A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya memiliki sejumlah kecil koleksi buku, meskipun saya gemar mengumpulkan buku-buku menarik, namun karena keterbatasan anggaran, saya berusaha menahan diri agar tidak mengunjungi toko buku – sehingga dompet tidak bocor di sana. Sekali menemukan buku menarik, biasanya saya tidak tahan untuk tidak membelinya – terlepas dari apakah buku tersebut nantinya dibaca atau hanya memenuhi rak dan lemari buku.

Namun ada saja buku yang saya dapatkan dari pemberian para sahabat, entahlah, mungkin karena buku adalah hadiah terbaik yang bisa diterima seseorang selain iPad atau Lamborghini tentunya. Ha ha…, pastinya tidak akan ada yang memberikan iPad pada saya karena tahu saya pecinta open source, pun tak akan ada yang memberikan Lamborghini, karena saya suka ngebut di jalanan.

Sebelum meninggalkan Jogja, Nandini memberikan saya sebuah buku. Dan ketika sedang luka-luka berdarah beberapa hari yang lalu, Pak Pos menghubungi saya untuk sebuah kiriman buku yang terpaksa saya alihkan alamat pengirimannya – karena saya tidak tega membuat Pak Pos melewati “neraka dunia” untuk sampai ke lokasi saya menyepi saat ini. Pun saya mendapatkan sebuah buku dari Ladeva.

Koleksi Buku
Beberapa koleksi buku mengisi jajaran rak bacaan – semuanya mengantre untuk dibaca atau setidaknya disentuh saat waktu luang pemiliknya tiba.

Saya sama sekali tidak bisa membaca banyak buku, bahkan novel “The Name of the Rose” yang saya sukai belum selesai saya baca sejak lima tahun yang lalu, bayangkan saja buku lainnya yang masih mengantre untuk dinikmati bersama suguhan teh hangat dengan kepulannya yang menentramkan.

Akan ada waktunya untuk membaca semua itu, namun mungkin tidak saat ini. Masih ada segunung kesibukan yang bahkan membuat saya menghela napas berkali-kali – bahkan – untuk memandangnya saja.

Pun demikian kadang malah ada saja tambahan potensi kesibukan yang bisa datang tiba-tiba, jika demikian – sambut saja dengan senyum.

//platform.twitter.com/widgets.js

Yang penting jalani saja semuanya secara perlahan-lahan.

Untuk urusan melahap buku, kadang berkali-kali mesti tertunda. Saya cuma bisa berkata pada diri saya, belum jodohnya dengan menu melahap buku :).

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. ladeva Avatar
    ladeva

    Apa itu ‘neraka dunia’, Cahya?

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Sesuatu seperti “sial tujuh turunan” yang datang dalam beberapa menit atau jam berurutan :).

      Suka

    2. ladeva Avatar
      ladeva

      Really? Gak percaya! Where is that? In your home? 

      Suka

    3. Cahya Avatar

      Somewhere…, its a secret ;).

      Suka

Tinggalkan komentar