A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Peresepan obat selayaknya mengikuti aturan peresepan yang rasional, yang bermakna setiap obat yang dituliskan dalam resep memiliki sejumlah pertimbangan rasional, misalnya efektivitas terapi (kegunaan), efek samping, hingga pertimbangan keterjangkauan oleh pasien yang akan menggunakannya. Hanya saja memilih resep yang rasional memiliki banyak tantangan di lapangan.

Di bidang kegunaan atau efektivitas terapi, tidak akan begitu banyak masalah, karena setiap obat memiliki indikasi yang sudah jelas. Tentu saja dengan takaran yang sesuai, efektivitas obat yang diharapkan bisa dihasilkan. Masalah yang cukup banyak muncul adalah ketika sejumlah penyakit swasembuh, menimbulkan gejala-gejala yang menirdayakan pasien. Di sini harus diberikan penjelasan bahwa obat-obatan berfungsi bukan untuk menyembuhkan, namun mengurangi gejala-gejala yang mengganggu tersebut.

Efek samping obat-obatan biasanya tidak terlalu mengganggu, misalnya sedikit pusing, mengantuk, atau perut terasa tidak nyaman. Tidak semua orang dimendapatkan pengobatan akan mengalami efek samping, ini pun harus dijelaskan pada pasien. Kadang ada pasien yang merasa tidak nyaman, dan beralih berobat ke dokter “selanjutnya” mengira kondisinya memburuk.

Obat Generik
Piliha pasien untuk obat (Sumber farmasi.asia)

Yang terakhir adalah keterjangkauan. Selama ini saya lebih sering meresepkan obat generik, kecuali pasien meminta yang berbeda pasca dijelaskan panjang lebar. Sebenarnya siapapun, berhak atas obat-obatan yang terjangkau. Dan tetap harus dicatat, obat yang terjangkau bukan dimaksudkan selalu digolongkan dalam obat gratis.

Pasien pun kini dianjurkan makin cermat dalam bersama-sama dokter menentukan pilihan obat yang tepat baginya. Dalam hal ini, kerja sama antara dokter dan pasien adalah syarat utama tercapainya pengobatan yang optimal. Pasien tidak hanya berhak tahu obat-obat yang diberikan, namun juga wajib paham bagaimana menggunakannya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Zizy Damanik Avatar
    Zizy Damanik

    Kalau saya gak lupa, saat berobat pasti saya bilang dulu minta obat generic, karena sudah tahu bahwa isinya sama saja, hanya beda kemasan dan merk. Tapi kalau sudah sakit beneran, suka lupa juga.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ya, di Indonesia kebanyakan obat generik dan obat generik berlogo. Yang benar-benar paten itu hanya sebagian kecil dari obat yang beredar rasanya.

      Suka

  2. alief Avatar

    menurut pengalaman – entah ini terjadi pada diri ini sendiri atau memang begitu adanya- dokter di daerah kota cenderung meresepkan obat yang mahal tanpa menanyakan lebih dulu pada konsumen, sedangkan dokter yang di daerah penggiran meresepkan obat generik

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Saya mungkin tidak bisa menampik itu. Kembali pada kebutuhan ekonomi sebenarnya. Dokter di pinggiran tidak terlalu terbebani banyak hal. Sedangkan bekerja di kota cukup banyak stres dan tekanan, termasuk di sisi ekonomi. Misalnya mendapatkan lahan praktek yang prestigius dan menarik pasien itu tidak mungkin biayanya kecil.
      Sebenarnya apa yang boleh diterima dokter secara etika adalah pengganti jasa memeriksa dan mengobati pasien, bukan dari jualan obat atau sejenisnya.

      Suka

  3. Tomi Purba Avatar
    Tomi Purba

    saya biasanya tanya dl sama dokternya.. apakah bisa menggunakan obat generik atau tidak.,. kalau bisa ya kenapa harus pake paten.. maklum irit mas

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Itu langkah bijaksana Mas Tomi, toh sebenarnya kebanyakan obat kita di lapangan adalah obat generik berlogo. Jadi seharusnya tidak sulit.

      Suka

  4. Applausr Avatar
    Applausr

    setuju, harus kerja sama dengan dokter. Walaupun banyak dokter seringnya tidak tanya tapi langsung buatkan resep dengan obat yang mahal mahal.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Di sanalah letak kekritisan yang diperlukan pihak pasien :).

      Suka

Tinggalkan komentar