A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Aspirin merupakan salah satu obat lama yang ada di pasaran dan bisa didapatkan secara bebas dan murah. Sejak dulu, aspirin memang diketahui memiliki sifat pencegah kanker; namun belum berani direkomendasikan karena kekhawatiran akan dampak penggunaan jangka panjangnya. Kini, ada penelitian yang memberikan gambaran tentang bagaimana aspirin dapat direkomendasikan untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah kanker.

Penggunaan aspirin dosis rendah/sedang selama setidaknya lima tahun, bisa menurunkan risiko kanker pada usia 50 – 65 tahun. Ini mungkin membuat aspirin akan menjadi rekomendasi selanjutnya setelah program berhenti merokok, mengurangi obesitas atau mempertahankan berat badan ideal, olah raga teratur, dan makan makanan yang sehat dalam rangka mencegah kanker.

Pun demikian, mereka yang hendak menggunakan aspirin juga diminta mempertimbangkan dampak atau efek sampingnya.

Prophylactic aspirin use for a minimum of 5 years at doses between 75 and 325 mg/day appears to have favourable benefit–harm profile; longer use is likely to have greater benefits. Further research is needed to determine the optimum dose and duration of use, to identify individuals at increased risk of bleeding, and to test effectiveness of Helicobacter pylori screening–eradication before starting aspirin prophylaxis.

Mereka yang berusia di atas 70 tahun mungkin akan lebih rentan terhadap efek samping konsumsi aspirin jangka panjang seperti perdarahan di saluran cerna. Jika Anda berkeinginan untuk menggunakan aspirin sebagai alternatif pilihan guna mengurangi risiko kanker, silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk memahami keuntungan dan kerugiannya.

Artikel Baru Terbit

  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca