Sebelum melangkah lebih jauh, saya harus ingatkan bahwa ini bukan tentang jual beli (transaksi) anak anjing. Beberapa waktu yang lalu, ada seekor anjing liar kelaparan yang datang menangis di pintu gerbang, karena kasihan dan diberi makan, akhirnya dia tidak mau pergi. Ternyata anjing ini hamil, dan kemudian melahirkan di rumah.
Singkat cerita, tiga ekor anaknya yang mungil lahir di bawah hujan dan kilat sekitar dua hari yang lalu, anaknya yang keempat ditemukan mati.
Mereka bahkan belum bisa membuka matanya.
Mereka yang tertidur pulas, bertumpuk satu sama lainnya.
Meskipun mereka lucu, namun induknya tidak demikian. Sejak memiliki bayi, induknya menjadi lebih galak dan agresif, padahal biasanya si induk cukup tenang dan penurut.
Kemarin sore, saat saya berjalan tenang, entah kenapa tiba-tiba sudah ada taring yang menancap di betis kaki kanan saya dari belakang. Terkejut, saya pun melihat beberapa luka kecil dan gores – karena refleks menarik kaki saya juga. Sementara si induk anjing sudah melenggang pergi, seolah semuanya tenang saja.
Saya segera mencuci luka itu dengan air yang banyak dan sabun antiseptik secara teliti. Setelah memberikan larutan povidone iodine (betadine), saya pergi ke UGD Rumah Sakit Sanjiwani – RSUD di daerah kami untuk mendapatkan VAR (vaksin anti rabies). Karena paparan saya termasuk kategori dua, jadi VAR sebagai profilaksis sudah akan cukup.
Ah, harganya tiga ekor anak anjing, sedikit lecet di kaku dan dua suntikan di masing-masing otot deltoid. Yah, apa boleh buatlah, tapi lumayan – semua lukanya masih agak terasa sampai sekarang, jadi membuat mood beraktivitas menurun.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
wow, belum pernah saya digigit anjing 😀 (semoga tidak akan pernah!) kalau dicakar dan di gigit sama kucing sih biasa! tapi tidak sampai separah bli 😀 … hanya sekedar baret saja 😀
sepertinya sih memang begitu, jika sudah niat menyerang, manusia bisa dicabik cabik seperti sesosok guling yang menggemaskan.. namanya juga anjing liar, terlambat pula memberinya kursus kepribadian [lagi] 😀
Tinggalkan Balasan