“Come away, O human child!/To the waters and the wild/With a faery, hand in hand,/For the world’s more full of weeping than you can understand“
Sajak karya William Butler Yeats juga terdengar dalam film animasi yang indah ini. Dan sudah lama saya tidak menyaksikan film animasi sebaik “Song of the Sea” ini, sebuah perpaduan antara cerita anak, mitologi dan dongeng rakyat yang dikemas begitu apiknya.
Dengan pendanaan sekitar 5,3 juta Euro, Song of the Sea adalah karya sastra yang dihidupkan dalam kelembutan nirnyata. Mereka tidak membuatnya tampak realistik, tapi seperti wayang yang bergerak gemulai di layar menghantarkan bait demi bait kisahnya.
Ketidaksengajaan menghadirkan efek realistis membuat menyaksikan film ini seperti asyiknya membuka buku-buku dongeng bergambar.
Saoirse is a child who is the last of the selkies, women in Irish and Scottish legends who transform from seals into people. She escapes from her grandmother’s home to journey to the sea and free fairy creatures trapped in the modern world.
Kisah Saoirse yang mencoba mengikuti “sesuatu” di dalam dirinya, dan kisah si kakak yang menemukan rahasia dari “sesuatu” itu, perjalanan mereka, misteri, dan kesederhanaan cerita adalah kekuatan yang ditopang dengan musik dan lagu latar yang merdu.
Between the here, Between the now Between the North, Between the South
Between the West, Between the East Between the time, Between the place
From the shell The Song of the Sea Neither quiet nor calm Searching for love again,
Mo ghrá (My love)
Between the winds, Between the waves Between the sands, Between the shores
From the shell The Song of the Sea Neither quiet nor calm Searching for love again,
Between the stones, Between the storms Between belief, Between the seas
Tá mé i dtiúin (I am in tune)
Saya tidak akan berkata banyak, ini masuk dalam daftar film animasi “wajib tonton”, dan mungkin hanya ada satu sebelum rilis film animasi Kahlil Gibran’s the Prophet.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
8 tanggapan
pushandaka
Saya lihat trailernya. Iya, filmnya bagus. Animasinya sederhana, jadi ingat serial kartun jaman saya kecil dulu.
Well, tidak semua karya Ghibli saya suka, misalnya Grave of Butterflies dan Only Yesterday tidak begitu menarik (tidak buruk sih, hanya secara pribadi tidak menarik).
Grave of Butterflies malah yg bikin saya tertarik kepada studio ini. baru pertama kali nonton anime dengan tema yg jauuuhh dari apa yg pernah saya tonton.
Tinggalkan Balasan