sih tidak bakal berpengaruh) jadi IM2 ECO (boleh saja pakai nama lain).

Langkah berikutnya adalah menyetel agar melakukan sambungan otomatis, jadi begitu modem dihubungan, maka sistem akan mengenalinya dan melakukan panggilan/koneksi. Lalu isi data lain sesuai dengan akun pengguna, misal nomor dial-up, username, password, APN dan PIN (opsional), pada bagian selanjutnya pastikan protokol PAP terpilih.

Lalu simpan perubahan, dan modem akan menyambung dengan sendirinya. Sayangnya, karena modem Huawei E22o ini entah mengapa suka un-plug sendiri, sehingga sambungan bisa putus di tengah jalan. Untungnya dia akan menyambung sendiri sekitar 30 detik kemudian, tapi kan tidak asik juga. Namun setidaknya ini lebih baik daripada di Windows, yang tidak bisa melakukan redial otomatis, sehingga kita mesti melakukan sambungan berulang kali dari software IM2 mobile connect.

Setidaknya Linux yang saya gunakan punya keunggulan tersendiri dibandingkan Windows. Nah, kalau pakai modem Huawei E220, memang lebih enak berinternet dengan Linux. Dan berapakah kecepatan akses internet saat ini?

Tes kecepatan unduh/unggah IM2 ECO di Yogyakarta

Jika gambar tersebut kurang jelas, silakan diklik untuk melihat versi besarnya.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

22 tanggapan

  1. Avatar dani

    Cahya,

    Saya memang pemakai lawas modem itu di Linux. Kok ya aman-aman saja ya…

    1. Avatar Cahya

      Bli Dani,
      Ha ha…, di situ kan walau modem lawas selalu dikipasi hingga sejuk, di tempat saya modem sangat cepat jadi panas, karena sering dipakai ngompori mungkin – ndak tahu deh.

  2. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Wuih, kenceng banget tuh speed donlotnya. Saya paling banter cuma nyampe 500KBps aja (sinyal 3G Telkomsel Flash). Itu pun cuma beberapa kali (dulu, beberapa bulan silam). Sekarang? Huuh, nurun drastis deh. Memasuki bulan ketiga, kayaknya speed donlot Flash Unlimited (pakai Simpati Freedom) sengaja diturunkan. Bulan pertama dan kedua rata-rata 40-an KBps. Bulan ketiga? Nurun jadi 5-7 KBps aja 🙁

    Oya, saya pakai modem AT&T Sierra 885. Jarang sekali bermasalah selama hampir setahun saya gunakan. Paling cuma lampu indikator sinyal 3G-nya aja yang sekarang udah nggak nyala. Tapi kalau yang ketangkep cuma EDGE atau GPRS, lampu indikatornya masih nyala.

    Modem AT&T Sierra 885 juga langsung bisa dideteksi oleh Linux Ubuntu (versi 10.04 maupun 10.10) tanpa settingan khusus lagi. Kecuali settingan koneksi Internet sesuai kartu yang digunakan.

    OOT dikit. Chromium yang saya pakai buat ngebuka halaman ini ternyata tidak bisa menampilkan gambar screenshot di atas. Padahal udah beberapa kali saya reload. Tapi pas saya buka via Opera, baru bisa nih.

    1. Avatar Cahya

      Mas Is,
      Itu kan yang kelihatan di Speed Test, tapi kalau di Gnome System Monitor, paling mentok sekitar sebelum 400 kbps untuk unduh, karena memang kan paket IM2 ECO kecepatannya hanya sampai 384 kbps saja.

      Hmm…, setahu saya Chromium kadang ada masalah di web cache-nya, jika gambar sekali load tidak bisa dibuka, maka selanjutnya tidak bisa dibuka lagi, karena cache memanggap gambar itu rusak atau bagaimana. Tapi saya kira itu bug lawas. Entahlah kalau sekarang.

      1. Avatar iskandaria
        iskandaria

        Sepertinya memang 'bug' lawas. Ini aja masih nggak bisa menampilkan gambarnya 🙁

      2. Avatar Cahya

        Mas Is,
        Apa mungkin pas upgrade otomatis bug-nya tidak tertutup?

      3. Avatar iskandaria
        iskandaria

        Ups, setelah komen di atas tersubmite malah baru muncul gambarnya 🙂

      4. Avatar Cahya

        Mas Is,
        Mungkin setelah submit URL-nya jadi berubah :D.

  3. Avatar Aldy~PF
    Aldy~PF

    Koneksinya sangat kencang ('dibandingkan dengan punyaku').

    1. Avatar Cahya

      Pak Aldy,
      Di sana pakai koneksi apa ya Pak? IM2 jugan sekarang?

  4. Avatar ganda
    ganda

    Masalah password yang tidak tersimpan sudah kelar bli?

    1. Avatar Cahya

      Mas Ganda,
      Sudah Mas, ternyata perlu root password untuk mengaktifkannya pertama kali :).

  5. Avatar DikMa
    DikMa

    saya rasa modem se type seperti itu, sering unplug sendiri, saya jyga pernah ngalami.

    Tapi sekarang saya make modemnya nokia E71 aja

    1. Avatar Cahya

      DikMa,
      Ah ya, kemarin saya nyoba pakai E71 dengan software khususnya untuk koneksi ke Internet, iseng dengan kartu IM3, dan sebelum dapat 1 MB akses langsung saya putus, eh gila…, pulsa habis hampir 5 ribu perak. Hiks…, padahal enak juga tuh.

  6. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Mas modem nya sering disconect ??? pakai saja wvdial pasti gak akan sering DC setiap sekian menit. Aku sendiri gak punya basic untuk itu tapi sempat juga posting tentang setelan wvdial. Memang sih yang aku pakai modem cdma yang katanya sering DC setiap 30 menit. Tapi setelan ku, aku kasih "Auto Reconnect = on" pada "gedit /etc/wvdial.conf" jadinya tidak pernah DC sama sekali 😆 <del>sekedar informasi saja karena aku juga main coba-coba dan berhasil</del>

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Avatar Cahya

      Pak Sugeng,
      Yah, kalau auto reconnect sih Network Manager juga punya 🙂 – tapi kan tetap ada jeda sesaat setelah DC kemudian RC lagi. Kalau mau pakai wvdial biasanya (ndak ngerti Linux), Network Manager harus ngalah, padahal kan buat ngatur semua koneksi termasuk Wifi dan CDMA Broadband misalnya.

  7. Avatar hendro
    hendro

    Memang suka un-plug sen­diri tuh modem.

    1. Avatar Cahya

      Mas Hendro,
      Berarti keluhan di mana-mana serupa tapi tak sama.

  8. Avatar Itik Bali

    Saya males pake modem.

    Ngga pernah sukses di rumah saya yang sinyalnya ajrut2an

    mending saya pake hape 3G

    hasilnya mak nyus..

    1. Avatar Cahya

      Ayu,
      Kalau modem-nya HSDPA/HSUPA (3G+), sedangkan ponselnya cuma UMTS (3G), kan lebih enak pakai modem ya. Biasanya ponsel kalahnya di baterai, begitu sih pengalamannya selama ini. Jadi kalau mau nyala terus 24 jam sehari, 7 hari seminggu, maka modem sih pilihan tepatyang lebih pas – IMHO :).

  9. Avatar Joko Sutarto

    Saya saat ini menggunakan 2 modem GSM. Salah satunya merknya sama seperti punya Mas Cahya ini. Enginenya pakai Huawei E1550 tapi dibranding jadi merk SUN. Satunya yang buat cadangan merk SpeedUp. Secara harga mahalan yang terakhir (Dulu belinya Rp 1,3 juta). Namun yang merk SUN/Huawei betul relatif lebih stabil dengan sinyalnya kalau di lokasi yang lemah sinyal. Dan yang menyenangkan jarang disconnet, beda sama yang SpeedUp.

    Tapi kalau untuk urusan kecepatan yang SpeedUp lebih kenceng, sudah support sampai speed 7.2 Mbps. Di Jalan Malioboro saya pernah tembus 5 Mbps pakai Flash Kartu Halo.

    Pakai IM2, Mas Cahya? Kenapa kemarin saya lihat lewat Google Maps Latitude buzznya mengeluhkan IM2? Posisinya kalau nggak salah di Jalan Jendral Sudirman. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Joko Sutarto,
      Iya Mas, yang kemarin itu masalah pelayanan (human resource), bukan karena kecepatan akses IM2 🙂 – saya ndak begitu mengerti merk modem sekarang, makanya saya pakai yang lawas saja. Dulu juga kalau tidak salah Huawei E220 harganya di atas satu juta, hingga setahun kemudian turun jadi sekitar 800-an, dan sekarang malah sampai 250-an. Padahal barang dan kualitas sama saja. Kadang harga tidak menentukan kualitas modem, makanya saya juga sering bingung kalau disuruh memilihkan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca