A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

  1. Memahami Memar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
    1. Definisi dan Patofisiologi
    2. Jenis-Jenis Memar
    3. Penyebab Umum Memar
  2. Tanda dan Gejala Memar
  3. Penanganan Memar: Evolusi dari RICE ke Pendekatan Modern
    1. Kontroversi Seputar Metode RICE
    2. Pendekatan Terkini: Modifikasi dan Alternatif
      1. RICE yang Dimodifikasi (Masih Relevan dengan Catatan)
      2. Pendekatan PEACE & LOVE: Paradigma Baru
    3. Penanganan Praktis Memar di Rumah
    4. Terapi Topikal: Apa yang Berdasar Bukti?
  4. Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
    1. Tanda Bahaya yang Memerlukan Perhatian Segera
    2. Konsultasi dengan Dokter dalam 24-48 Jam jika
    3. Evaluasi untuk Kondisi Sistemik Jika
  5. Pencegahan Memar
  6. Kondisi Khusus dan Pertimbangan
    1. Memar pada Anak-Anak
    2. Memar pada Lansia
    3. Memar dan Penggunaan Antikoagulan
  7. Kesimpulan: Memar Sebagian Besar Jinak, Tapi Tetap Perlu Waspada

Memar atau lebam adalah kondisi yang sangat umum dialami siapa saja—dari atlet profesional hingga anak-anak yang sedang belajar berjalan. Meskipun sebagian besar memar adalah cedera ringan yang akan sembuh sendiri, memahami cara penanganan yang tepat dan mengenali tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis adalah keterampilan penting untuk perawatan kesehatan mandiri.

Memahami Memar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Definisi dan Patofisiologi

Memar, secara medis disebut kontusio atau ekimosis, adalah area perdarahan di bawah kulit yang terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) rusak akibat trauma tumpul. Ketika pembuluh darah ini pecah, darah bocor ke jaringan sekitarnya dan terperangkap di bawah permukaan kulit.

Photo by Karola G on Pexels.com

Proses terjadinya memar:

  1. Trauma awal (0-6 jam): Dampak fisik menyebabkan pembuluh darah pecah. Darah mengalir ke ruang interstitial (ruang antar sel).
  2. Fase akut (6-24 jam): Darah yang terkumpul menyebabkan perubahan warna kebiruan atau ungu kehitaman. Ini karena hemoglobin dalam darah yang teroksigenasi menjadi deoksihemoglobin. Area menjadi bengkak, nyeri, dan mungkin terasa hangat.
  3. Fase penyerapan awal (1-3 hari): Sistem kekebalan tubuh mengirim makrofag (sel pembersih) untuk memecah dan menyerap darah yang bocor.
  4. Fase degradasi (3-7 hari): Hemoglobin dipecah menjadi biliverdin (pigmen hijau) dan kemudian bilirubin (pigmen kuning). Ini menjelaskan mengapa memar berubah warna dari ungu ke hijau, lalu kuning.
  5. Fase resolusi (7-14 hari atau lebih): Pigmen terus dipecah dan diserap. Warna memar memudar hingga kembali ke warna kulit normal.

Jenis-Jenis Memar

Berdasarkan lokasi dan kedalaman:

Memar superfisial (ekimosis): Terjadi pada lapisan kulit paling atas. Biasanya berwarna merah atau ungu pada awalnya, dan dapat terlihat jelas.

Hematoma: Kumpulan darah yang lebih dalam dan lebih besar yang teraba sebagai benjolan atau massa di bawah kulit. Hematoma dapat terjadi di otot, organ, atau bahkan di tulang.

Memar otot (kontusio otot): Kontusio terjadi ketika pukulan langsung atau pukulan berulang oleh benda tumpul mengenai bagian tubuh, menghancurkan serat otot dan jaringan ikat di bawahnya tanpa merusak kulit. Ini adalah cedera olahraga kedua paling umum setelah strain.

Memar tulang (bone bruise/bone contusion): Terjadi pada bagian dalam tulang di bawah tulang rawan. Sangat nyeri dan memerlukan waktu penyembuhan yang jauh lebih lama (bisa 2-4 bulan).

Berdasarkan ukuran (berdasarkan klasifikasi medis):

  • Petechiae: Bintik merah kecil (<2 mm) – sering mengindikasikan masalah trombosit atau pembekuan
  • Purpura: 2-10 mm
  • Ekimosis: >10 mm

Penyebab Umum Memar

Trauma fisik:

  • Terjatuh
  • Terbentur benda keras
  • Pukulan atau hantaman dalam olahraga kontak
  • Kecelakaan kendaraan
  • Prosedur medis (suntikan, pengambilan darah, biopsi)

Memar tanpa trauma yang jelas dapat mengindikasikan:

  • Gangguan pembekuan darah
  • Penggunaan obat tertentu (antikoagulan, antiplatelet, kortikosteroid)
  • Defisiensi vitamin (C atau K)
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Penuaan (kulit menipis dan pembuluh darah lebih rapuh)
  • Gangguan jaringan ikat (Ehlers-Danlos syndrome, scurvy)

Tanda dan Gejala Memar

Manifestasi khas:

  • Perubahan warna kulit: Dimulai dari merah/ungu, kemudian hijau kebiruan, lalu kuning kecokelatan
  • Nyeri: Biasanya paling parah dalam 24-48 jam pertama, kemudian berangsur membaik
  • Bengkak: Edema lokal akibat akumulasi darah dan respons inflamasi
  • Sensitivitas saat disentuh: Area yang memar terasa nyeri saat ditekan
  • Keterbatasan gerak: Jika memar terjadi di dekat sendi atau pada otot yang terlibat dalam pergerakan

Timeline perubahan warna memar (dapat bervariasi):

  • Hari 0-2: Merah hingga merah keunguan
  • Hari 2-5: Biru hingga ungu tua
  • Hari 5-7: Hijau kebiruan
  • Hari 7-10: Kuning kehijauan
  • Hari 10-14: Kuning kecokelatan
  • Hari 14+: Memudar kembali ke warna kulit normal

Penanganan Memar: Evolusi dari RICE ke Pendekatan Modern

Kontroversi Seputar Metode RICE

Selama puluhan tahun, metode RICE (Rest-Ice-Compression-Elevation) telah menjadi standar emas untuk penanganan cedera jaringan lunak termasuk memar. Namun, baru-baru ini terjadi perdebatan tentang metode RICE. Beberapa penyedia layanan kesehatan tidak merekomendasikannya sama sekali lagi, dengan alasan tidak ada bukti yang mendukungnya. Yang lain mengatakan masih bermanfaat, tetapi telah memodifikasi pedoman penggunaannya sedikit.

Memang benar bahwa metode RICE awalnya tidak didasarkan pada bukti klinis. Bahkan, dokter yang pertama kali menjelaskannya kemudian mencabut rekomendasinya, mengakui bahwa itu tidak berdasar dengan baik.

Kekhawatiran utama tentang RICE: Beberapa penyedia layanan kesehatan khawatir bahwa mengurangi inflamasi mungkin menunda pemulihan dengan mengganggu proses penyembuhan. Misalnya, pembengkakan setelah cedera adalah bagian normal dari proses tersebut.

Pendekatan Terkini: Modifikasi dan Alternatif

RICE yang Dimodifikasi (Masih Relevan dengan Catatan)

Meskipun ada kontroversi, RICE masih digunakan secara luas dengan beberapa modifikasi penting:

R – Rest (Istirahat) → Istirahat Relatif, Bukan Total

Para ahli telah beralih ke konsep “manajemen beban atau aktivitas,” berdasarkan gagasan bahwa kembali bertahap ke latihan dan aktivitas lebih disukai daripada istirahat murni dan berkelanjutan, yang menurut beberapa orang dapat menyebabkan dekondisi dan kelemahan otot.

Yang harus dilakukan:

  • Hindari aktivitas yang memperparah nyeri selama 24-48 jam pertama
  • Mulai gerakan ringan sesegera mungkin (bahkan pada hari berikutnya jika tidak menyebabkan ketidaknyamanan)
  • Hindari beban penuh pada area yang cedera selama 48-72 jam pertama
  • Gunakan alat bantu jika diperlukan (tongkat, kruk, sling) untuk mengurangi beban

Yang TIDAK harus dilakukan:

  • Immobilisasi total untuk waktu yang lama (dapat menyebabkan kekakuan dan atrofi otot)
  • Mengabaikan nyeri dan terus beraktivitas normal (“no pain, no gain” adalah pendekatan yang salah untuk cedera akut)

I – Ice (Es) → Penggunaan yang Bijaksana

Penelitian saat ini mendukung peran es dalam pereda nyeri sementara, tetapi ada sedikit bukti yang mendukung penggunaan es untuk membantu penyembuhan, atau bahkan pengurangan pembengkakan.

Protokol aplikasi es yang direkomendasikan:

  • 20 menit empat hingga delapan kali sehari. Ini terutama diperlukan dalam 3 hari pertama. Jangan pernah biarkan es menyentuh kulit secara langsung
  • Gunakan es yang dibungkus handuk atau cold pack komersial
  • Terapkan terutama dalam 24-72 jam pertama setelah cedera
  • Fokus pada pereda nyeri, bukan pada “mengurangi peradangan”

Perhatian:

  • Jangan menggunakan es >20 menit pada satu waktu (risiko kerusakan jaringan, frostbite)
  • Kontraindikasi pada kondisi tertentu (fenomena Raynaud, neuropati perifer, gangguan sensibilitas)
  • Beberapa ahli sekarang mempertanyakan apakah menghambat inflamasi benar-benar membantu atau malah menghambat penyembuhan

C – Compression (Kompresi) → Masih Berguna dengan Catatan

Tidak ada bukti jelas untuk mendukung kompresi untuk cedera rata-rata, tetapi tidak ada juga yang menentangnya. Jika Anda memiliki banyak pembengkakan atau perdarahan, ini dapat membantu.

Cara melakukan kompresi:

  • Gunakan perban elastis, bungkus dari distal (jauh dari jantung) ke proksimal (dekat jantung)
  • Jangan terlalu ketat – Anda tidak ingin menghambat aliran darah
  • Periksa tanda-tanda kompresi berlebihan: mati rasa, kesemutan, perubahan warna ekstremitas, nyeri meningkat
  • Lepaskan di malam hari atau jika tidak nyaman
  • Efek kompresi pada pengurangan pembengkakan bersifat sementara dan bergantung pada gravitasi

E – Elevation (Elevasi) → Membantu Drainase

Elevasi adalah bagian lain dari protokol yang tidak terbukti maupun tidak terbantahkan. Sebagian besar setuju bahwa itu tidak akan menyakiti dan mungkin membantu. Ini membantu mengalirkan pembengkakan dan dapat memperlambat aliran darah ke area untuk meredakan denyutan dan perdarahan. Elevasikan bagian yang cedera di atas tingkat jantung.

Cara melakukan elevasi:

  • Tinggikan area yang cedera di atas tingkat jantung sebanyak mungkin
  • Gunakan bantal untuk menopang
  • Lakukan terutama dalam 24-48 jam pertama
  • Kombinasikan dengan istirahat, terutama saat tidur

Pendekatan PEACE & LOVE: Paradigma Baru

Pada tahun 2019, mnemonik “PEACE & LOVE” diciptakan oleh Blaise Dubois. PEACE adalah singkatan dari protection, elevation, avoid anti-inflammatories, compression, dan education. Komponen LOVE adalah singkatan dari load, optimism, vascularization, dan exercise.

PEACE (Fase Akut – 0-3 hari):

  • P – Protection: Lindungi area dari cedera lebih lanjut (1-3 hari)
  • E – Elevation: Elevasikan area yang cedera
  • A – Avoid anti-inflammatories: Hindari NSAID yang dapat menghambat penyembuhan jangka panjang (masih diperdebatkan)
  • C – Compression: Gunakan kompresi untuk membatasi pembengkakan
  • E – Education: Pahami bahwa tubuh dapat menyembuhkan sendiri, hindari pengobatan pasif yang tidak perlu

LOVE (Fase Sub-akut – 3+ hari):

  • L – Load (Beban): Mulai aktivitas dan beban secara bertahap segera setelah gejala memungkinkan
  • O – Optimism: Pertahankan sikap positif dan ekspektasi realistis untuk pemulihan
  • V – Vascularization (Vaskularisasi): Tingkatkan aliran darah melalui aktivitas aerobik ringan yang tidak menyakitkan
  • E – Exercise: Latihan aktif untuk memulihkan mobilitas, kekuatan, dan propriosepsi

Penanganan Praktis Memar di Rumah

Langkah-langkah segera (0-24 jam):

  1. Hentikan aktivitas: Segera berhenti dari aktivitas yang menyebabkan cedera
  2. Terapkan kompres dingin:
    • 15-20 menit setiap 2-3 jam selama waktunya terjaga
    • Gunakan cold pack, es dalam kantong plastik yang dibungkus handuk, atau handuk basah dingin
    • Jangan aplikasikan es langsung ke kulit
  3. Elevasi: Tinggikan area yang cedera di atas tingkat jantung jika memungkinkan
  4. Kompresi ringan: Jika pembengkakan signifikan, gunakan perban elastis dengan tekanan lembut
  5. Hindari:
    • Alkohol (memperlebar pembuluh darah, dapat meningkatkan perdarahan)
    • Panas (kompres hangat, mandi air panas, sauna) dalam 48-72 jam pertama
    • Pijat area yang memar (dapat memperburuk perdarahan)
    • Aspirin (efek antiplatelet dapat meningkatkan perdarahan)

Langkah lanjutan (24-72 jam):

  1. Mulai gerakan ringan: Gerakan lembut untuk mencegah kekakuan, tetapi jangan memaksakan
  2. Lanjutkan kompres dingin: Jika masih ada pembengkakan atau nyeri
  3. Pereda nyeri:
    • Paracetamol/acetaminophen untuk nyeri
    • NSAID (ibuprofen, naproxen) jika diperlukan, meskipun ada perdebatan tentang efeknya pada penyembuhan
  4. Evaluasi kemajuan: Nyeri dan pembengkakan harus mulai berkurang

Fase penyembuhan (3+ hari):

  1. Kompres hangat: Setelah 48-72 jam, kompres hangat dapat membantu:
    • Meningkatkan aliran darah ke area
    • Mempercepat reabsorpsi produk degradasi darah
    • Merelaksasi otot yang kaku
    • 15-20 menit, 2-3 kali sehari
  2. Peningkatan aktivitas bertahap:
    • Tingkatkan range of motion secara progresif
    • Latihan penguatan ringan
    • Kembali ke aktivitas normal secara bertahap
  3. Peregangan lembut: Untuk mencegah kontraktur dan meningkatkan fleksibilitas

Terapi Topikal: Apa yang Berdasar Bukti?

Arnica (Arnica montana):

  • Sering dipromosikan untuk memar
  • Bukti ilmiah: Campuran, beberapa studi menunjukkan manfaat minimal untuk nyeri dan pembengkakan, yang lain tidak menunjukkan efek
  • Relatif aman sebagai topikal (jangan dikonsumsi oral)
  • Dapat dicoba tetapi jangan berharap terlalu banyak

Vitamin K krim:

  • Teori: Vitamin K berperan dalam pembekuan darah
  • Bukti: Sangat terbatas untuk memar post-trauma
  • Mungkin lebih efektif untuk memar yang berhubungan dengan laser atau prosedur kosmetik

Heparin gel/krim:

  • Antikoagulan topikal
  • Beberapa bukti untuk mengurangi durasi dan keparahan memar
  • Tidak boleh digunakan pada luka terbuka

Bromelain (enzim dari nanas):

  • Beberapa bukti untuk mengurangi pembengkakan dan memar
  • Biasanya diminum oral, bukan topikal

Rekomendasi: Tidak ada “obat ajaib” topikal untuk memar. Manajemen waktu, istirahat relatif, dan penanganan yang tepat lebih penting daripada salep atau krim mahal.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Sebagian besar memar adalah kondisi yang self-limiting dan akan sembuh tanpa intervensi medis. Namun, beberapa situasi memerlukan evaluasi medis:

Tanda Bahaya yang Memerlukan Perhatian Segera

Segera ke Unit Gawat Darurat jika:

  • Memar terjadi setelah trauma kepala dengan kebingungan, muntah, atau kehilangan kesadaran
  • Memar disertai dengan patah tulang yang dicurigai (deformitas, nyeri hebat, ketidakmampuan untuk menahan beban)
  • Memar sangat besar dan berkembang pesat (terutama pada paha, bokong, atau abdomen)
  • Tanda-tanda compartment syndrome: nyeri yang tidak proporsional, parestesia (kesemutan), pucat, pulselessness, paralysis (the 5 P’s)
  • Memar di sekitar mata setelah trauma kepala (raccoon eyes – dapat mengindikasikan fraktur basis kranii)
  • Memar di belakang telinga setelah trauma kepala (Battle’s sign – juga dapat mengindikasikan fraktur basis kranii)

Konsultasi dengan Dokter dalam 24-48 Jam jika

  • Bengkak dengan nyeri hebat di sekitar area memar: Dapat mengindikasikan hematoma yang signifikan atau compartment syndrome
  • Nyeri yang tidak membaik setelah 3 hari: Cedera yang tampak kecil seharusnya menunjukkan perbaikan
  • Memar sangat luas (>10 cm) atau dalam, terutama pada torso, punggung, atau wajah
  • Memar tanpa penyebab yang jelas: Terutama jika berulang atau di lokasi yang tidak biasa
  • Hematoma yang teraba: Kantong darah yang jelas dapat teraba sebagai benjolan
  • Memar tidak mulai memudar setelah 2 minggu
  • Tanda-tanda infeksi: Kemerahan yang menyebar, hangat, demam, nanah (jarang pada memar tanpa luka terbuka)

Evaluasi untuk Kondisi Sistemik Jika

Memar mudah atau spontan yang berulang:

  • Memar besar dari trauma minimal
  • Memar spontan tanpa trauma yang diingat
  • Memar di beberapa area tubuh sekaligus
  • Disertai gejala perdarahan lain:
    • Mimisan (epistaksis) yang sering atau sulit berhenti
    • Perdarahan gusi
    • Menstruasi yang sangat berat
    • Darah dalam urin (hematuria) atau feses (melena, hematochezia)
    • Petechiae (bintik merah kecil) atau purpura

Ini dapat mengindikasikan:

  • Gangguan pembekuan darah (hemofilia, von Willebrand disease, trombositopenia)
  • Efek samping obat (warfarin, aspirin, clopidogrel, SSRI, kortikosteroid)
  • Defisiensi vitamin K
  • Penyakit hati (gangguan sintesis faktor pembekuan)
  • Gangguan sumsum tulang (leukemia, anemia aplastik)
  • Vaskulitis
  • Demam berdarah dengue (jika disertai demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala)

Pencegahan Memar

Meskipun tidak semua memar dapat dicegah, beberapa strategi dapat mengurangi risiko:

Keamanan di rumah dan lingkungan:

  • Pasang pegangan tangan di kamar mandi dan tangga
  • Singkirkan karpet yang longgar atau benda yang dapat menyebabkan tersandung
  • Pencahayaan yang memadai di semua area
  • Gunakan alas kaki yang tepat dengan sol anti-slip

Perlindungan saat olahraga:

  • Gunakan peralatan pelindung yang sesuai (shin guards, padding, helm)
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat
  • Latih teknik yang benar
  • Hindari overtraining dan berikan waktu pemulihan yang cukup

Untuk kulit yang rapuh (lansia):

  • Pelembab kulit secara teratur
  • Lindungi kulit dari sinar matahari berlebihan
  • Nutrisi yang adekuat, terutama vitamin C dan K
  • Pertimbangkan lengan panjang atau bantalan pelindung untuk aktivitas sehari-hari

Manajemen obat:

  • Diskusikan dengan dokter tentang risiko memar dari obat-obatan Anda
  • Jangan menghentikan antikoagulan tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Informasikan semua penyedia layanan kesehatan tentang obat-obatan yang Anda konsumsi

Nutrisi untuk kesehatan pembuluh darah:

  • Vitamin C: Penting untuk sintesis kolagen dan kekuatan pembuluh darah
  • Vitamin K: Esensial untuk pembekuan darah
  • Bioflavonoid (citrus, berry): Dapat memperkuat dinding pembuluh darah
  • Protein yang cukup: Untuk perbaikan jaringan

Kondisi Khusus dan Pertimbangan

Memar pada Anak-Anak

Memar pada anak-anak sangat umum karena aktivitas fisik yang tinggi dan koordinasi yang masih berkembang. Namun, pola memar tertentu dapat mengkhawatirkan:

Pola memar normal pada anak:

  • Di area tulang yang menonjol (dahi, lutut, tulang kering, siku)
  • Konsisten dengan cedera yang dilaporkan
  • Berbagai tahap penyembuhan (anak aktif mengalami cedera berulang)

Pola memar yang mencurigakan (kemungkinan non-accidental injury/child abuse):

  • Memar pada bayi yang belum mobile (<6 bulan, terutama <4 bulan)
  • Memar di area yang tidak biasa: telinga, leher, tangan, kaki, bokong, punggung, genital
  • Memar dengan pola tertentu (tangan, sabuk, kabel)
  • Memar multipel dengan usia yang sama (semua warna sama)
  • Memar yang tidak konsisten dengan penjelasan yang diberikan

Jika ada kecurigaan, konsultasi medis dan evaluasi oleh profesional yang terlatih sangat penting.

Memar pada Lansia

Lansia lebih rentan terhadap memar karena:

  • Kulit menipis dengan penuaan
  • Lemak subkutan berkurang (kurang bantalan pelindung)
  • Pembuluh darah menjadi lebih rapuh
  • Sering menggunakan obat antikoagulan atau antiplatelet
  • Risiko jatuh yang lebih tinggi

Senile purpura (actinic purpura):

  • Memar yang sering terjadi pada punggung tangan dan lengan bawah pada lansia
  • Disebabkan oleh kulit yang menipis dan kerusakan pembuluh darah akibat sinar matahari kronis
  • Biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus
  • Perlindungan matahari dan pelembab dapat membantu

Memar dan Penggunaan Antikoagulan

Pasien yang menggunakan antikoagulan (warfarin, dabigatran, rivaroxaban, apixaban) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel) memiliki risiko memar yang lebih tinggi.

Yang harus diperhatikan:

  • Memar yang tidak proporsional dengan trauma
  • Perdarahan yang berkepanjangan dari luka kecil
  • Memar spontan tanpa trauma
  • Gejala perdarahan internal (nyeri perut, feses hitam, urin berdarah)

Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dokter, tetapi laporkan memar yang tidak biasa kepada dokter yang meresepkan.

Kesimpulan: Memar Sebagian Besar Jinak, Tapi Tetap Perlu Waspada

Memar adalah respons normal tubuh terhadap trauma dan sebagian besar akan sembuh tanpa komplikasi dalam 1-2 minggu. Dengan pemahaman yang baik tentang penanganan yang tepat dan kemampuan mengenali tanda bahaya, Anda dapat mengelola memar secara efektif di rumah.

Ringkasan poin kunci:

  1. Penanganan awal penting: Kompres dingin, elevasi, dan istirahat relatif dalam 48-72 jam pertama
  2. Gerakan bertahap lebih baik dari immobilisasi total: Mulai gerakan ringan sesegera gejala memungkinkan
  3. Sebagian besar memar sembuh sendiri: 1-2 minggu untuk memar superfisial
  4. Kenali tanda bahaya: Nyeri hebat yang tidak proporsional, memar sangat luas, memar tanpa penyebab, atau gejala perdarahan lain memerlukan evaluasi medis
  5. Metode RICE masih relevan dengan modifikasi: Fokus pada pereda nyeri dan fungsi, bukan hanya “mengurangi peradangan”
  6. Pendekatan PEACE & LOVE menekankan gerakan aktif: Penting untuk pemulihan jangka panjang yang optimal

Ingat, tubuh Anda memiliki kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan diri sendiri. Peran Anda adalah memberikan lingkungan yang optimal untuk penyembuhan dan mengenali kapan bantuan profesional diperlukan. Jika ragu, selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan.


Artikel ini telah ditulis ulang dan dikembangkan dengan informasi terkini (2023-2024), termasuk kontroversi seputar metode RICE, pendekatan baru PEACE & LOVE, dan panduan berbasis bukti untuk penanganan memar yang efektif dan aman.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar