Berdirilah Seperti Gunung

Dalam setiap langkah kehidupan, manusia bisa menjadi bimbang, dan kebimbangan adalah bayangan yang selalu menghantui bagaimana seseorang berdiri menghadapi kehidupan.

Berdirilah seperti gunung, dingin yang menghembus kencang diterima dengan terbuka, demikian juga hangat yang sekejap berubah menjadi panas. Tetap bergeming ketika musim-musim berubah, manusia yang memiliki pendirian mungkin tidak akan ditatap oleh dunia, namun manusia tidak memilih berdiri tegap karena ingin dilihat oleh dunia.

Berterima kasih pada apa yang telah mengelilingnya, baik yang mengikis maupun menambahkan kehidupannya, dan semua itu adalah sahabat dalam perjalanan sang waktu.

Suatu saat jika berjodoh, musim mungkin akan menumbuhkan bunga lili yang indah di tebing-tebing curammu, meskipun hanya setangkai. Langit mungkin menyibakkan malam dan menghadirkan hujan bintang yang tak satupun jatuh ke pangkuanmu. Karena kamu berdiri seperti gunung, kamu akan melihat apa yang tidak pernah disaksikan oleh mereka yang berlari kian kemari dalam kebimbangan.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

%d blogger menyukai ini: