A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Diare adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang balita. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi virus dan bakteri, hingga keracunan makanan. Diare pada balita bisa berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat berakibat fatal.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah dehidrasi akibat diare pada balita adalah dengan memberikan oralit. Oralit adalah larutan yang mengandung elektrolit, seperti sodium, potassium, dan klorida, yang membantu tubuh balita menyerap air dan mencegah dehidrasi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa orang tua harus selalu sedia oralit di rumah:

  • Diare bisa datang kapan saja. Tidak ada waktu yang tepat untuk diare, dan bisa menyerang balita kapan saja, bahkan di malam hari atau di akhir pekan.
  • Diare bisa berlangsung lama. Diare pada balita bisa berlangsung selama beberapa hari, dan bahkan bisa lebih lama jika tidak diobati dengan tepat.
  • Dehidrasi akibat diare bisa berbahaya. Dehidrasi dapat menyebabkan balita menjadi lemas, rewel, dan bahkan pingsan. Dalam kasus yang parah, dehidrasi dapat berakibat fatal.

Berikut adalah cara memberikan oralit pada balita yang diare:

  • Bacalah instruksi pada kemasan oralit dengan seksama.
  • Siapkan air minum yang bersih dan matang.
  • Campurkan bubuk oralit dengan air sesuai dengan instruksi pada kemasan.
  • Berikan oralit kepada balita dengan sendok atau gelas.
  • Berikan oralit kepada balita sedikit demi sedikit, setiap 5-10 menit.
  • Terus berikan oralit kepada balita selama diare masih berlangsung.

Jika balita Anda mengalami diare, berikut adalah beberapa tips tambahan:

  • Berikan balita banyak minum. Selain oralit, Anda juga dapat memberikan balita air putih, jus buah, atau sup.
  • Berikan balita makanan yang mudah dicerna. Hindari memberikan balita makanan yang pedas, berlemak, atau berserat tinggi.
  • Istirahatkan balita. Balita yang diare membutuhkan banyak istirahat untuk pemulihan.
  • Jika diare balita Anda tidak membaik setelah 2-3 hari, atau jika balita Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera bawa ke dokter.

Dengan selalu sedia oralit di rumah dan mengetahui cara memberikannya kepada balita yang diare, Anda dapat membantu mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan balita Anda.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca