A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Seseorang mungkin ingin tampil seperti bintang film (termasuk tokoh kartun) atau penyanyi favoritnya, atau ingin tampil berbeda pada acara-acara tertentu, namun memilih mengubah penampilan dengan menggunakan lensa kontak hiasan dapat berpotensi merusak daya pandang Anda. Lensa kontak hiasan juga kadang disebut sebagai lensa kontak dekoratif, warna, kosmetik, teater, pesta, atau juga lensa kontak gaya.

Lensa kontak hiasan hanya mengubah bagaimana mata Anda tampak oleh orang lain. Tentu saja mereka tidak dimaksudkan membenahi daya pandang Anda. Lensa-lensa ini bisa mengubah warna mata cokelat Anda menjadi biru dengan sekita, atau ingin tampak seperti mata kucing atau vampir saat pesta Hallowen.

Sebenarnya sejumlah lensa kontak untuk keperluan medis juga memiliki karakteristik seperti ini, dan berfungsi utama seperti lensa kontak pada umumnya, dan selayaknya diperoleh dengan peresepan. Anda sebaiknya tidak membeli lensa kontak di sembarang tempat.

Lensa Kontak Hiasan
Mata Anda dapat tampil beda dan unik dengan mengenakan lensa kontak gaya | Sumber gambar: blog "fashion for beauty".

Sebelum Anda mencoba menggunakan lensa kontak gaya, ataupun juga lensa kontak pada umumnya, Anda perlu tahu sejumlah risiko yang dimilikinya. Karena menggunakan lensa kontak hiasan sendiri memiliki risiko yang sama seperti kontak lensa pada umumnya.

Menggunakan lensa kontak secara tidak tepat dapat merusak mata hingga kondisi yang cukup serius. Risiko ini termasuk:

  • Abreasi korneal, goresan pada permukaan luar bola mata.
  • Reaksi alergi, seperti mata terasa gatal, merah dan berair.
  • Menurunkan daya pandang.
  • Infeksi.
  • Kebutaan.

Saat menggunakan lensa kontak, perhatikan adanya kemungkinan infeksi seperti:

  • Kemerahan.
  • Nyeri pada mata yang tidak menghilang setelah selang beberapa waktu.
  • Penurunan daya pandang.

Jika Anda menemukan tanda dan gejala seperti disebutkan di atas setelah menggunakan lensa kontak, segera hubungi dokter atau dokter spesialis mata. Infeksi mata dapat menjadi serius dan menimbulkan kebutaan jika tidak ditangani dengan segera.

Anda bisa menghindari risiko ini dengan membeli lensa kontak berkualitas baik melalui peresepan dokter, termasuk jika Anda ingin mendapatkan jenis lensa kontak selain memiliki fungsi membantu daya penglihatan juga memiliki fungsi dekorasi/hiasan. Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan dan perawatan lensa kontak dengan tepat. Jika dokter Anda (kebetulan) lupa memberikan petunjuk dan perawatan, jangan sungkan untuk bertanya jika Anda tidak paham atau ragu karena belum pernah mengetahui cara yang tepat sebelumnya.

Anda bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk memastikan apakah lensa kontak sudah dipasang secara tepat atau tidak, dan sudah pas pada mata Anda atau tidak. Hal ini penting, karena jika pemasangan tidak pas, dapat berpotensi merusak mata.

Pastikan Anda mendapatkan lensa kontak melalui peresepan dokter, termasuk kontak lensa hiasan. Peresepan sebaiknya mencantumkan merek, ukuran kontak lensa yang tepat untuk mata Anda, dan tanggal kedaluwarsa kontak lensa tersebut.

Pastikan Anda mengikuti pentunjuk perawatan lensa kontak dengan tepat dan cermat. Perawatan yang tepat memastikan lensa kontak cukup aman untuk Anda gunakan.

Segera cari bantuan medis dan lepaskan lensa kontak jika Anda mengalami tanda-tanda alergi atau infeksi pada mata. Nyeri, kemerahan dan berair, bukanlah pertanda baik. Jangan tunda untuk mendapat bantuan ahli.

Jangan bagi lensa kontak Anda dengan orang lain. Lensa kontak memiliki ukuran dan bentuk yang sudah tepat untuk diresepkan pada mata Anda, dan belum tentu akan pas bagi orang lain. Selain berpotensi membahayakan si pemimjam, ada juga kemungkinan infeksi yang menular.

Jangan membeli lensa kontak tanpa peresepan. Jika Anda membeli lensa kontak tanpa resep, ada kemungkinan lensa kontak tidak pas pada permukaan mata Anda, dan ini dapat menimbulkan kerusakan pada permukaan mata Anda. Memang pada awalnya kerusakan tidak langsung terlihat, namun permukaan mata didesain licin untuk melindunginya dari potensi bakteri/kuman “hinggap” di sana. Jika lensa kontak mengakibatkan kerusakan (bahkan kerusakan minor) pada permukaan licin ini, maka kita menciptakan sebuah lokasi lemah pada permukaan mata yang bisa menjadi tempat awalnya infeksi bakteri. Ini akan berbahaya jika berlangsung terus menerus.

Tulisan ini diadaptasi dari informasi oleh FDA.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar honeylizious
    honeylizious

    nggak pernah pake 😀

  2. Avatar ladeva
    ladeva

    *angguk-angguk* 

    Aku sering tuch liat orang yang pake lensa mata, terus matanya merah banget…mendingan pakai kacamata kali ya…tapi mmm….ya memanglah sehat yang paling penting.

    1. Avatar Cahya

      Kalau saya di desa, jangankan lensa kontak, kacamata saja masih jarang :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca