A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebagai pengguna lama produk avast! Pro, saya mendapatkan tawaran untuk mendapatkan produk yang sama atau peningkatan ke versi avast! Internet Security. Saya sudah lama ingin mencoba produk yang terbaru dari avast! ini, dilengkapi dengan tembok api (firewall) tersendiri, dan pemindai antispam.

Jadi saya memutuskan untuk mendapatkan lisensinya, setidaknya untuk satu tahun ini terlebih dahulu. Saya langsung membeli lisensinya dari PT. Sistem Prima Infotek, mitra jual resmi yang bekerja sama dengan avast! Dan karena penggunaannya untuk keperluan rumahan saja, jadi tidak menambah biaya apapun lagi.

Jika Anda tertarik mengetahui harga lisensi avast! antivirus yang sudah dirupiahkan, maka berikut penawaran yang bisa dilihat:

 

Renewal avast! Pro
Licenses

1 Year

 2 Years

 3 Years

1 Rp       200.000,00  Rp       360.000,00  Rp          510.000,00
3 Rp       290.000,00  Rp       510.000,00  Rp          750.000,00
5 Rp       450.000,00  Rp       780.000,00  Rp       1,100.000,00

 

Renewal avast! Internet Security
Licenses

1 Year

 2 Years

 3 Years

1 Rp       265.000,00  Rp       480.000,00  Rp          700.000,00
3 Rp       370.000,00  Rp       650.000,00  Rp          945.000,00
5 Rp       580.000,00  Rp       975.000,00  Rp       1,430.000,00

Pengguna dapat memilih antara produk avast! Pro atau avast! Internet Security. Dengan tambahan fitur yang lumayan bermakna, perbedaan harganya tidak begitu jauh. Harga di atas belum termasuk pajak jika Anda terikat kewajibab untuk pembayaran pajak.

Ini lumayan bermanfaat bagi kantor-kantor atau perusahaan yang memiliki sejumlah komputer, di mana versi gratis tidak diizinkan untuk digunakan. Harganya cukup terjangkau untuk membeli lisensi pada sejumlah komputer. Dan tentunya lembaga pendidikan seperti sekolah, atau perguruan tinggi bisa mendapatkan diskon tertentu, kalau saya tidak salah ingat, lembaga-lembaga nirlaba atau kemanusiaan juga mendapatkan tawaran yang lebih terjangkau.

Tapi kemudian pertanyaan, apa membeli lisensi bagi pengguna pribadi diperlukan? Ya, saya rasa demikian, jika aktivitas kita tidak sebatas berselancar di Internet. Atau jika laptop Anda sering digunakan untuk mengakses WiFi di hotspot publik yang rentan serangan peretas.

Avast Internet Security
Lisensi avast! Internet Security untuk satu tahun (365 hari)

Jika Anda tertarik dengan perlindungan lebih oleh karena aktivitas atau bisnis Anda memerlukan perlindungan ekstra, maka penawaran ini layak dipertimbangkan.

Namun jika hanya untuk komputer di rumah, yang sesekali digunakan menjelajah Internet untuk membaca berita atau berjejaring sosial. Maka saya memilih menggunakan avast! Free – yang gratis tentunya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. alief Avatar

    masih setia untuk make yang gratisan ajah Bli.
    yang agak ribet nyari yang buat si mint ajah ni.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ya, yang gratis kan juga bagus Mas. Karena kalau masalah antivirus saja kan kemampuannya tidak beda.

      Suka

  2. gadgetboi Avatar
    gadgetboi

    hehe … kemarin belum lama ini saya diminta upgrade sama avira. tadinya kepingin mendownload avast, entah kenapa malah kembali mendownload avira hahaha … mengenai hot spot, saya sudah tidak menjadi wifi-buster (you know, ghost buster mengejar hantu, hulk-buster=mengejar hulk, wifi-buster=fakir benwit mengejar benwit gratisan 😀 ) seperti 5 tahun lalu 😆
    di rumah ada cafe/mini market kecil yg menyediakan wifi, asiknya engga ada orang yg nogkrong internetan. saya aja sendiri yg sering ke sana hahaha. jadi engga usah khawatir hacker,

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mas Rangga, saya rasa asal tahu bagaimana cara optimalisasinya, pakai antivirus manapun tidak masalah.
      Kalau ada wifi gratisan sih sepertinya asyik juga.

      Suka

  3. Applausr Avatar
    Applausr

    boleh juga nih… layak dicoba… selama ini tidak pernah menggunakan security seperti ini.. kalau di kantor sudah ada yang menjaganya.. tapi kalau lagi di luarkan serem ya..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Sebenarnya seram itu kadang datang dari orang-orang yang suka usil, belajar jadi peretas, bongkar isi laptop tetangga yang pakai hotspot publik.

      Yah, buat jaga-jaga saja. Lebih baik ditingkatkan keamanannya.

      Suka

  4. honeylizious Avatar
    honeylizious

    saya belum menemukan OS yang sesuai buat netbook apalagi anti virus 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Hmm… Kembali pakai Windows tapi peranti lunak lainnya pakai Open Source?

      Suka

  5. rismaka EA Avatar
    rismaka EA

    Mas cahya,

    apa penggunaan “tembok api” untuk firewall sudah merupakan serapan yang benar menurut EYD? Karena saya kok merasa agak ganjil ketika membacanya ya..

    Terus masalah lisensi. Saya saat ini mengurusi divisi IT di tempat saya bekerja. Beberapa komputer saya pasangi Avast Free edition dengan lisensi pengguna pribadi milik saya.. Apakah hal tsb merupakan pelanggaran?

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Sepertinya belum ada kesepakatan untuk itu, jadi saya masih pakai yang cukup banyak digunakan, meski memang terdengar ganjil.

      Sebenarnya pembedaan lisensinya cukup dilihat penggunaan Home atau Office, kalau Home bisa pakai lisensi yang gratis, tapi kalau sudah berada dalam lingkung Office meskipun pakai notebook sendiri, tetap tidak diizinkan pemakaian yang gratis. Kalau penangkapan saya demikian.

      Suka

Tinggalkan komentar