A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Come away, O human child!/To the waters and the wild/With a faery, hand in hand,/For the world’s more full of weeping than you can understand

Sajak karya William Butler Yeats juga terdengar dalam film animasi yang indah ini. Dan sudah lama saya tidak menyaksikan film animasi sebaik “Song of the Sea” ini, sebuah perpaduan antara cerita anak, mitologi dan dongeng rakyat yang dikemas begitu apiknya.

Dengan pendanaan sekitar 5,3 juta Euro, Song of the Sea adalah karya sastra yang dihidupkan dalam kelembutan nirnyata. Mereka tidak membuatnya tampak realistik, tapi seperti wayang yang bergerak gemulai di layar menghantarkan bait demi bait kisahnya.

Ketidaksengajaan menghadirkan efek realistis membuat menyaksikan film ini seperti asyiknya membuka buku-buku dongeng bergambar.

Saoirse is a child who is the last of the selkies, women in Irish and Scottish legends who transform from seals into people. She escapes from her grandmother’s home to journey to the sea and free fairy creatures trapped in the modern world.

Song of the Sea

Kisah Saoirse yang mencoba mengikuti “sesuatu” di dalam dirinya, dan kisah si kakak yang menemukan rahasia dari “sesuatu” itu, perjalanan mereka, misteri, dan kesederhanaan cerita adalah kekuatan yang ditopang dengan musik dan lagu latar yang merdu.

Between the here, Between the now
Between the North, Between the South

Between the West, Between the East
Between the time, Between the place

From the shell
The Song of the Sea
Neither quiet nor calm
Searching for love again,

Mo ghrá (My love)

Between the winds, Between the waves
Between the sands, Between the shores

From the shell
The Song of the Sea
Neither quiet nor calm
Searching for love again,

Between the stones, Between the storms
Between belief, Between the seas

Tá mé i dtiúin (I am in tune)

Saya tidak akan berkata banyak, ini masuk dalam daftar film animasi “wajib tonton”, dan mungkin hanya ada satu sebelum rilis film animasi Kahlil Gibran’s the Prophet.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar pushandaka
    pushandaka

    Saya lihat trailernya. Iya, filmnya bagus. Animasinya sederhana, jadi ingat serial kartun jaman saya kecil dulu.

    1. Avatar Cahya

      Iya Mas, kalau sudah nonton tidak akan menyesal 🙂 – kembali ke masa kecil.

      Sekarang anak-anak jarang dapat film animasi yang bagus di televisi, beda dengan generasi kita dulu.

  2. Avatar gadgetboi

    gambarnya mengingatkan princess kaguya yang “berpatokan” dengan gambar di buku ^__^

    1. Avatar Cahya

      Saya belum nonton Princess Kaguya, kira-kira direkomendasi tidak Mas?

      1. Avatar gadgetboi

        kalau suka sama studio ghibli maka wajib nonton (atau paling tidak mengapresiasi 😀 ) film princess kaguya …

      2. Avatar Cahya

        Well, tidak semua karya Ghibli saya suka, misalnya Grave of Butterflies dan Only Yesterday tidak begitu menarik (tidak buruk sih, hanya secara pribadi tidak menarik).

      3. Avatar gadgetboi

        Grave of Butterflies malah yg bikin saya tertarik kepada studio ini. baru pertama kali nonton anime dengan tema yg jauuuhh dari apa yg pernah saya tonton.

      4. Avatar Cahya

        Ha ha… iya, tapi bagusnya mungkin tidak dalam bentuk animasi Mas 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca