A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika kita bayangkan bahwa separuh lebih orang dewasa di Indonesia mengonsumsi jamu, dan sebagian besar dari mereka berkata merasakan manfaat jamu. Kenyataan bahwa jamu adalah obat tradisional bangsa kita yang begitu populer tidak bisa dimungkiri lagi. Apalagi memandang pesebaran jamu yang ada di seluruh nusantara, maka jamu bisa dipandang sebagai sebuah aset kekuatan bangsa.

Jamu sebagai sebuah warisan budaya memiliki kekuatan yang cukup dekat dengan masyarakat kita. Pengembangan dan penelitian tentang jamu masih terus berlanjut, dan beberapa sudah menghasilkan data pra klinis yang cukup signifikan. Sehingga muncul pelbagai jenis racikan jamu untuk kondisi-kondisi sakit tertentu.

Ada beberapa keuntungan jika jamu bisa berkembang dengan lebih baik lagi menurut saya. Pertama bahan bakunya bisa diperoleh dari alam nusantara kita. Kita tidak perlu mengimpor seperti bahan obat-obatan dan ini akan menekan biaya produksi. Di samping menekan biaya produksi, yang kembali diuntungkan tentunya mitra kerja sama bahan baku jamu yang berasal dari petani lokal.

Harga obat-obatan kini semakin tinggi, sehingga biaya berobat pun semakin tinggi. Jika jamu yang berbiaya produksi lebih murah bisa menjadi substitusi bagi beberapa jenis obat, maka beban kesehatan masyarakat secara umumnya bisa diringankan. Dan anggaran kesehatan pun bisa ditekan dan diarahkan bagi keperluan lain. Misalnya saja, kadang Puskesmas dan Dinkes kewalahan menyediakan obat antihipertensi bagi masyarakat, karena tingginya angka penderita hipertensi di Indonesia; namun karena cukup banyak penderita berasal dari rakyat miskin, seringkali pemberian obatnya terbatas dan tidak menyelesaikan masalah penanganan hipertensi untuk jangka panjang. Jika ada jamu antihipertensi yang bisa diperoleh atau diracik sendiri oleh warga melalui apotek hidup, maka ini akan mengurangi beban penyediaan obat dan dananya bisa dialokasi untuk hal lainnya di bidang kesehatan, seperti misalnya mendanai operasi pasien tidak mampu.

Masyarakat bisa menjadi lebih memahami obat-obatan tradisional mereka, bagaimana menjaga kesehatan mereka dengan menggunakan jamu, dan bagaimana menghargai lingkungan dan alam yang menjadi sumber bahan bakunya. Kelestarian lingkungan juga menjadi harapan saya jika jamu bisa berkembang dengan baik.

Memang ini seperti mimpi yang jauh di depan, namun kenapa tidak? Saya rasa bangsa ini mampu untuk melangkah ke arah itu jika saja ada kemauan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar Arif Abdurahman
    Arif Abdurahman

    Berkat gembar-gembor back to nature, fitofarmaka ini jadi pilihan yg populer. Ya, asal standarisasi jamunya aja yg kudu bener-bener dijaga.

    1. Avatar Cahya

      Penetapan standar, termasuk penjagaan mutu, dan tentunya aspek keterjangkauan bagi masyarakat luas.

  2. Avatar Zippy
    Zippy

    Sayangnya kini marak jamu ilegal ya.
    Jamu yang seharusnya
    berbahan dasar herbal, eh malah disalahgunakan dengan berbagai campuran
    obat yang kita gak tahu resikonya baik itu jangka pendek maupun panjang.Dulu di rumah kalo lagi nggak fit suka minum jamu Akar D*wa 😀

    1. Avatar Cahya

      Nah di sini perlu adanya ketegasan aparat dan kerja sama masyarakat. Karena kalau kasus-kasus tersebut dibiarkan, kan baik masyarakat dan industri jamu itu sendiri dirugikan.

  3. Avatar html1155.wordpress.com
    html1155.wordpress.com

    sejak kian maraknya jamu ilegal, saya jd khawatir mas untuk meminum jamu, harapan saya sih pemerintah memperhatikan ini

  4. Avatar julie
    julie

    potensi kekayaan alam kita masih belum digali lebih dalam dan difokusin mungkin karena rakyat sudah terlalu lama dicekokin hal-hal yang lebih praktis

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca