A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

A piece of love – saya rasa memang tepat ditujukan bagi film “La Maison en Petits Cubes” ini, yang bermakna rumah dari kubus-kubus kecil. Karya Kunio Kato yang diiringi musik oleh Kenji Kondo ini memang luar biasa menyentuh – siapa pun yang menyaksikan animasi pendek yang berdurasi sekitar 12 menit ini, termasuk saya sendiri tentunya.

Jika Anda bertanya-tanya seperti apa kualitas film animasi pendek yang memenangkan Oscar, maka “La Maison en Petits Cubes” akan memiliki jawabannya. Tidak ada film tanpa kata-kata yang bisa membawa Anda sejauh dan sedalam “La Maison en Petits Cubes” kecuali dibuat dengan sepenuh hati.

Saya sendiri akan memberikan nilai 9/10 untuk film yang tidak berkata-kata ini, namun telah dapat menyampaikan semuanya.

La Maison en Petits Cubes
Poster promosi untuk "La Maison en Petits Cubes".

Animasi pendek ini berkisah tentang seorang laki-laki manula yang hidup sendiri di dalam kamar sempit yang menjadi rumahnya – dan berada di atas permukaan perairan yang luas di mana kapal-kapal berlalu lalang di sekitarnya. Kamar sempit itu seperti kubus-kubus yang tampaknya ditumpuk dari ruang-ruang yang berada di bawahnya yang telah terendam, entah sejak berapa lama.

Suatu ketika, air mulai menggenangi kamarnya dan dia memutuskan membuat bilik baru di atas bilik lamanya. Namun ketika si kakek hendak memindahkan barangnya, pipa rokoknya terjatuh ke kamar di bawah yang telah terendam air. Saat ia menyelam ke bawah untuk menemukan pipanya, ia justru menemukan kembali masa lalu dan kenangannya pada setiap kamar/ruang yang telah terbenam dalam perairan tersebut.

Nah, saya tidak akan banyak berkata, atau justru malah dapat merusak keindahan film pendek ini sendiri. Jika Anda ingin menyaksikan film yang memenangkan Academy Award tahun 2009 untuk Best Animated Short Film ini, maka berikut adalah bagian (semoga lengkap) yang diunggah di Vimeo.

Semoga Anda menyukainya. Dan jika Anda tipe penonton yang peka, mungkin ada baiknya menyiapkan saputangan.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar son
    son

    nice mas.
    menginspiriasi 🙂

    regards,
    son
    http://www.erifsonjenando.wordpress.com

  2. Avatar Applausr
    Applausr

    sekarang filemnya anime… saya jarang sekali nonton filem anime… mungkin harus dicoba sekali kali deh…

    1. Avatar Cahya

      He he…, dicoba saja Mas :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca