A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Film awal Planes memang cukup menarik. Tapi kali ini lanjutannya Planes: Fire & Rescue menurut saya tidak begitu menarik. Namun apa film dari Disney membosankan? tetap saja cukup membuat kita senang menontonnya. Terutama anak-anak tentu saja; saya rasa anak-anak akan sangat menonton film ini di waktu libur mereka, karena kemasan memang ditujukan bagi anak-anak, terutama bagaimana mereka bisa menghargai para pemadam kebakaran.

Planes: Fire & Rescue
Poster resmi Planes: Fire & Rescue. Masih tetap mengambil tokoh utama Dusty.

Saya sendiri merasa jalan ceritanya mungkin sudah tidak sesuai dengan orang seumuran saya. Tapi karena memang menyukai film animasi, jadi yang satu ini jangan sampai terlewatkan.

Kisahnya kali ini adalah ketika Dusty menemukan kerusakan pada mesin gearbox-nya, menyebabkan dia tidak bisa memacu diri kembali – atau dia akan jatuh. Frustasi kehilangan jati diri sebagai pembalap di udara, Dusty mencoba terbang malam, dan justru mengakibatkan kecelakaan dan kebakaran di bandara lokalnya, sehingga bandara tersebut ditutup oleh pihak berwenang. Guna mengatasi rasa bersalahnya, Dusty pun pergi untuk mendapatkan sertifikasi sebagai pemadam kebakaran; di sinilah petualangan baru si pesawat penyemprot hama ini dimulai.

Komedi yang segar, petualangan yang nyaman disaksikan, tokoh antogonis yang pandai menjilat, semuanya diracik menjadi sebuah film yang menarik bagi pasarnya.

Oke, saya hanya bisa memberikan nilai 7/10 untuk film animasi yang satu ini. Tidak menarik, namun sangat jauh dari buruk tentu saja. Mungkin karena ditujukan bagi anak-anak, sehingga pengkarakterannya kurang kuat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    semakin tua saya semakin tidak mengikuti animasi 😀 bawaan umur yg semakin uzur mungkin … hehehe … d rumah ada DVD mr. pebody & sherman aja belom saya tonton…. LOL …

    1. Avatar Cahya

      Iya Mas, semakin beruban kok ndak semakin minat ya sama animasi ????.

  2. Avatar ladeva
    ladeva

    Kayaknya ini film terakhir yang aku tonton sama keponakan2ku di bioskop. Aku lupa euy adegannya apaan yang bisa bikin aku nangis. *cengeng* Klo keponakan2ku suka banget sama film ini. Kata mereka, “Dusty keren!” – padahal belum bisa baca subtitlenya. 😀

    1. Avatar Cahya

      Deva, makanya cocok buat anak-anak ????

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        Hahaha berarti aku masih anak-anak karena aku suka film ini, bahkan ampe nangis di beberapa dialognya. 😛

      2. Avatar Cahya

        Kita kan tidak harus menjadi anak-anak untuk berempati dalam posisi mereka ????

      3. Avatar ladeva
        ladeva

        Njeh ndoro 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca