Beberapa waktu yang lalu, The Document Foundation merilis LibreOffice 4 – aplikasi perkantoran yang tipe berkas olahannya menjadi standar Internasional dan SNI kita saat ini. Saya pun mengunduh aplikasi ini untuk Windows Vista saya, karena biasanya jika di Linux, pembaruan akan dilakukan secara otomatis.
Saya memang selalu mengerjakan tugas perkantoran seperti mengetik dokumen, membuat salinda presentasi, membuat bagan dan lain sebagainya dengan menggunakan LibreOffice. Jadi saya tidak bergantung lagi pada produk proprietary Microsoft Office. Dan jika Anda melirik dengan seksama catatan rilisnya, maka banyak hal bisa dilakukan dengan sangat baik menggunakan aplikasi ini.
Ukuran berkasnya tidak begitu besar untuk diunduh ke Windows, sekitar kurang dari 200 MB, termasuk untuk berkas bantuan dalam bahasa Indonesia. Saya memilih mengunduh menggunakan aplikasi P2P (berkas torrent), karena lebih mudah pada jalur lalu lintas data yang padat.
Saat memasangnya, aplikasi LibreOffice 3 yang lama akan langsung digantikan dengan versi 4 yang baru, jadi tidak perlu membuang aplikasi lama terlebih dahulu.
Tampilan LibreOffice 4 Writer pada Windows Vista Business yang saya gunakan.
Saat menggunakan Impress atau mungkin sebagian besar dari Anda akan menyangkannya seperti fungsi Power Point pada Microsoft Office, kini pengguna bisa menggunakan Impress Remote yang bisa digunakan pada perangkat Android untuk melakukan presentasi jarak jauh tanpa perlu berada di dekat komputer. Sayangnya saat ini baru bisa diaplikasikan pada Linux, rencananya Mac dan Windows akan didukung pada rilis selanjutnya.
LibreOffice 4 kini bisa membuka berkas dari seri PPTX lebih baik, dan menyimpannya dalam format terbuka dengan lebih sesuai. Beberapa jenis fonta baru juga ditambahkan seperti Open Sans (Ascender), PT Serif (ParaType), Source Code Pro and Source Sans Pro (Adobe).
Jika Anda ingin mendapatkan LibreOffice untuk Windows atau Mac, silakan mengunduh langsung di situs resminya. Sementara pengguna Linux terutama dengan Dekstop Gnome biasanya akan mendapatkannya secara langsung, sedangkan pengguna KDE bisa mempertimbangkan Caligra Suite yang juga mumpuni seperti layaknya OpenOffice.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan