Secangkir Kopi untuk Kekasih

Ketika kamu kirimkan pesan bahwa kamu akan segera datang, entah kenapa tubuhku mulai bergerak sendiri. Kuseduhkan secangkir kopi bernuansa klasik yang kau gemari. Bahkan tanpa sadar, secangkir aroma yang mengepul hangat dan kental telah hadir di hadapanku, seakab turut menanti kehadiranmu.

Tapi kurasa akan seperti biasa, kau hanya sekadar datang untuk berlalu. Dan tertinggal aku dan secangkir kopi yang mendingin, seperti jiwaku yang tanpa kehangatan.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

11 tanggapan untuk “Secangkir Kopi untuk Kekasih

  1. Jika senyumku bisa dibarter dengan kopi yang dapat menghangatkan diri kamu maka silahkan *langsung mikir untuk senyum ke tukang warung biar bisa dapat kopi gratis* hahahahaa 😀

    Suka

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: