Siapa yang perlu pemeriksaan swab untuk COVID-19?

Penentuan diagnosis COVID-19 saat ini paling banyak menggunakan pemeriksaan antigen dan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT), melalui pengambilan sampel di nasofaring dan/atau orofaring melalui usapan (swab). Tapi siapa yang sebenarnya memerlukan pemeriksaan ini? Pertama-tama perlu diketahui, bahwa pemeriksaan dan penegakan diagnosis selama pandemi sangat penting untuk memetakan perkembangan pandemi. Bagi pemerintah di hulu, ini bermanfaatLanjutkan membaca “Siapa yang perlu pemeriksaan swab untuk COVID-19?”

Panduan Isolasi Mandiri pada Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan buku saku untuk pedoman isolasi mandiri pada anak terkait situasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini. Buku ini akan menjawab, Apa saja syarat isolasi mandiri pada anak? Apa saja gejala COVID-19 pada anak, dan apa tanda bahaya yang harus diwaspadai? Bagaimana asuhan bayi yang lahir dari ibu denganLanjutkan membaca “Panduan Isolasi Mandiri pada Anak”

Efek Samping Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Apa efek samping penerimaan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca dan bagaimana mencegah serta menanganinya? Ini menjadi banyak pertanyaan dan kekhawatiran, baik di kalangan masyarakat umum, bahkan hingga tenaga kesehatan itu sendiri. Kasus COVID-19 menanjak dengan cepat di pelbagai belahan dunia, terutama dengan munculnya varian baru yang lebih menular. Hal ini membuat program vaksinasi diupayakan berjalan lebihLanjutkan membaca “Efek Samping Vaksin COVID-19 AstraZeneca”

COVID-19 dan Kehamilan

Ibu hamil, yang baru melahirkan, atau yang sedang menyusui juga dapat terinfeksi SARS-CoV-2 dan menderita COVID-19. Tapi apa saja risikonya? Secara keseluruhan, risiko COVID-19 pada ibu hamil cukup rendah. Namun perlu menjadi catatan bahwa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit parah dan kematian pada COVID-19. Ibu hamil dengan COVID-19 tampaknya lebih mudah mengarah pada komplikasi saluranLanjutkan membaca “COVID-19 dan Kehamilan”

Tips Keselamatan bagi Tenaga Kesehatan Garda Depan menghadapi COVID-19

Dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang bekerja bersama-sama dalam menghadapi pandemi COVID-19 di garda depan paling rentang terpapar langsung dengan SARS-CoC-2 – virus penyebab COVID-19. Pelajaran yang dapat kita ambil selama ini adalah COVID-19 sangat menular, oleh karena itu perlindungan keselamatan bagi tenaga kesehatan di garda depan perlu mendapatkan perhatian lebih. Setahun ini, perkembangan mengenaiLanjutkan membaca “Tips Keselamatan bagi Tenaga Kesehatan Garda Depan menghadapi COVID-19”

Apakah COVID-19 berasal dari Laboratorium di Wuhan?

Setahun COVID-19 dan pelbagai varian – dan bahkan varian dari varian – bermunculan, namun pertanyaan dari mana virus ini berasal belum terjawab. Bulan-bulan awal kemunculan COVID-19 kita sempat mendengar SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 mungkin saja berasal dari sebuah laboratorium penelitian virus di Wuhan, Tiongkok. Pernyataan tersebut banyak beredar, dan masuk ke dalam kategori teori konspirasi karenaLanjutkan membaca “Apakah COVID-19 berasal dari Laboratorium di Wuhan?”

Memanfaatkan Open Knowledge Maps

Ingin menulis sesuatu yang bersifat ilmiah, mulai dari esai hingga karya tulis dan penelitian? Kita akan memerlukan banyak membaca terlebih dahulu, meskipun kita tahu mengenai topik yang hendak kita tulis. Apa yang dipilih untuk dibaca? Ini menjadi pertanyaan berikutnya. Sebagai praktisi kesehatan, sumber referensi saya biasanya berkisar pada situs kesehatan dan jurnal kesehatan. Sebagian besarLanjutkan membaca “Memanfaatkan Open Knowledge Maps”

Bagaimana memilih dokter keluarga atau pribadi?

Jika Anda baru saja mendaftar asuransi publik seperti BPJS Kesehatan, atau pengguna BPJS Kesehatan yang berpindah domisili, Anda mungkin akan menggunakan hak Anda untuk memilih siapa yang akan menjadi dokter keluarga/pribadi Anda melalui layanan registrasi atau aplikasi resmi di telepon pintar. Setiap orang memiliki keperluan dan kriteria tersendiri dalam memilih layanan dokter yang dia butuh.Lanjutkan membaca “Bagaimana memilih dokter keluarga atau pribadi?”

Koding ICD-10 untuk COVID-19

WHO sudah lama (kurang lebih setahun) menerbitkan kode ICD-10 untuk COVID-19. Kode ini mungkin berbeda dengan apa yang diterapkan di banyak tempat, tergantung mekanisme penjaminan terhadap pasien COVID-19. Ada kode baru untuk COVID-19, yaitu: U07.1 COVID-19, virus diidentifikasi U07.2 COVID-19, virus tidak diidentifikasi Didiagnosis secara klinis-epidemiologi COVID-19 Kemungkinan COVID-19 Diduga COVID-19 Tidak ada gejala DenganLanjutkan membaca “Koding ICD-10 untuk COVID-19”

Bertemu di luar ruangan secara aman pada masa pandemi

Pandemi COVID-19 masih berlangsung, dan kita tidak boleh abai. Mutasi sejumlah varian SARS-CoV-2 sudah mulai mengarah pada immune escape, yang bermakna mereka bisa jadi lolos dari daya tahan yang sudah dimiliki oleh orang yang sudah divaksinasi atau sudah pernah terkena COVID-19. Pun demikian, kegiatan masyarakat terus berlangsung. Tidak memungkinkan melakukan karantina lagi melihat kondisi sosiokulturalLanjutkan membaca “Bertemu di luar ruangan secara aman pada masa pandemi”