Bulan ini selesai juga serialisasi “Tasogare Otome X Amnesia” sepanjang dua belas episode. Meskipun banyak keluhan karena sentuhan novelis aslinya hilang, maklum banyak abstraksi yang susah dituangkan ke dalam bentuk animasi, akhirnya serial ini berakhir – dengan sedikit banyaknya perdebatan.
Saya sendiri mengikuti cerita horor ini karena memang menarik sejak awalnya, daripada digambarkan sebagai cerita horor, mungkin lebih menyinggung pada drama komedi romantis. Ya, di beberapa bagian mungkin menyeramkan, namun semua itu ada sisi menariknya.
Ceritanya juga cukup sederhana, jadi saya tidak perlu memutar otak terlalu banyak untuk menikmatinya.
At the Private Seiky? Academy, there is a legend that all students have heard. Sixty years ago, there was a girl who for some reason, was left behind in the old, abandoned school building to die. Teiichi Niiya one day meets a beautiful, mysterious girl named Y?ko Kanoe at the old school building and gets a surprise—she’s the ghost of the girl who died 60 years ago, but does not remember her past or how she died. Teiichi becomes determined to help her remember, and together, they seek the truth behind the gruesome legend.
Kisah ini menceritakan tentang anak sekolah yang membantu sosok hantu yang kehilangan ingatannya. Perburuan mereka terhadap semua legenda menyeramkan di seputar sekolah membuat mereka semakin dekat dengan fakta sejarah yang merekam cerita di balik kematian sosok gadis cantik yang menjadi hantu tersebut.
Kita bisa menyaksikan cuplikannya di YouTube namun tidak akan semenarik animasi lengkapnya.
,
Sayang memang ceritanya dibuat pendek, padahal manga aslinya masih belum selesai dan mengandung lebih banyak misteri lagi. Pun demikian, 12 episode ini saya rasa tidak membosankan.
Tidak disarankan ditonton bagi yang takut film seram, meskipun mengandung unsur komedi. Siapkan tisu atau sapu tangan menjelang episode akhir. Dan akhir cerita yang sepertinya mengejutkan semua penontonnya, sebagian berkata suka, sebagian lagi merasa ada yang kurang pas.
Saya sendiri suka sisipan “Requiem” yang mengalun pada episode kedelapan dan kedua belas. Secara kesuluruhan, saya rasa ini adalah salah satu serial anime yang baik di tahun ini, walau saya tidak mengikuti serial favorit lainnya seperti Sankarea dan Medaka Box.
Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.
FAO, WHO, WOAH, dan CMS meluncurkan kerangka global untuk mempercepat pengendalian flu burung melalui pendekatan One Health. Artikel ini mengulas mengapa H5N1 klad 2.3.4.4b kian mengkhawatirkan, bagaimana pengalaman Indonesia dengan 200 kasus manusia, dan langkah praktis bagi Puskesmas serta masyarakat untuk mencegah limpahan virus dari kandang ke manusia.
WHO merilis pedoman baru tentang perluasan pilihan kontrasepsi. Mifepriston kini direkomendasikan sebagai kontrasepsi darurat, pil KB kombinasi dapat diminum tanpa jeda hingga setahun, dan implan etonogestrel dapat dipakai lima tahun. Sebaliknya, ormeloksifen dan pil kuinestrol belum layak masuk program. Apa artinya bagi layanan KB dan jutaan akseptor di Indonesia kini?
WHO meluncurkan kursus daring mandiri tentang ilmu perilaku bagi praktisi kesehatan masyarakat. Artikel ini mengulas isi kursus, kerangka DDDIE, data perilaku berisiko dari SKI 2023, contoh kasus antibiotik tanpa resep, serta batas bukti nudge, agar program kesehatan di Indonesia tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mengubah perilaku masyarakat sehari-hari secara nyata.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan