A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah lama juga saya tidak menulis tentang manga, akhir pekan ini saya menemukan sebuah manga yang bagus tentang kisah detektif Shibata. Kisahnya menarik, meski mungkin tidak sepelik cerita detektif Conan, namun detektif Shibata berkisah memang tentang detektif kepolisian yang menangani anak-anak dan remaja yang bermasalah.

Kisahnya menarik karena titik tangkap yang berbeda tentang sudut pandang untuk menyimak permasalahan-permasalahan sosial seperti kenakalan remaja misalnya. Namun tidak hanya kasus-kasus mudah, bahkan kasus sulit pun acap menyapanya.

Dalam usia muda, Shibata dipromosikan sebagai detektif di divisi keamanan anak dan remaja. Namun penampilannya yang justru baby face, seperti murid sekolah menengah malah membuatnya sering dipalak remaja berandalan jika ia sedang tidak mengenakan seragam polisinya.

Banyak sekali adegan kocak dalam halaman-halaman hitam dan putihnya, misalnya saat memasuki areal penyelidikan dengan pakaian bebas, ia kerap ditendang keluar tempat penyelidikan karena dikira anak sekolahan yang berkeliaran dengan sembarangan. Namun dia memang kerap bertingkah layaknya anak-anak, terutama dalam melakukan pendekatan dengan para remaja yang hendak dibantunya.

Meski pola pikirnya berbeda dengan kebanyakan polisi yang digambarkan dalam komik ini, namun bukan berarti ketajaman analisisnya dan kepekaannya dalam mengungkap kasus tidaklah cemerlang, atau karena ia bertubuh mungil bukan berarti ia tidak sanggup menghadapi sekelompok berandalan bersenjata hanya dengan tangan kosong.

Ada banyak kejutan dalam kisah kisahnya, yang mengocok perut, yang menegangkan, hingga mengharukan. Bagi mereka yang menyukai bacaan bertema aksi, misteri dan komedi, maka komik Shibatora ini tidak bisa dilewatkan. Namun jika tidak diimpor, saya ragu jika komik ini akan terbit di Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. gadgetboi Avatar

    yup .. sudah membaca beberapa chapter. memang definitely bukan seperti conan atau kindaichi tapi sepertinya wajib untuk dibaca bagi penggemar manga. btw, how’s the dorama comming? have you seen one or two episode? still sucking like Conan’s and Kindaichi’s dorama? 😆

    Suka

    1. Cahya Avatar

      No, I didn’t watch the dorama, I have no interest in 3D, ha ha ha…. 😆 #modeotaku ON.

      Suka

  2. gadgetboi Avatar

    semoga cepat dirilis deh … kadangkala kebijakan birokrasi membuat rilis komik baru menjadi molor. ini komik rilisan tahun berapa?
    udah baca QED belum bli?

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Qout Erat Demonstrandum ya? Saya dulu langganan komiknya, namun rilisnya tidak pasti, jadi malas bolak-balik toko buku untuk mengecek apa terbit atau tidak, jadi sudah lama juga saya tidak membacanya, namun saya suka ceritanya.

      Shibatora sepertinya rilisan tahun 2007/2008 Mas.

      Suka

  3. @zizydmk Avatar

    Detektif Conan itu juga kocak banget. Itu termasuk manga bukan?
    Jadi kalau tak diimport dimana kita bisa beli?
    Mungkin di toko-toko buku import seperti Kinokuniya ada kali ya..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Kalau masih hitam di atas putih masih disebut manga 🙂 Ya Mbak, di toko buku itu sepertinya tersedia juga.

      Suka

  4. giewahyudi Avatar

    Bicara Manga saya enggak mudeng, Mas..
    Tapi saya suka banget sama Conan..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Conan yang dimaksud Mas Gie pasti animenya ya yang di televisi itu. Ya, beberapa komik malah jadi lebih bagus setelah dituangkan ke dalam versi animasinya :).

      Suka

  5. dHaNy Avatar

    Saya juga setuju nih mas, kalau tidak diimpor mungkin komik itu ga akan terbit disini… Lagipula penggermarnya belum begitu kelihatan…

    Suka

    1. Cahya Avatar

      He he…, mungkin Gramedia kekurangan tenaga penerjemah, atau karena pasaran komik sedang lesu? Saya sih biasanya ke penyewaan komik saja, daripada beli mahal-mahal :).

      Suka

Tinggalkan komentar