Ubuntu jika saya tidak salah ingat menggunakan salah satu tipe boot loader yaitu GRUB generasi ke-2. Saya masih bisa sedikit mengakali GRUB generasi pertama seperti yang ada pada openSUSE, namun jika dihadapkan dengan GRUB 2, saya sendiri akan kebingungan. Sehingga jika terjadi kerusakan boot loader, mungkin saya tidak akan tahu mesti bagaimana.
Karena kadang ada kalanya kita bisa menemukan kondisi “boot loader corrupted…”, maka itu bisa jadi salah satu bencana bagi pengguna Linux berbasis GUI seperti saya ini. Walau konon memperbaikinya akan mudah selama kita memiliki live cd Ubuntu, dan tinggal memasukkan perintah “grub-install” yang kesannya mudah sekali. Ah, tapi saya masih belum bisa membayangkannya.
Sebuah pemrograman berbasis GTK dengan GUI yang baik akan memberikan kita akses mengelola GRUB Boot Loader di Ubuntu, namanya adalah Boot Repair. Dengan aplikasi ini kita dapat:
- Memperbaiki Kode GRUB di MBR meski tidak dapat melakukan boot OS.
- Memperbaiki GRUB melalui OS sendiri saat masuk di dalam OS.
- Memasang ulang loader.
- Mengubah lokasi pemasangan GRUB (misal ke partisi lainnya).
- Mengembalikan boot sector ke setelan aslinya.
Nah, untuk memasangnya, gunakan perintah berikut via terminal:
sudo add-apt-repository ppa:yannubuntu/boot-repair
sudo apt-get update
sudo apt-get install boot-repair-ubuntu
Kemudian pertanyaan besarnya, “bagaimana mengakses GUI di sistem OS yang bahkan tidak bisa melakukan boot?”
Ah ya, Anda benar sekali, untuk itu silakan memanfaatkan live cd atau live usb yang Anda gunakan untuk memasang Ubuntu.
Cara mengaksesnya di dekstop:
- Pada Gnome: System ? Administration ? Boot Repair ? ikuti menu selanjutnya.
- Pada Unity:Temukan dengan kata kunci “boot” pada menu pencari aplikasi.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan kunjungi forum Ubuntu pada halaman ini.

Tinggalkan Balasan ke jarwadi Batalkan balasan