A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Disney Pixar kembali merilis film animasi terbaru mereka (sebenarnya sih sudah berita lama), yaitu Planes yang tayang dalam animasi 3D. Mungkin terinspirasi dari kesuksesan Cars 1 & 2, maka film Planes ini dibuat, karena karakternya di dalamnya hampir serupa, kecuali kali ini seputar pesawat udara. Cerita dalam film Planes ini sebenarnya klise saja, tapi kemasannya yang baru. Bagi yang sering menonton film berlatar sejenis mungkin akan jenuh menyaksikan film ini.

Kisahnya sederhana, tentang Dusty – pesawat penyemprot pestisida yang digunakan di ladang-ladang pertanian yang bermimpi menjadi pesawat pembalap. Dia pun sibuk berlatih aerobatik setelah dia selesai dari tugasnya menyemprot hama. Dan pada suatu ketika kesempatan itu datang padanya, di sinilah kisah Planes berlanjut pada balapan kelas dunia; sebagaimana film Cars sebelumnya.

Saya merasakan film animasi Pixar yang satu ini biasa-biasa saja. Tidak buruk, tidak juga bagus, pun demikian cukup menghibur. Kadang saya merasa seperti menyaksikan waralaba Barbie yang disajikan oleh Pixar, ini bukan ciri khas Pixar yang kreatif. Saya tidak benci film ini, hanya saja mungkin sedikit kecewa tidak merasakan sentuhan ajaib Pixar seperti ketika menyaksikan Up atau Wall-E ketika telah lahir film sebagus Finding Nemo.

Planes
Busty dalam balapan udara di Film Planes.

Tapi jangan terlalu khawatir, meski tidak mengigit seperti yang saya harapkan karena ini adalah keluaran Studio Pixar, saya tetap menemukan hiburan disepanjang jalan ceritanya. Untuk sebuah film keluarga, saya bisa merekomendasikannya di layar kaca. Saya pun mungkin akan menunggu tayangnya di layar kaca pada musim-musim liburan di beberapa tahun mendatang.

Setidaknya ada kelanjutan cerita yang tampaknya dijanjikan oleh Disney, semoga lanjutannya bisa menawarkan sesuatu yang lebih memesona.

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    banyak yg kecewa dengan produksi disney-pixar ini, terlalu “Cars” Rip-off. Saya juga. Walau ada elemen American PopCulture seperti Cars yang saya sangat sukai tapi kurang kental seperti Cars yg pertama.

    1. Avatar Cahya

      Itulah mengapa saya bilang, ya cukup untuk hiburan semata, tapi kalau mau masuk award, sangat diragukan.

  2. Avatar rismaka
    rismaka

    “Quit” ???
    Kalau “Quit” ngeblog sepertinya tidak mungkin untuk seorang Cahya. 🙂

    Bila terkadang ego mengalahkan suatu prinsip, mengapa tak memberikan kesempatan pada prinsip dan hati nurani untuk mengambil alih secuil ego…

    BTW sekarang ditugaskan di daerah mana mas?

    1. Avatar Cahya

      Ndak Mas Ris, bukan masalah ngeblog, cuma masalah kerjaan :).

      Saya sudah selesai di Banyuwangi, sekarang saya di Jogja lagi.

    2. Avatar Cahya

      Ndak Mas Ris, bukan masalah ngeblog, cuma masalah kerjaan :).

      Saya sudah selesai di Banyuwangi, sekarang saya di Jogja lagi.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca