A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam setiap langkah kehidupan, manusia bisa menjadi bimbang, dan kebimbangan adalah bayangan yang selalu menghantui bagaimana seseorang berdiri menghadapi kehidupan.

Berdirilah seperti gunung, dingin yang menghembus kencang diterima dengan terbuka, demikian juga hangat yang sekejap berubah menjadi panas. Tetap bergeming ketika musim-musim berubah, manusia yang memiliki pendirian mungkin tidak akan ditatap oleh dunia, namun manusia tidak memilih berdiri tegap karena ingin dilihat oleh dunia.

Berterima kasih pada apa yang telah mengelilingnya, baik yang mengikis maupun menambahkan kehidupannya, dan semua itu adalah sahabat dalam perjalanan sang waktu.

Suatu saat jika berjodoh, musim mungkin akan menumbuhkan bunga lili yang indah di tebing-tebing curammu, meskipun hanya setangkai. Langit mungkin menyibakkan malam dan menghadirkan hujan bintang yang tak satupun jatuh ke pangkuanmu. Karena kamu berdiri seperti gunung, kamu akan melihat apa yang tidak pernah disaksikan oleh mereka yang berlari kian kemari dalam kebimbangan.

Artikel Baru Terbit

  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca