Sejak pertama kali menulis artikel ini di tahun 2012, lanskap peranti lunak statistika telah berubah cukup drastis. SPSS — kini sepenuhnya bernama IBM SPSS Statistics — masih eksis, masih mahal, dan masih banyak digunakan di lingkungan akademik. Namun alternatifnya kini jauh lebih matang, lebih mudah digunakan, dan beberapa di antaranya bahkan melampaui SPSS dalam hal kemampuan analisis.
Berikut saya perbarui daftar ini dengan kondisi terkini di tahun 2025.
R
R (r-project.org) tetap menjadi pilihan utama dan paling kuat di antara semua alternatif SPSS. Ia bukan sekadar peranti lunak statistika, melainkan bahasa pemrograman lengkap untuk komputasi statistik dan visualisasi data — bersifat open source dan gratis sepenuhnya di bawah lisensi GNU GPL.
Kini R tersedia langsung melalui repositori resmi di semua distribusi Linux utama, serta dapat diunduh untuk Windows dan macOS. Pengguna tidak lagi memerlukan langkah instalasi manual yang rumit seperti di 2012 lalu.
Ekosistem R terus berkembang pesat melalui CRAN (Comprehensive R Archive Network) yang kini memuat lebih dari 20.000 paket, mencakup hampir semua kebutuhan analisis statistik mulai dari regresi sederhana hingga machine learning dan analisis data biomedis.
PSPP
PSPP (gnu.org/software/pspp) masih dikembangkan oleh GNU hingga saat ini dan tetap menjadi alternatif paling mirip dengan SPSS dari segi antarmuka maupun sintaks. Berkas data dan sintaks SPSS (.sav, .sps) umumnya kompatibel dengan PSPP, sehingga migrasi relatif mudah.
Tersedia untuk Linux, Windows, dan macOS. Cocok untuk kebutuhan statistik dasar seperti yang umum digunakan mahasiswa dan peneliti pemula.
Posit (dahulu RStudio)
RStudio telah berganti nama menjadi Posit (posit.co) sejak 2022, mencerminkan visi yang lebih luas — tidak hanya mendukung R, tetapi juga Python. Posit Desktop (versi gratis, open source) tetap tersedia dan tetap menjadi IDE terbaik untuk bekerja dengan R.
Bagi lembaga pendidikan atau penelitian, Posit Server (dahulu RStudio Server) memungkinkan penggunaan berbasis web secara kolektif tanpa perlu instalasi di masing-masing komputer — ini masih menjadi solusi yang sangat relevan untuk laboratorium atau institusi riset.
Jamovi
Jamovi (jamovi.org) adalah salah satu tambahan terbaik dalam daftar ini sejak saya memperbarui artikel ini beberapa tahun lalu. Tampilannya menyerupai spreadsheet seperti SPSS, operasinya intuitif bahkan bagi yang tidak terbiasa dengan bahasa pemrograman, dan analisis dilakukan secara real-time saat data dimasukkan.
Di balik antarmukanya yang ramah pengguna, Jamovi menjalankan R — sehingga kemampuan analisisnya bisa diperluas melalui modul-modul tambahan yang tersedia. Tersedia gratis untuk Windows, macOS, Linux, dan bahkan bisa dijalankan melalui peramban (Jamovi Cloud).
Untuk penelitian di bidang kesehatan dan ilmu sosial, Jamovi saat ini menjadi rekomendasi utama saya.
JASP
JASP (jasp-stats.org) dikembangkan oleh Universitas Amsterdam dan menjadi pilihan unggul khususnya bagi yang ingin menggunakan pendekatan analisis Bayesian di samping statistik frekuentis konvensional. Antarmukanya bersih dan modern, tersedia gratis untuk semua platform.
JASP sangat cocok untuk mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang ingin memperdalam pemahaman tentang inferensi statistik, karena ia menampilkan hasil analisis Bayesian dan frekuentis secara berdampingan.
Python (dengan SciPy, Statsmodels, Pingouin)
Bagi yang berminat pada jalur yang lebih teknis, Python kini menjadi bahasa analisis data yang sangat dominan — terutama melalui kombinasi pustaka seperti:
- Pandas untuk manipulasi data
- SciPy untuk uji statistik dasar
- Statsmodels untuk regresi dan analisis multivariat
- Pingouin untuk analisis statistik biomedis yang mudah digunakan
- Seaborn / Matplotlib / Plotly untuk visualisasi
Untuk lingkungan kerja interaktif, Jupyter Notebook atau JupyterLab menyediakan antarmuka berbasis web yang sangat nyaman. Semua tersedia gratis dan open source.
Pengaya untuk Microsoft Excel
Bagi yang lebih nyaman bekerja dengan Excel, tersedia beberapa pengaya (add-in) statistika:
- XLStat — versi gratis terbatas, cukup untuk kebutuhan dasar
- StatPlus — tersedia versi gratis untuk pengguna Mac maupun Windows
- Real Statistics Resource Pack — gratis sepenuhnya, dikembangkan oleh Charles Zaiontz, cukup lengkap untuk analisis statistik standar
Perbandingan Singkat
| Peranti Lunak | Antarmuka | Kemudahan | Kekuatan | Platform |
|---|---|---|---|---|
| Jamovi | GUI mirip SPSS | ★★★★★ | ★★★★ | Win/Mac/Linux/Web |
| JASP | GUI modern | ★★★★☆ | ★★★★ | Win/Mac/Linux |
| R + Posit | Pemrograman | ★★★ | ★★★★★ | Win/Mac/Linux |
| PSPP | GUI mirip SPSS | ★★★★ | ★★★ | Win/Mac/Linux |
| Python | Pemrograman | ★★★ | ★★★★★ | Win/Mac/Linux |
Catatan Akhir
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan latar belakang pengguna. Untuk penelitian mahasiswa atau peneliti klinis yang terbiasa dengan antarmuka SPSS, Jamovi adalah titik masuk yang paling mulus. Untuk kebutuhan analisis yang lebih kompleks atau otomasi, R dan Python tidak tertandingi. Dan bagi yang menginginkan kedalaman analisis Bayesian, JASP layak dipertimbangkan serius.
Yang pasti, semua pilihan di atas bersifat gratis dan legal — sesuatu yang sangat penting di lingkungan akademik dan penelitian di Indonesia.

Tinggalkan komentar