Saat melihat-lihat koleksi aplikasi pada openSUSE Tumbleweed saya yang saat ini menggunakan GNOME 3, saya melihat bahwa tidak terdapat aplikasi untuk sebagai klien twitter. Saya berpikir bahwa seharusnya ada Gwibber untuk GNOME, tapi ke manakah aplikasi tersebut. Saya pun membuka YaST dan menelusuri menu “Software Management”. Saya menemukan Gwibber ada di sana dan tidak terpasang.
Dengan melihat detil yang disediakan, saya tahu bahwa Gwibber dalam seluruh repo saya masih berasal dari Celadon dan belum ada yang dari Tumbleweed, dan serinya pun masih untuk GNOME 2.32. Sehingga saya mengurungkan niat untuk memasangnya, padahal itu biasanya bagus digunakan pada Natty Narwhal.
Ah, mau tidak mau pilihan kembali pada aplikasi berbasis Adobe AIR, yaitu Tweetdeck. Saya pernah menuliskan cara memasang Tweetdeck pada openSUSE sebelumnya. Caranya masih sama:
Unduh berkas Adobe AIR di sini (pilih versi .RPM).
Pasang berkas tersebut (adobeair.i386.rpm), gunakan klik kanan lalu “Open With Install/Remove Software).
Jika perlu, mulai ulang peramban (saya sarankan Mozilla Firefox 5.x).
Maka Tweetdeck siap digunakan dengan baik pada GNOME 3.
Tweetdeck pada GNOME 3, tema menyesuaikan dengan adwaita.
Namun, sebaiknya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan tweetdeck, untuk kegiatan yang bersifat massive tweeting, bisa jadi aplikasi ini berguna, namun jika hanya untuk melihat ada tidaknya satu atau dua pesan, maka rasanya web lebih tepat. Mengapa, karena sumber daya yang dihabiskan ternyata tidak sedikit.
Tweetdeck ternyata mengonsumsi daya yang cukup banyak.
Kalau dibandingkan dengan beberapa aplikasi yang memiliki kepentingan penggunaan setara, maka rasanya tweetdeck terlalu boros daya. Jadi mungkin jika memang tidak terlalu gentin untuk bercakap-cakap via twitter, maka saya tidak menyarankan tweetdeck. Namun saat ini, ya pilihan yang saya temukan untuk Linux, sepertinya masih paling nyaman menggunakan tweetdeck (mengingat Gwibber belum tersedia di GNOME 3).
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Mas Rangga, kan siklus ngambil tweetline-nya bisa diatur agar tidak terlalu cepat, misalnya 15 sekali, kecuali memang benar-benar doyan cuap-cuap ya apa boleh buat. Saya tidak pernah mengalami itu (naikan pemakaian CPU) saat menggunakan Gwibber, mungkin nanti ada baiknya saya coba dulu (kalau sudah tersedia).
Pakai ponsel? Ah, sayang, nanti menambah anggaran bulanan 😀 – manfaatkanlah jaringan internet unlimited, meski semua pakai efek the matrix (baca: slow motion) :D.
saya pribadi sejak awal punya android sampe hari ini, setia menggunakan TweetDeck untuk berjaring sosial. Selain tampilan yang simpel dan sederhana, TD juga bisa menampung banyak akun sekalian. :p
Tinggalkan Balasan