A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Salah satu serial anime yang selesai saya tonton minggu lalu adalah Mahouka Koukou no Rettousei, yang merupakan adaptasi dari novel pendek karya Satou Tsutomu. Berkisah tentang kakak beradik yang memiliki latar cukup pelik memasuki sekolah sihir, dan hingga sejumlah 26 episode musim pertama belum terungkapkan semua.

Tentu saja sekolah sihir di sini tidak seperti Hogwarts yang lekat dengan karakter populer Harry Potter, melainkan sekolah sihir yang memang tampak seperti sekolah (atau kampus) biasanya dengan banyak teknologi modern di dalamnya. Sehingga kita sedang diajak untuk melihat kemungkinan sihir modern ke dalam daya khayal kita.

Mahouka Koukou no Rettousei

Saya menyukai serial ini karena selain memang spesial efek dan imajinasi yang nikmat dipandang, intrik di dalam ceritanya juga menarik. Perubahan arah kekuasaan, pemberontakan, human experimental, militer dan agen-agen rahasia, yang semua masuk ke dalam sebuah lingkungan sekolah nan hangat, jangan lupa juga tentang rasisme yang menjadi latar kuat di serial ini, bagaimana orang masih senang merasa lebih baik guna menutupi kekurangannya sendiri.

Cerita tidak seperti generasi serial anime pada masa-masa sebelumnya, di mana membunuh karakter adalah sesuatu yang haram terkecuali terpaksa. Namun karena latar cerita ini adalah masa-masa perang, walau kebanyakan waktunya tampak damai, maka adegan pembunuhan cukup banyak muncul walau dengan sejumlah sensor tentunya. Ini mungkin membuat serial ini malah justru tidak cocok ditonton oleh anak-anak, atau remaja yang masih labil emosinya.

Karena tidak terlalu berat, jalan ceritanya sendiri enak dilahap dan tidak perlu berpikir keras untuk mencernanya. Saya rasa secara keseluruhan, serial ini sangat menarik disimak.

Berbeda memang dengan novel pendeknya yang lebih rinci dalam menjelaskan detil peristiwa dan latar, hanya saja untuk mencerna novel pendeknya – saya memerlukan lebih banyak upaya; mungkin karena banyak istilah yang kurang tepat saat dialihbahasakan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. gadgetboi Avatar

    saya sedang mengeksplore berbagai sub-genre di anime pasca nonton Gundam 😀 … namun tetap saja Mecha, shounen dan slice of life yg menjadi genre favorit 😀 …

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Wah, itu terakhir berakhir di Gundam Wings Mas ????.

      Yang ini lumayan bagus, tapi penuangan ke anime sepertinya masih setengah hati. Atau saya mungkin yang keliru.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke gadgetboi Batalkan balasan