Pedoman Praktik Kedokteran yang Baik

Ini bukan tentang panduan praktik klinis bagi seorang dokter yang memuat bagaimana dia mendiagnosis dan memberikan terapi pada pasiennya, atau kapan dia harus merujuk. Namun pada praktik kedokteran yang baik, seorang dokter diajak untuk melihat bagaimana dia “seharusnya” atau “selayaknya” bersikap dengan pasien, kolega dan pihak lainnya dalam situasi dan kondisi tertentu. Misalnya bagaimana seorang dokter bersikap jika ada konflik kepentingan?

Good Medical Practice
Ilustrasi “Good Medical Practice”. Sumber gambar: vimeo.com

Saya mencoba mengadaptasikan pedoman praktik kedokteran yang baik dari salah satu yang paling populer, yaitu “Good Medical Practice”. Pedoman ini secara umum membahas mengenai 4 pilar utama, yaitu: pengetahuan, keterampilan dan performa; keselamatan dan kualitas; komunikasi, kemitraan, dan kerja sama; serta pilar mempertahankan kepercayaan.

Misalnya sederhana saja, jika ada artis terkenal dirawat di rumah sakit, dan awak media mendatangi dokter yang merawat, bagaimana dia harus bersikap? Bagaimana memberikan informasi? Bagaimana menjaga kerahasiaan, keselamatan, dan martabat pasien?

Sekilas mungkin terkesan sederhana, video di atas dapat memberikan gambarannya. Dan Anda selalu bisa mengunjungi situs General Medical Council untuk mendapatkan pedoman ini. Saya juga menyertakan versi adaptasinya jika memang ada yang berminat:

Praktik Kedokteran Yang Baik

https://www.scribd.com/embeds/259998544/content?start_page=1&view_mode=scroll&show_recommendations=true

Bagaimana pun, sebuah fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit tetap memerlukan pedoman bagi para dokternya tentang bagaimana mereka bersikap dan bertindak dalam hubungan mereka dengan pasien dan sesama dokter setiap harinya.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

%d blogger menyukai ini: