A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kita semua mungkin sudah pernah mendengar tentang penyakit yang satu ini, penyakit kaki gajah. Dikenal sebagai filariasis atau elephantiasis secara umum, karena sebagian besar penderita muncul dengan keluhan kaki yang membesar (biasanya sebelah) dengan adanya penebalan permukaan kulit layaknya kaki gajah.

Filariasis limfatikus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing-cacing filiaria Wuchereria bancrofti, Brugia malayi atau B. timori. Manusia dapat terinfeksi cacing-cacing ini melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan masuk ke tubuh untuk kemudian berkembang menjadi cacing dewasa di pembuluh-pembuluh limfatika. Hal ini menyebabkan penyumbatan pembuluh limfe yang menghasilkan pembengkakan pembuluh limfe (limfoedema).

Elephantiasis atau wujud kaki gajah dengan adanya pembengkakan tidak beraturan pada kaki dan organ genitalia (kelamin) yang disertai nyeri merupakan tanda klasik dari stadium lanjut penyakit ini.

Penyakit Kaki Gajah
Penyakit kaki gajah telah ada sejak dulu, tercatat dalam artifak Mesir dan Afrika Utara Kuno. Ilustrasi gambar dari blog Ian McCormick (tautan disertakan).

Infeksi filariasis dapat disembuhkan dengan obat-obatan, namun pada stadium lanjut atau kondisi kronis, bisa jadi tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan saja. Tindakan lain mungkin diperlukan, misalnya operasi untuk kasus hidrokel (pembengkakan testis), atau insisi untuk memulihkan/menambah drainase dari situs limfoedema.

Ada sejumlah cara untuk menegakkan diagnosis infeksi filariasis, terutama pada stadium awal. Yang merupakan standar emas hingga saat ini adalah dengan penemuan adanya mikrofilariae pada sempel darah dari ujung jari pada waktu yang sesuai (berbeda untuk masing-masing cacing), lalu dilihat dengan mikroskop setelah melalui pengecatan giemsa.

Pencegahan dan pengobatan filariasis biasanya menggunakan kombinasi dua jenis obat antara albendazole dan ivermectin atau albendazole dengan diethyl-carbamazine citrate (DEC). Hanya obat-obatan ini hanya cukup kuat untuk membunuh mikrofilaria, namun tidak untuk cacing dewasa.

Jadi Anda perlu waspada jika daerah Anda adalah endemis penyakit kaki gajah, atau Anda bepergian ke wilayah yang endemis penyakit kaki gajah. Selalu gunakan pelindung dan pengusir nyamuk, gunakan kelambu saat tidur dan perlindungan lainnya untuk mencegah penularan infeksi filariasis. Diagnosis awal dengan skin prick test seperti yang diutarakan sebelumnya tidak selalu bisa mendiagnosis dengan cepat, pemeriksaan ICT bisa jadi membantu mendeteksi secara dini adanya infeksi filariasis sehingga terapi bisa dimulai sejak awal – sayangnya, pemeriksaan ini tidak/belum tersedia di semua tempat.

Informasi lebih banyak tentang filariasis bisa ditemukan melalui halaman GAELF atau WHO. Atau hubungi dokter Anda untuk berkonsultasi jika Anda curiga ada yang menderita filariasis.

Video edukasi berikut (dalam bahasa Inggris) adalah video lawas yang cukup menarik, tentang bagaimana pengenalan infeksi filariasis pada masyarakat.

Artikel Baru Terbit

  • Menangis Belum Tentu Sakit, Diam Belum Tentu Sehat: Membaca Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
    Bayi baru lahir kerap menampakkan tanda yang mengkhawatirkan namun jinak — ruam berpindah, bersin, napas tak teratur — sementara tanda paling berbahaya justru nyaris tak terlihat: hipotermia, menyusu buruk, dan terlalu anteng. Artikel ini memetakan keduanya dalam tiga jalur keputusan, agar orang tua tahu kapan menunggu dan kapan berangkat.
  • The Ocean in a Grain of Sand: On Reading the Mahabharata as a Child
    Penulis merenungkan dua buku terpanjang yang pernah dibacanya: Mahabharata dan seri Harry Potter. Mahabharata memberikan gambaran tentang warisan dan makna kehidupan, sedangkan Harry Potter mencerminkan perjalanan tumbuh dewasa dan penemuan diri. Kedua pengalaman membaca ini membentuk identitas dan perspektif penulis terhadap dunia dan cerita.
  • Ketika Gula Darah Anak Terjun Bebas: Panduan Penanganan Hipoglikemia Pediatrik Sesuai Pedoman Terbaru
    Hipoglikemia pada anak adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Anak sadar harus diberikan glukosa oral 0,3 g/kg, sedangkan anak tidak sadar membutuhkan dekstrosa 10% intravena 2 mL/kg atau glukagon. Pengambilan sampel kritis sebelum terapi penting untuk identifikasi penyebab hipoglikemia secara tepat.
  • Diabetes: Membongkar Mitos yang Masih Dipercaya di Indonesia
    Sebelas mitos seputar diabetes—dari anggapan gula sebagai penyebab langsung hingga klaim obat herbal penyembuh instan—dibedah dengan bukti ilmiah dan data terbaru. Prevalensi diabetes Indonesia mencapai 11,7% (SKI 2023), namun mayoritas penyandang belum terdiagnosis. BPOM memperingatkan bahaya produk herbal ilegal yang mengklaim menyembuhkan “kencing manis”.
  • Bukan Sekadar Ramah di Loket: Memahami Patient-Centered Care sebagai Sistem Kerja
    Patient-centered care kerap disalahpahami sebagai keramahan petugas atau kelengkapan berkas akreditasi. Artikel ini menelusuri definisi, bukti ilmiah terbaru, dan payung regulasi Indonesia — UU 17/2023, STARKES KMK 1596/2024, serta indikator nasional mutu — lalu menawarkan langkah praktis tiga lapis bagi klinisi, kepala unit, dan manajemen fasilitas kesehatan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca