Dengan kecanggihan teknologi keamanan saat ini, apakah ada virus komputer yang bisa bertahan lama di dunia teknologi komputer? Jawabannya mungkin nyaris tidak ada, karena virus baru selalu akan dilaporkan ke vendor-vendor antivirus untuk kemudian dibuatkan vaksinnya, bahkan ketika virus itu baru meluncur sudah bisa dibasmi dengan teknologi heuristic detection dari program antivirus modern.
Namun ternyata, di antara virus-virus yang memiliki waktu hidup pendek, ada virus-virus komputer yang bertahan lama secara tidak wajar. Setidaknya dalam artikel “Friendship and An Immortal Virus”, disampaikan bahwa avast! masih menemukan virus-virus jenis ini.
Salah satu di antaranya adalah “Parite/Pinfi”, yang pada Oktober ini akan mencapai perayaan 10 tahun peredarannya di dunia komputer. Wow! Dapatkah Anda membayangkan bagaimana sebuah komputer pada masa 10 tahun silam? Dan dengan komputer pada masa kini virus ini masih ada, mungkin 10 tahun bisa jadi sebuah periode yang nyaris abadi bagi sebuah komputer, karena biasanya usia komputer rerata hanya 5 tahun.
Bahkan ketika evolusi produk antivirus pada Windows terus berlangsung, laporan bahwa virus ini masih terdeteksi masih berdatangan, dan itu diyakini bukanlah false postive. Hal ini mengherankan, karena ada beberapa alasan mengapa seharusnya virus komputer ini sudah lama punah, di antaranya adalah:
- Parite tidak memiliki jaringan update/distribusi yang besar.
- Parite bisa dikatakan virus kecil yang mudah ditangani, bisa diremehkan bahkan.
- Parite sudah dikenal luas, dan bisa dideteksi dengan baik.
- Sebagian besar mesin antivirus (termasuk avast!) sudah mampu menyembuhkan infeksi (baik melalui pemindaian atau melalui sebuah alat penghapus virus yang bekerja mandiri).
- Orang biasanya cenderung memasang ulang (setelah mem-format) sistem operasi Windows dari waktu ke waktu guna mengatasi masalah gangguan malware/virus yang membandel.
Lalu bagaimana virus ini masih bisa menyebar? Satu-satunya hal yang mungkin adalah menyebar dari individu ke individu lainnya, misalnya dari perangkat eksternal seorang teman ke temannya yang lain seperti keping program atau koleksi MP3 bajakan yang tidak sengaja tersisipi virus di dalamnya. Atau dari jaringan intranet yang mungkin terselubung tanpa perlindungan.
Apalagi jika seseorang lebih percaya bahwa data yang diberikan temannya bebas virus dan meragukan produk antivirus yang digunakannya. Pada akhirnya bisa jadi virus dibiarkan lewat begitu saja karena dikira peringatan yang diberikan oleh mesin antivirus adalah peringatan positif palsu. Jadilah mungkin para pengguna komputer jenis ini adalah pembiak virus komputer itu sendiri. Selama pengguna komputer seperti ini tidak merenungkan kembali kebijaksanaannya dalam mengelola keamanan komputer, maka virus-virus komputer akan bertebaran di mana-mana.

Tinggalkan Balasan ke hoeda Batalkan balasan