Usia Linux dengan kernel-nya sudah bukan barang baru lagi, setidaknya dengan kemampuan bertahan bahkan berkembang di 20 tahunnya ini. Kernel 3.0 yang baru saja dirilis memang tidak memberikan banyak perubahan besar pada dunia Linux, namun yang cukup mengagetkan adalah jika diberitakan bahwa salah satu penyumbang terbesar baris markah dalam kernel tersebut justru bukan berasal dari perusahaan atau komunitas berbasis open source, namun dari perusahaan besar Microsoft.
Tentu saja ada sikap-sikap skeptis yang muncul dari para pengguna Linux, karena Microsoft memang tidak pernah ramah dalam persaingannya dengan Linux sebelumnya.
Mungkin karena isu-isu itu Microsoft merilis salah satu video ini melalui The Linux Foundation:
Ada yang menyambut gembira dan berkata, mungkin sudah saatnya Linux dan Microsoft bergabung – dan sekaligus menghantam Apple bersama-sama. Ada juga yang skeptis berkata bahwa, kue pemberian Microsoft itu palsu.
Ah, sepertinya Microsoft sudah hendak memasuki ranah yang tak pernah ia masuki sebelumnya.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Dalam bisnis ada strategi merangkul pesaing untuk memenangkan pertarungan bisnis. Merangkul bisa dengan cara membelinya buat mengambil alih, dan yang kedua dengan cara merger atau bekerjasama. Ini yang banyak dilakukan para korporat.
Tebakan saya kali ini Microsoft menerapkan strategi itu. Menggandeng Linux buat membendung pesaing yang lain, contoh seperti Mac.
Menarik! Ya, kita tunggu saja. Waktu nanti yang akan berbicara. 🙂
Linux, Windows dan Mac OS sudah seperti kesetimbangan sendiri di pasar sistem operasi, kalau melihat sejarah, mungkin ini ibarat zaman tiga kerajaan (Three Kingdoms) di negeri Tiongkok.
oh ….the irony … you know that Google didn’t contribute alot like any other “proprietary” company. IBM is the most contribute in linux kernel, Microsoft also giving their driver source code to linux foundation in order linux works on windows server… damn Google 😀
Yup, Google is s*ck when talking about contributing the code lines, they only want to use it for money but never contribute. I prefer using Windows products than Google’s (i.e Windows Mobile than Androids), at last Gates would use some of their profits for humanity.
Rasanya Google ingin menguasai dunia IT dengan menggunakan strategi perang candu :D.
He he…, memang tidak ada yang melarang mengubah, memodifikasi kode-kode GPL dan menjualnya dengan harga tinggi di bawah lisensi yang sama. Misalnya Mas Padly menjual keping CD instalasi Ubuntu dengan harga dua kali lisensi Windows juga tidak masalah.
Ada kontributor-kontributor yang memberikan waktu dan tenaga untuk membangun Linux seperti saat ini, katanya seperlimanya ada kontributor independen. Sisanya berasal dari perusahaan-perusahaan besar yang sebagian besar berbasis Linux, katakanlah seperti Red Hat, Novell, IBM, Intel. Bahkan Microsoft sendiri berjuang keras menyempurnakan driver HyperV mereka agar bisa diterima oleh Linux. Sedangkan Google yang notabene perusahaan raksasa dan salah satu pengguna Linux terbesar, mengapa hanya menyumbang kode yang relatif jauh lebih sedikit daripada kapabilitasnya. Tidak salah sih, rasanya Google itu bagaimana gitu.
Saya tidak anti pada Microsoft, mereka toh yang menggerakkan dunia proprietary selama ini dan memberikan kesempatan pada pencipta peranti lunak untuk dapat hidup dari hak kekayaan intelektual mereka. Saya pernah bermasalah baik dengan Windows maupun Google, tapi saat berkonsultasi dengan pihak Microsoft dan Google, entah mengapa saya jauh mendapatkan kesan lebih baik dari pihak Microsoft, mereka telaten, sabar dan bersedia memberikan sebanyaknya informasi yang kita perlukan untuk menangani masalah kita secara mandiri. Sedangkan Google lebih cenderung introvert, jika masalah tidak bisa diselesaikan, ya sudah titik, tidak ada penjelasan apa-apa lagi, tidak ada kausal yang bisa dipahami, ya memang sih layanan mereka gratis, tapi apa begitu cara menangani klien? Saya kadang dibuat tidak simpati oleh mekanisme Google.
Tapi ini sih pendapat saya pribadi Mas Padly, berdasarkan pengalaman-pengalaman saya sendiri :).
padahal slogan mereka “don’t do evil” yah … 😆
*oiya bli udah nonton docudrama pirates of the silicon Valley? better find in on torrent 😛 nyeritain persaingan antara apple vs microsoft. must seen cult movie
Ha ha…, setidaknya produk-produk mereka cukup berkualitas seperti peramban Chromium dan Androids :D.
Ya, saya nonton itu bertahun-tahun yang lalu dan berhasil mengadaptasi filosofi baru, “seniman yang baik itu mampu meniru/mengikuti dengan baik, namun seniman yang hebat mampu membajak dengan baik (karya orang lain)” :lol:.
Tinggalkan Balasan