A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya tidak sedang ingin meninjau lagi film lawas ini, karena saya rasa sebagian besar orang pasti sudah menonton atau setidaknya tahu film keluaran tahun 2009 ini. Ya, film komedi India “3 Idiots” bahkan sudah sempat diputar oleh salah satu stasiun televisi swasta di negeri ini. Namun saya tertarik menontonnya lagi.

Film yang diadaptasi dari novel “Five Point Someone” ini memiliki unsur humanis yang unik dan menyentuh, bahkan bisa dikatakan sebuah humanis yang polos. Mengisahkan dua sahabat, Farhan & Raju yang melakukan perjalanan mencari sahabat mereka yang hilang, Rancho. Dalam perjalanan itu terdapat flashback bagaimana kehidupan (gila?) mereka bertiga dulu di kampusnya.

 

Film ini mengkritik bagaimana sistem pendidikan yang dibuat hanya berdasarkan orientasi terhadap prestasi, nilai dan predikat – yang sedemikian hingga membuat pelajar hanya belajar untuk mengejar semua itu, namun tidak pernah menaruh perhatian pada esensi pendidikan dan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Dengan apik unsur komedi, musikal dan sentilan kecerdasan yang humanis disusun dalam film yang berdurasi nyaris 3 jam ini (170 menit). Saya menikmati lagi menonton film ini dalam kualitas HD, karena setahun yang lalu hanya menonton di komputer teman (yang memperkenalkan film ini pada saya) dalam kualitas yang kurang memuaskan.

Anda bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang film ini di IMDb atau Wikipedia. Saya memberikan nilai 9/10 untuk film ini, mungkin nanti akan menontonnya lagi, tapi mesti sediakan tisu atau sapu tangan, karena ada – he he… – ada beberapa adegan sedihnya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar Lintang Panjer Sunu

    3 Idiots. Saya suka film ini, terutama kata-kata, “All Iz Well”

    1. Avatar Cahya

      Iya, idiom itu malah jadi terkenal sampai saat ini ????.

      1. Avatar Lintang Panjer Sunu

        Saya sendiri suka sekali dengan idiom itu Mas Cahya. Oh ya saya izin bookmark blog mas Cahya ini. Tulisannya keren.

  2. Avatar alinaun
    alinaun

    bagus juga buat jadi perenungan sistem pendidikan yang sekarang

  3. Avatar Joko Sutarto

    Saya pernah baca resensi film ini beberapa kali namun sampai saat ini belum sempat untuk menontonnya. Sepertinya filnya memang menarik. Boleh nanti saya coba cari DVD-nya di jalan Mataram. Mas Cahya tahu kan tempatnya? Jangan bilang2 ke yang lain, ya kalau saya suka beli disitu. 😀

  4. Avatar Darin
    Darin

    Bli, ini salah satu film favorit saya lho 🙂

    Saya ingat sekali. Saat itu saya di Kupang yg notabene ga ada bioskop, jadi saya sering bolak-balik ke rental VCD. Nah, satu waktu ada orang yg mengembalikan VCD film ini. Berhubung saya dapet bonus dan males milih film, maka saya ambil film itu.

    Eh, ga taunya bagus banget. Saya sampe nonton dua kali pada malam yang sama!

    Dan betul.. adegan sedihnya sangat menyentuh, terutama saat Bapaknya Rastogi di rumah sakit dan momen kelahiran cucu Pak Virus lewat vacum cleaner… 🙁

  5. Avatar rismaka
    rismaka

    Saya belum pernah menontonnya sedikitpun mas, hanya dengar dan baca ulasannya saja, itu pun bacanya beberapa detik yang lalu di blog ini :mrgreen:

    Jadi penasaran, mungkin nanti malam akan saya tonton filmnya, kebetulan "anak-anak" saya punya banyak kopiannya di komputer kantor. Biasa lah, hasil mengunduh bajakan 😆

  6. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Saya baru nonton sekilas aja di laptop teman. Tapi saya sudah punya kopiannya sih. Cuma sampai saat ini malah belum saya tonton secara utuh 🙂

    Lucu dan sekaligus sangat mengharukan. Itulah kesan saya selama menontonnya secara sekilas. Saya rasa Indonesia perlu juga membuat film yang mendidik seperti ini. Soalnya pengalaman saya selama 2 kali menginjak bangku kuliah, tak jauh beda dengan di film ini.

  7. Avatar imadewira

    Jujur saya, saya belum pernah menonton film ini *katrok

    hanya sempat membaca resensinya sekilas.

  8. Avatar Ladeva

    Saya cuma sebentar nonton film ini di SCTV, duh…padahal penasaran ujung ceritanya seperti apa…cari DVDnya ah 🙂

  9. Avatar niQue
    niQue

    wah, ini kali kedua saya membaca tentang film 3idiots, sepertinya saya akan meminta suami untuk mendonlot saja film ini hehehe

    terima kasih infonya yah 🙂

  10. Avatar isnuansa
    isnuansa

    Saat dulu lagi heboh hebohnya, saya nggak nonton. Kemarin waktu diputar lagi di televisi, cuma nonton sebentar. Mudah-mudahan nanti bakal lebih sering lagi diputar di televisi.

    Saya ngakak waktu adegan Mamanya Raju lagi masak, Papanya yang eksim minta digarukin, itu alat yang buat masak dipakai. Hahaha…

    Belum sempet nonton bagian sedihnya sih. Itu Rancho ternyata ijazahnya dikasih ke anak orang kaya itu ya, Bli?

    *ke warung beli tisu*

    1. Avatar Cahya

      He he…, ditonton saja langsung kisahnya Mbak, nanti malah tidak seru kalau diceritakan :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca