A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Aplikasi Telegram bisa dikatakan salah satu substitusi bagi aplikasi WhatsApp untuk berkirim pesan singkat, hanya saja Telegram tidak memungut biaya sementara ini. Telegram bisa digunakan multiplatform, seperti ponsel (BlackBerry, Windows Phone, iOS, Android) atau Desktop (Windows, Mac OS, Linux). Kali ini saya mencoba memasang Telegram pada Desktop Gnome 3.14 dari Antergos.

Telegram
Tampilan jendela aplikasi desktop milik Telegram pada Linux Antergos. Beberapa bagian dikaburkan demi isu privasi.

Pertama-tama, saya mencari menggunakan yaourt telegram dengan menggunakan terminal, dan saya menemukan banyak sekali pilihan:

[cahya@mininaomi ~]$ yaourt telegram
1 aur/arch-telegram 1.1.0-032714 (1)
    Telegram Arch
2 aur/sigram-bin 0.7.1-1 (2)
    A different telegram client from Sialan.labs
3 aur/sigram-git r209.2c57a30-1 (6)
    A different telegram client from Sialan.labs (GIT version)
4 aur/telegram-desktop 0.6.7-1 (19)
    Telegram Desktop messaging app.
5 aur/telegram-git r479.6800cf4-1 (62)
    Telegram messenger CLI
6 aur/telegram-purple-git a9a48f-1 (5)
    Adds support for Telegram to Pidgin, Adium, Finch and other Libpurple
    based messengers.
7 aur/telegram-qt4-git r260.66c8547-1 (0)
    Qt4 bindings for the Telegram protocol
8 aur/telepathy-morse-git r44.754c1c1-1 (0)
    Telepathy Connection Manager for the Telegram network
9 aur/webogram-git 20140806.160ae72-1 (2)
    Web-based Telegram client
==> Enter n° of packages to be installed (ex: 1 2 3 or 1-3)
==> -------------------------------------------------------

Lalu saya memilih yang nomor 4, walaupun bukan aplikasi resmi tapi tampaknya bisa digunakan, diperbarui oleh komunitas dengan teratur. Setelah menlanjutkan memasang, saya hanya tinggal mencari ikon yang sudah jadi. Melakukan pengaturan awal pun ternyata mirip dengan yang dilakukan pada ponsel android, sehingga tidak susah sama sekali, tetapi tentu saja ponsel saya harus berada di dekat saya, karena aplikasi ini akan meminta konfirmasi dari kode yang dikirimkan ke ponsel kita,

Setelah semua selesai, Telegram bisa digunakan seperti pada ponsel.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. gadgetboi Avatar

    sayang beribu sayang, whatsapp yg merupakan messenger sejuta umat (sekarang) belom bisa di gunakan di linux (dulu sempat bisa via hacking pidgin .. tapi engga lama LOL) … saya sekarang suka sama VIBER yg support juga linux (Ubuntu sama Fedora beserta turunannya saja) walau hanya 64 bit (saya pun terpaksa pindah ke 64 bit untuk linuxnya 😀 ) …

    Dulu sempat pakai telegram (ketika whatsapp down hehe) tapi ternyata sama dan sering lama masuknya dibandingkan dengan whatsapp, LINE atau Viber …

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Saya belum sempat mendalami Viber. Pernah memasang, kemudian dilepas lagi. Karena sudah pakai Skype. Tapi nanti saya coba lihat lagi.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke gadgetboi Batalkan balasan