A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Alkisah sehari yang lalu, saya dengan tanpa sengaja melepas BlackBerry 9950 Odin dari genggaman tangan, hal ini dikarenakan karena kebiasaan menggenggam ponsel yang selalu kehilangan jaringan server BIS-nya di musim penghujan.

Apa daya, ponsel yang dikatakan cerdas ini langsung terbang dan kepalanya terjerembab ke ke lantai yang baru saja saya sapu mengkilap – rasanya sih begitu. Dan langsung saja bagiannya terpencar ke segala arah. Dan begitu saya lihat, rupanya, mungkin ini sudah waktunya berpisah.

BlackBerry 9550 Odin katanya memiliki layar sentuh yang anti gores, sehingga tidak memerlukan screen protector, tapi rupanya saya lupa bahwa dia tidak tahan retak.

BlackBerry 9550 Odin

Ah ya, sekarang saya tidak memiliki lagi ponsel cerdas untuk – hmm…, untuk apa sih sebenarnya? Jadi saya mungkin tidak bisa dihubungi lagi via jalur cepat, namun saya masih bisa dihubungi via jalur lambat (kirim surat jangan lupa prangko balasannya). Ini berarti nomor GSM saya juga tidak akan bisa dihubungi sementara waktu (sampai saya memutuskan apakah akan membeli ponsel GSM lagi atau tidak).

Nah, mari kita kembali ke ponsel lawas dan menikmati hidup tenang tanpa dentingan push email setiap waktu. Hmm…, apa ada yang mau menghibahkan saya ponsel cerdas? Ha ha….

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar Melvin
    Melvin

    hayoo, hati2 lho. nanti Androidnya menyusul

    1. Avatar Cahya

      Lha, kan Androidnya sudah saya hibahkan ;).

  2. Avatar gadgetboi

    you and me both bli … storm 5530 saya juga lagi di servis layar sentuhnya … untung garansi …

    1. Avatar Cahya

      Wah, kalau kecelakaan saya ini sih ndak digaransikan, layar sentuhnya sih baik-baik saja, kan yang retak cuma kaca pelindung depannya yang super tebal itu 😆 – tapi anggap saja dah RIP :D.

  3. Avatar jarwadi

    tahan gores, tapi tidak tahan banting mas, hehe

    1. Avatar Cahya

      Betul Pak, mestinya cari produk yang tahan banting. Nokia Lumia itu tahan banting lho – katanya – karena casing-nya memiliki peredam khusus.

  4. Avatar ladeva

    Katanya masih ada 2 handphonenya -_-*

    1. Avatar Cahya

      Ada sih, tapi kan bukan ponsel pintar :)).

      1. Avatar gadgetboi

        disekolahin dulu deh, supaya cepet pintar 😆 *kabur*

      2. Avatar Cahya

        Ha ha…, nanti datang dari sekolah malah jadinya Mbeego :lol:.

  5. Avatar .gungws

    huhahahaha..”jangan lupa prangko balasannya” :))
    kirim ke PO BOX berapa,kakak?

    1. Avatar Cahya

      Wah, ndak daftar PO BOX kemarin, pakai alamat mana saja, asal jangan alamat palsu :lol:.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca