A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mungkin setelah lebih dari 2 tahun, akhirnya yang banyak dinantikan dirilis juga. Sebuah distribusi Linux yang menggulkan desain & kesederhanaan, OS Luna dari Elementary. Sebagai penerus Jupiter, Luna merupakan distribusi yang kembali mengusung keindahan, bukan hanya tampak indah, namun juga nyaman digunakan.

Perjalanan panjang Luna hingga saat ini tidaklah mudah, mereka sempat diakui sebagai pembuat desain yang hebat namun ditolak sebagai penghasil kode yang layak. Namun perjalanan itu tidak sia-sia, saya rasa Luna sekarang mendapat banyak perhatian, terutama mereka yang mencari Linux untuk bisa mudah digunakan, bahkan di komputer lawas mereka.

Saya mencicipi edisi “live image” Luna dengan menggunakan kandar UFD, dan melihat memang sangat menggiurkan untuk segera digunakan. Kata orang ini seperti kesan pertama yang begitu menggoda.

Elementary OS Luna
Elementary OS ver. 0.2 “Luna” 64-bit menggunakan Notebook Acer TravelMate 6293. Tampil cantik dan menawan.

Luna berbasis Ubuntu 12.04 (jika saya tidak keliru), mungkin memang agak sedikit lawas, dan saat saya uji pemasangannya di notebook dengan Boot UEFI, tampaknya tidak berjalan dengan baik. Jadi saya sedikit ragu apakah Linux ini bisa dipasang pada komputer/laptop yang didesain bekerja dengan Windows 8 dan secure boot. Namun untuk komputer lawas berbasis 32-bit dan 64-bit saya rasa tidak akan masalah.

Bagaimana jika dibandingkan Pear OS? Jujur, dengan mempertimbangkan unsur penampilan dan kestabilan, saya akan memilih Luna. Alasannya sederhana, Luna tidak hanya mempertimbangkan kecantikan desain, namun juga tipografi yang digunakan – sehingga mata terasa dimanjakan saat memandangnya.

Mungkin distrubisi ini banyak mendapatkan pro & kontra, dan kabar baiknya adalah semua itu tidak akan menghilangkan kemungkinan distribusi ini akan menjadi favorit bagi mereka yang baru saja mulai belajar menggunakan Linux, dan mereka yang telah lama menggunakan Linux.

Oleh karena Luna menggunakan Ubuntu 12.04 LTS sebagai basisnya, saya tidak tahu seberapa lama sampai edisi berikutnya dirilis. Karena Jupiter sendiri dirilis April 2011, dan Luna kini dirilis pasca pertengahan tahun 2013. Saya sendiri tidak khawatir bahwa aplikasinya akan ketinggalan zaman, karena Luna dibekali aplikasinya tersendiri yang mungkin merupakan pilihan aplikasi yang tidak biasa dijumpai pada distribusi Linux lainnya. Bagi yang menginginkan sistem operasi yang bertahan agak lama tanpa perlu diperbarui secara besar-besaran setiap 6 bulan, ini merupakan pertimbangan yang baik.

Pertimbangan untuk menggunakannya mungkin adalah: tampilan yang dipoles dengan sangat baik, kebutuhan sistem perangkat keras yang tidak perlu tinggi (1 GHz/512 MB/5 GB), tersedia edisi 32-bit dan 64-bit, ringan untuk komputer lama, mudah digunakan, ruang aplikasi yang kaya (basis Ubuntu), pembaruan dan peningkatan otomatis tersedia ke versi berikutnya.

Pertimbangan untuk tidak menggunakannya mungkin adalah: dukungan UEFI untuk laptop baru masih ragu, jenis aplikasi baru perlu dibiasakan untuk digunakan, Anda mungkin bukan penggemar elementary.

Silakan lihat sejumlah video yang disertakan, dan pertimbangkan; apakah Luna cukup menarik bagi Anda.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Cahya Avatar

    Saya sudah kadung pasang Windows 8, jadi malas ganti-ganti lagi, apalagi ditambah dengan dual-boot. Nanti kalau ada mood, mungkin akan saya pasang :).

    Suka

    1. Nathan Avatar
      Nathan

      mending dicoba aja berdua sama raring

      Suka

    2. Cahya Avatar

      Boleh saja sih, ndak masalah. Saya cuma ndak terbiasa memasang dua sistem Linux di satu komputer yang sama :D.
      Tapi kalau memang tidak dicoba beberapa pekan, biasanya sulit bilang apakah akan cocok atau tidak.

      Suka

    3. Nathan Avatar
      Nathan

      Saya pernah dulu coba ubuntu dan IGN itu tidak apa-apa.. seperti instalasi biasa tapi saya juga ragu kalo dilakukan praktek dualboot di komputer dengan spesifikasi seperti punya saya.. mungkin akan sedikit berat

      Suka

    4. Cahya Avatar

      Teorinya sih dualboot ndak menambah beban kerja komputer, cuma mengurangi jumlah ruang diska pemasangan program/aplikasi. Kalau sama-sama Linux, ruang diska untuk dokumen masih bisa dipakai bersama.

      Suka

  2. Nathan Avatar
    Nathan

    Mas Cahya ini sudah saya coba di win8 yang ada uefi nya berhasil kok mas..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Oh bisa toh, berarti ada berkas yang korup saat saya coba masukkan ke dalam live USB. Mungkin besok coba bakar ke CD saja, he he….
      Gimana, distro yang satu ini lebih enak dipakai kan :).

      Suka

    2. Nathan Avatar
      Nathan

      Ya sih lebih simple dan gak terlalu mbulet. saya juga instalasinya pake cd. Itu dasarnya masih 12.04 ya mas.. kok yang saya dengar pake 13.04 .

      Suka

    3. Cahya Avatar

      Bukan Nathan, itu berdasarkan Ubuntu lawas 🙂

      “Luna is based on Ubuntu 12.04 LTS. As such, anything that works with Ubuntu 12.04 should work equally as well with elementary OS Luna. It’s available in both 32-bit (i386) and 64-bit (amd64) versions. Both versions are identical other than the target processor type.”

      Keterangan itu bisa dilihat langsung di dokumentasinya: http://elementaryos.org/docs/user-guide/technical-specifications.

      Tapi karena sudah ada desain kernel, jadi tidak masalah dengan peranti lunak terbaru.

      Suka

    4. Nathan Avatar
      Nathan

      Ohh.. gitu ini saya lagi bingung cari distro yang pas 😀 hehehehe

      Suka

    5. Cahya Avatar

      Oh, memang pinginnya distro linux yang seperti apa? 🙂

      Suka

    6. Nathan Avatar
      Nathan

      saya mau yang DE-nya pake gnome (tapi selain OpenSus dan ubuntu karena dah punya)

      Suka

    7. Cahya Avatar

      Sudah coba yang turunan ArchLinux?

      Soalnya Fedore, openSUSE itu masih saudaraan. Ubuntu dan turunannya juga sejenis, dari Debian asal mulanya.

      Suka

    8. Nathan Avatar
      Nathan

      Arch mungkin masih terlalu susah buat saya.. tapi pernah saya coba bodhi apa itu turunannya arch

      Suka

    9. Cahya Avatar

      Hmm… turunannya Arch yang agak enak itu Archbang dan Cakhra. Kalau Bodhi itu berdiri sendiri, khas dengan Enlightementnya.

      Suka

  3. Melvin Avatar
    Melvin

    mas, yg ini gk mau dipasang ?. btw, untuk ubuntu 12.04 yg awal rilis memang setau saya blum support uefi. namun buat ubuntu 12.04 yg baru udah support kok 🙂

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Saya belum mencoba memasangnya. Cuma kemarin sempat galat dipasang di notebook yang ada UEFI-nya.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Cahya Batalkan balasan