Ini bukan tentang panduan praktik klinis bagi seorang dokter yang memuat bagaimana dia mendiagnosis dan memberikan terapi pada pasiennya, atau kapan dia harus merujuk. Namun pada praktik kedokteran yang baik, seorang dokter diajak untuk melihat bagaimana dia “seharusnya” atau “selayaknya” bersikap dengan pasien, kolega dan pihak lainnya dalam situasi dan kondisi tertentu. Misalnya bagaimana seorang dokter bersikap jika ada konflik kepentingan?
Ilustrasi “Good Medical Practice”. Sumber gambar: vimeo.com
Saya mencoba mengadaptasikan pedoman praktik kedokteran yang baik dari salah satu yang paling populer, yaitu “Good Medical Practice”. Pedoman ini secara umum membahas mengenai 4 pilar utama, yaitu: pengetahuan, keterampilan dan performa; keselamatan dan kualitas; komunikasi, kemitraan, dan kerja sama; serta pilar mempertahankan kepercayaan.
Misalnya sederhana saja, jika ada artis terkenal dirawat di rumah sakit, dan awak media mendatangi dokter yang merawat, bagaimana dia harus bersikap? Bagaimana memberikan informasi? Bagaimana menjaga kerahasiaan, keselamatan, dan martabat pasien?
Sekilas mungkin terkesan sederhana, video di atas dapat memberikan gambarannya. Dan Anda selalu bisa mengunjungi situs General Medical Council untuk mendapatkan pedoman ini. Saya juga menyertakan versi adaptasinya jika memang ada yang berminat:
Bagaimana pun, sebuah fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit tetap memerlukan pedoman bagi para dokternya tentang bagaimana mereka bersikap dan bertindak dalam hubungan mereka dengan pasien dan sesama dokter setiap harinya.
Di era rekam medis elektronik, mengetik bukan lagi urusan staf administrasi. Sebuah pengakuan jujur seorang dokter tentang 43 kata per menit, akurasi 88%, dan mengapa yang perlu dibenahi bukan hanya jari kita.
Endometritis adalah infeksi pada lapisan dalam rahim yang paling sering muncul setelah melahirkan, terutama operasi sesar. Kenali gejala, pengobatan antibiotik, pencegahan yang terbukti, serta perdebatan endometritis kronis pada kesuburan.
Sindrom Down (trisomi 21) adalah kelainan kromosom paling umum yang menyebabkan kecacatan bawaan di Indonesia, dengan prevalensi meningkat. Kondisi ini seringkali disertai kelainan jantung, tiroid, penglihatan, dan pendengaran, sehingga memerlukan deteksi dini dan perawatan multidisiplin. Pedoman AAP 2022 menjadi acuan, namun tantangan keterlambatan diagnosis masih ada.
Panduan pemeriksaan fungsi tiroid: apa itu TSH, FT4, FT3, dan anti-TPO, siapa yang perlu diperiksa, persiapan, cara membaca hasil, serta faktor pengganggunya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan