A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Film ke-18 Detective Conan mengambil judul “the Dimensional Sniper“, tentang pembunuhan yang dilakukan secara beruntun oleh penembak jitu di tengah keramaian kota, sehingga membuat seluruh kota menjadi panik. Sepertinya film ini adalah perayaan ke-20 tahun keberadaan Detective Conan, dan ceritanya masih belum mau berakhir.

Film kali menceritakan ketika Conan dan kawan-kawan tidak sengaja berada di lokasi seseorang yang ditembak secara misterius oleh penembak jitu yang tidak dikenal. Ini membuat Conan berusaha memburu penembak jitu tersebut, dan petualangannya bersama rekan-rekan detektif, kepolisian setempat dan para agen FBI dimulai memburu pelaku yang dicurigai adalah mantan anggota SEAL, yang merupakan bekas penembak jitu terbaik kedua di negaranya.

The Dimensional Sniper menawarkan lebih sedikit komedi dibandingkan biasanya, namun banyak aksi laga selayaknya film James Bond. Ada banyak adegan di mana Conan nyaris mati, dan harus diselamatkan secara ajaib berulang kali oleh rekan-rekannya. Filmnya memang tidak pernah masuk akal sejak dulu, tapi mungkin ini adalah salah satu yang termasuk paling tidak masuk akal.

Saya bisa bilang film ini cukup seru, walau kali ini penyelidikannya cukup dipaksakan, dengan argumen-argumen yang bergerak secara cepat. Tapi belum kehilangan cita rasa penyelidikan ala Holmes yang selalu ada dalam cerita detektif remaja ini. Di sini tidak ada tokoh baru kecuali tokoh tamu, tapi kita bisa menemukan beberapa titik yang hilang atau belum sempat disimak dalam manga rutinnya.

Secara keseluruhan, the Dimensional Sniper saya rasa sayang dilewatkan oleh pecinta Conan. Teka-teki yang ditinggalkan pelaku kali ini cukup unik, belum lagi jargon-jargon modern baru bermunculan di sini, berbeda dengan film-film sebelumnya.

https://www.youtube.com/watch?v=AtwRBjmUHX8

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca